Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

2 ASN Banjarmasin Dilaporkan, Hermansyah Dibayangi Teguran Mendagri

- Apahabar.com Rabu, 4 November 2020 - 15:15 WIB

2 ASN Banjarmasin Dilaporkan, Hermansyah Dibayangi Teguran Mendagri

Plt Wali Kota Banjarmasin Hermansyah. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pelaksana tugas Wali Kota Banjarmasin Hermansyah tengah dibayangi teguran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian menegur 67 kepala daerah karena aparatur sipil negara (ASN) yang tak netral.

Seperti diwartakan apahabar,com sebelumnya, dua ASN Pemkot Banjarmasin baru tadi dilaporkan ke Bawaslu.

Keduanya dilaporkan karena hadir dan ikut aktif membagikan materi kampanye salah satu pasangan salon, akhir Oktober silam.

Soal ini Hermansyah tampaknya sudah mengetahui ihwal dugaan pelanggaran netralitas tersebut.

“Jadi sebenarnya menunggu waktu saja, dalam beberapa hari ini akan kita tindak kasusnya dengan sanksi ASN,” tegas Hermansyah ditemui apahabar.com, Rabu (4/11) siang.

Sanksi yang dihadapkan dengan ASN tersebut beragam. Karena menyangkut disiplin ASN dan Pemilukada.

“Kedisiplinan dan sanksi beratnya dipecat sebagai ASN,” tegas Herman.

Herman tak mau ada ASN-nya tak netral dalam Pilwali Banjarmasin 2020. Sanksi tegas agar kasus serupa tidak berulang di kemudian hari.

Terlebih Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, kata dia, sudah menegur 67 kepala daerah termasuk di Samarinda dan Bontang.

“Jadi berimbas ke pimpinannya dan kita ingin seperti itu,” ucapnya.

Sebelumnya Bawaslu Banjarmasin tengah menelusuri dugaan pelanggaran netralitas dua ASN Pemkot Banjarmasin.

Penelusuran, kata Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani, berangkat dari laporan warga.

“Ya dugaan pelanggaran yang sedang kami telusuri terkait netralitas ASN,” ujar Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani kepada apahabar.com, Rabu (4/11).

Lantas apa sanksi keduanya?

Subhani mengungkapkan jajarannya masih mendalami keterlibatan dua ASN tersebut.

Apakah ASN tersebut dilibatkan oleh paslon atau sebaliknya; dengan sengaja melibatkan diri.

Apabila terbukti benar, maka keduanya akan dijerat dengan Undang Undang (UU) Pilkada Nomor 10 Tahun 2016

Pasal 188 berisi sanksi pidana paling lama enam bulan penjara, dan denda Rp6 juta.

“Ancaman pidana bagi ASN dan paslon-nya,” tegas Subhani.

Sementara untuk paslon, Subhani tak bisa memastikan pendiskualifikasian sebagai calon kepala daerah.

“Kita lihat administratifnya,” ucapnya.

Polling Pilkada 2020
Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Trisakti Membara, 7 Rumah dan 1 Kios Hangus Dilalap Api
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, Teror Kabut Asap Belum Usai
apahabar.com

Kalsel

Hadiri Rakor, Paman Birin Soroti Penanganan Banjir dan Masalah Anak
apahabar.com

Kalsel

Alasan PAN Kalsel Rayu Zulkifli Hasan Merapat ke Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Sempat Tutup, KPP Pratama Tanjung Tabalong Kembali Layani Wajib Pajak Secara Tatap Muka
apahabar.com

Kalsel

Massa Kepung PN Banjarmasin, Tuntut Terdakwa Dihukum Mati!

Kalsel

VIDEO: Menyelisik Dugaan Ajaran Sesat di Banjarmasin; Melegalkan Seks Sedarah
apahabar.com

Kalsel

SAH, Bos Ikan di Kotabaru Nahkodai Kamar Dagang dan Industri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com