Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

10 Bulan, Sudah 100 Kali Banjir Terjang Kabupaten Tabalong

- Apahabar.com Kamis, 12 November 2020 - 21:09 WIB

10 Bulan, Sudah 100 Kali Banjir Terjang Kabupaten Tabalong

Dibanding tahun lalu, bencana banjir di 2020 ini meningkat drastis. Di mana sepanjang tahun lalu hanya 7 kali. Foto-KBK News

apahabar.com, TANJUNG – Hanya dalam kurun waktu 10 bulan, sudah 100 kali banjir menerjang Kabupaten Tabalong.

Berdasar data BPBD sepanjang Januari-Desember 2020 kasus banjir itu terjadi hampir merata di 12 kecamatan.

Untuk Kecamatan Tanjung 14 kali, Tanta 13, Murung Pudak 6 kali, Jaro 1 kali, Muara Uya 8 kali, Kecamatan Haruai 8 kali.

Kemudian Kecamatan Bintang Ara 8 kali, Upau 5 kali, Muara Harus 2 kali, Kelua 13 kali, Pugaan 7 dan Kecamatan Banua Lawas 15 kali.

Jumlah banjir tiap kecamatan itu tersebar di sejumlah desa. Terutama di sepanjang aliran Sungai Tabalong.

“Banjir itu terjadi di Februari 92 kali dan Maret 2020 sebanyak 8 kali. Penyebabnya karena luapan air Sungai Tabalong yang tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD, Zaenudin, melalui Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Jayosno kepada apahabar.com, Kamis (12/11).

apahabar.com

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Jayosno. Foto – apahabar.com/Amin

Dibanding tahun lalu, bencana banjir di 2020 ini meningkat drastis. Di mana sepanjang tahun 2019 hanya 7 kali. Waktunya di bulan Januari hingga April dan bulan Juni.

“Februari 3 kali, sisanya masing-masing 1 kali,” beber Jayosno.

Menghadapi curah hujan yang tinggi, saat ini BPBD Tabalong telah mendirikan Posko Siaga Bencana dengan dijaga 24 jam oleh petugas yang dibagi dua sif.

Mereka terdiri dari petugas TNI/Polri, BPBD, RAPI, UPBS, Damkar, Basarnas dan Dinas Kesehatan.

BPBD, kata dia, juga aktif melakukan sosialisasi supaya masyarakat berhati-hati dan bagaimana bersikap bila bencana datang.

“Ditambah dengan pemasangan rambu-rambu tanda rawan banjir di wilayah utara Tabalong,” ujarnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin 2020, Ibnu-Ariffin Unggul Tipis dari Haris Makkie-Ilham Noor Versi polingkita.com
Kalsel Masih Berpayung Hujan  

Kalsel

Kalsel Masih Berpayung Hujan  
apahabar.com

Kalsel

Jenguk Syekh Ali Jaber Pasca Penusukan, Menko Polhukam Mahfud Md: Percayakan pada Aparat
apahabar.com

Kalsel

Usai Jalani MCU di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Pengalaman Bapaslon Pilbup Balangan 2020 Asharuddin-Iswan
Poltek Batulicin

Kalsel

Poltek Batulicin Gelar Sidang Senat Terbuka Wisuda D3 Pertama

Banjarmasin

Rekapitulasi Pilgub Kalsel Tingkat Banjarmasin Digelar Besok
apahabar.com

Kalsel

Mahasiswa ULM-UIN, dan Aktivis Gaungkan Save Iqbal: Bebaskan Teman Kami!
apahabar.com

Kalsel

Berkaca pada Bali, Mampukah Kalsel Meniru?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com