Keren, RSD Idaman Banjarbaru Ditetapkan Sebagai RS Unggulan Pelayanan KB Simakalama Pembelajaran Tatap Muka OTT Amuntai, Giliran Orang Dekat Bupati HSU Diperiksa KPK KPK Tangkap Tangan Maliki, Bupati HSU Tunjuk Plt Kadis PUPRP Baru PLN Suplai Listrik untuk Kawasan Food Estate Kalteng

Akhiri Siaga Karhutla, Bupati Batola Pantau Kawasan dari Udara

- Apahabar.com     Selasa, 3 November 2020 - 17:24 WITA

Akhiri Siaga Karhutla, Bupati Batola Pantau Kawasan dari Udara

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menerima permintaan foto bersama warga dengan latar belakang helikopter milik BNPB. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sembari memantau langsung titik api melalui udara, Bupati Barito Kuala (Batola), Hj Noormiliyani AS, ternyata juga mewujudkan keinginan yang lama terpendam.

Batola sudah resmi menghentikan status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tepat 30 Oktober 2020.

Menandai situasi tersebut, Noormiliyani langsung melakukan pemantauan melalui udara, Selasa (3/11) siang, bersama Sumarno yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batola.

Dari Bandara Syamsuddin Noor, rombongan kecil ini menumpangi helikopter jenis Bell 412-EP milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Alhamdulillah dari pemantauan udara, tidak terlihat titik api di Batola. Hal yang paling membanggakan adalah hampir semua kawasan di Batola berwarna hijau,” ungkap Noormiliyani.

Selain melintasi Batola, helikopter selanjutnya memantau situasi Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tapin dan Banjar dari udara.

“Sebenarnya saya sudah lama punya keinginan memantau kawasan dari udara. Bahkan sejak saya menjabat ketua DPRD Kalimantan Selatan. Akhirnya baru bisa kesampaian sekarang,” sahut Noormiliyani.

Kendati sudah sering melakukan perjalanan udara, itu merupakan pengalaman pertama Noormiliyani menggunakan helikopter.

“Sensasi naik helikopter berbeda dengan pesawat udara, karena kecil dan cukup bising. Namun demikian, saya masih kuat dan tidak mengalami mabuk udara,” jelas Noormiliyani.

Di sisi lain, jumlah kebakaran hutan dan lahan di Batola menurun drastis dibanding 2019. Sejak Agustus 2020, jumlah kebakaran tak sampai menyentuh 20 kejadian dengan luasan kurang dari 20 hektar.

Sebaliknya sepanjang 2019, telah terjadi 164 kebakaran yang menghanguskan 999,8 hektar hutan dan lahan di Bumi Selidah.

“Situasi yang paling mempengaruhi adalah kemarau basah. Kemudian kesadaran masyarakat juga membaik,” beber Sumarno.

“Selain dari BNPB dan BPBD, penurunan ini juga disebabkan kesiapsiagaan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan di desa maupun perusahaan perkebunan,” sambungnya.

Kendati demikian, Batola juga sudah memasang status siaga darurat banjir, angin puting beliung dan cuaca ekstrem, “Status ini berlaku sejak 1 November 2020 hingga 2 Februari 2021,” tandas Sumarno.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Batola

Momentum HUT Bhayangkara, Puluhan Anggota Polres Batola Naik Pangkat

Batola

Digandeng Diskoperindag Batola, Pekerja Bengkel Las Bikin Alat Cuci Tangan Portabel

Batola

Geger Dikira Hilang, Nenek di Anjir Pasar Batola Ternyata Kesasar

Batola

Anjir Muara Batola Dilanda Api Lagi, Dua Rumah Ludes

Batola

Kendalikan Covid-19, Acara Pemkab Batola Dianjurkan Wajib Rapid Antigen

Batola

Buka Selama Malam Bulan Puasa, Warga Kecam Pemilik Warung di Desa Batik Batola
apahabar.com

Batola

Masuki Tahun Keempat Kepemimpinan, Noormiliyani Tekankan Kalimat Inspirasi Presiden AS

Batola

Kasus Suami Bunuh Istri di Rantau Badauh Batola, Korban Dikenal Pekerja Keras
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com