Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Akhirnya Dapat Buku Nikah, Pasangan dari Tamban Batola ini Tak Lagi Kebingungan

- Apahabar.com Senin, 30 November 2020 - 19:01 WIB

Akhirnya Dapat Buku Nikah, Pasangan dari Tamban Batola ini Tak Lagi Kebingungan

Bupati Barito Kuala, Hj Noormiliyani AS, menyerahkan buku nikah kepada pasangan Yani dan Sarina, Senin (30/11). Foto: Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Sempat kebingungan melengkapi dokumen kependudukan, pasangan Yani (51) dan Sarina (40) bisa bernapas lega pasca termasuk program isbat nikah.

Sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, isbat nikah yang diinisiasi Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil), Pengadilan Agama dan Kementerian Agama Batola kembali dilakukan.

Dalam tahap pertama, terdapat 34 dokumen yang diperuntukkan sejumlah pasangan di Kecamatan Tamban, Mekarsari dan Tabunganen.

Mereka terdiri dari 26 pasangan yang berdomisili di Tamban, 10 pasangan dari Mekarsari dan 2 pasangan dari Tabunganen.

Dokumen berupa buku nikah, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran itu diserahkan kepada beberapa perwakilan oleh Bupati Hj Noormiliyani AS, Senin (30/11).

“Senang sekali bisa mengikuti program ini, karena kami memang sudah lama mengharapkan bukti sah pernikahan,” ungkap Yani, warga Desa Purwosari Baru di Kecamatan Tamban.

Sedianya pernikahan Yani dengan Sarina sudah sah berdasarkan agama dan negara. Namun mereka tidak memiliki bukti hukum, lantaran buku nikah telah hangus terbakar di pertengahan 1998.

“Sekitar setengah bulan setelah menikah, rumah kami terbakar. Selain harta benda, beberapa dokumen tidak dapat diselamatkan, termasuk buku nikah,” timpal Sarina.

“Sekarang kami tak lagi kebingungan melengkapi dokumen. Bahkan berbarengan dengan penyerahan buku nikah, anak kami juga mendapatkan Akta Kelahiran,” imbuhnya.

Program ini telah berjalan sejak September 2019, terutama menyasar kecamatan-kecamatan yang berjarak cukup jauh dari Pengadilan Agama di Marabahan.

“Dengan putusan isbat nikah, perkawinan telah resmi tercatat. Ini juga berarti memberi perlindungan hukum terhadap hak-hak suami, istri maupun anak-anak dalam perkawinan tersebut,” jelas H Jakuinuddin, Kepala Disdukcapil Batola.

Sebelumnya tercatat 38 pasangan yang mendaftarkan diri mengikuti sidang. Namun setelah diverifikasi, hanya 34 pasang yang memenuhi persyaratan.

“Sidang isbat nikah dilakukan karena pernikahan belum atau tanpa dicatat, serta tak punya akta nikah dengan penyebab keterbatasan biaya, hilang atau terlalu jauh dari KUA,” imbuhnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Batola

Amankan Ribuan Aset Daerah, Kantor Pertanahan Batola Dapat Jempol dari KPK
apahabar.com

Pemkab Batola

Bidan Dominasi Jabatan Fungsional Tertentu di Batola
apahabar.com

Pemkab Batola

Diserahkan via Video, Batola Raih WTP Kelima
apahabar.com

Pemkab Batola

Rapid Test di Pasar Wangkang, Pedagang Main Kucing-kucingan
apahabar.com

Pemkab Batola

Soal Seragam Non ASN, Noormiliyani Memegang Setara
apahabar.com

Pemkab Batola

Baru Peroleh Rp39 Miliar, Pemkab Batola Digaet Kanwil Dirjen Pajak
apahabar.com

Pemkab Batola

Dapat Ponten Bagus, Marabahan Kembali Incar Adipura
apahabar.com

Pemkab Batola

DPRD Batola Rampungkan Dua Raperda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com