Mobil Terbelah dan Terbakar Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen Latihan Dasar Pramuka di HST, Petakan Daerah Rawan Bencana Bupati Arifin Arpan Minta Maaf, Tak Ada Arakan Pengantin di HUT Tapin Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Aksi Ambil Untung Investor Picu IHSG Akhir Pekan Melemah

- Apahabar.com Jumat, 20 November 2020 - 17:45 WIB

Aksi Ambil Untung Investor Picu IHSG Akhir Pekan Melemah

Ilustrasi IHSG. Foto-Kompas.com/Garry Lotulung

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan ditutup melemah.

Pelemahan IHSG didominasi dipicu aksi ambil untung oleh para investor.

IHSG Jumat (20/11) sore ditutup melemah 22,4 poin atau 0,4 persen ke posisi 5.571,66. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,22 poin atau 0,25 persen menjadi 884,9.

“Profit taking terjadi setelah euforia penetapan BI 7DRR yang diturunkan sebesar 25 bps demi meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional,” kata analis Bina Artha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Selain itu, lanjut Nafan, aksi ambil untung juga terjadi seiring hasil pengumuman neraca transaksi berjalan (current account) kuartal III 2020 yang berhasil mengalami surplus sebesar 1 miliar dolar AS dan melampaui ekspektasi pasar.

Dibuka menguat, IHSG naik turun di sesi pertama perdagangan.

Pada sesi kedua, IHSG tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, 3 sektor meningkat dimana sektor infrastruktur naik paling tinggi yaitu 0,88 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor aneka industri masing-masing 0,85 persen dan 0,18 persen.

Sedangkan 7 sektor terkoreksi dimana sektor pertambangan paling dalam yaitu minus 1,18 persen, diikuti sektor konsumer dan sektor properti masing-masing minus 1,09 persen dan minus 0,78 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau “net foreign sell” sebesar Rp433,69 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.021.285 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,8 miliar lembar saham senilai Rp12,27 triliun.

Sebanyak 201 saham naik, 259 saham menurun, dan 161 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 106,97 poin atau 0,42 persen ke 25.527,37, indeks Hang Seng naik 94,57 poin atau 0,36 persen ke 26.451,54, dan indeks Straits Times meningkat 35,18 poin atau 1,27 ke 2.812,18.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tunggu The Fed, Rupiah Melemah Tipis 0,07 Persen
apahabar.com

Ekbis

Dampingi Jokowi, Bahlil Bahas Peluang Investasi Australia di Indonesia
apahabar.com

Ekbis

Khawatir Gelombang Ke-2 Covid-19, Bursa Saham Tokyo Ditutup Turun
apahabar.com

Ekbis

Pertamax Cs Turun, Pengusaha Kalsel Kecipratan Untung
apahabar.com

Ekbis

Saham di Wall Street Jatuh, Indeks Dow Jones Merosot 130,4 Poin
apahabar.com

Ekbis

Travel Wi-Fi Sudah 13 Ribu Kali ‘Keliling Bumi’
apahabar.com

Ekbis

Di Masa Pandemi, BEI: Optimisme Pasar Akan Terus Dijaga
apahabar.com

Ekbis

Usai Diundang CNBC, Mardani H Maming Berbagi Tips Sukses di Malang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com