Sejumlah Guru di Banjarbaru Positif Covid-19, Aktivitas 2 Sekolah Dihentikan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan Tak Seberuntung THM, Pembukaan Siring Pierre Tendean Ditunda Lagi Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga

Aksi Kecam Presiden Perancis di Kalsel, Ratusan Pendemo Disambut Kesenian Sinoman Hadrah

- Apahabar.com Jumat, 6 November 2020 - 14:11 WIB

Aksi Kecam Presiden Perancis di Kalsel, Ratusan Pendemo Disambut Kesenian Sinoman Hadrah

Aksi kecam Presiden Perancis di Kalsel, ratusan pendemo disambut Kesenian Sinoman Hadrah. Foto-apahabar.com/M Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan massa aksi kecam Presiden Perancis Emanuel Macron di depan Sekretariat DPRD Kalsel disambut dengan Kesenian Sinoman Hadrah.

Sinoman Hadrah adalah salah satu seni tradisional khas Banjar yang bernafaskan Islam.

Penyambutan massa dengan Sinoman Hadrah ini bertepatan dengan Rabiul Awal 1442 Hijriah.

Berdasarkan pantauan apahabar.com di lapangan, ratusan massa membawa sejumlah peralatan aksi di antaranya seperti pengeras suara, spanduk, hingga bendera tauhid.

Sampai berita ini ditulis, ratusan massa masih menyuarakan aspirasi di depan Sekretariat DPRD Kalsel

Sebelumnya, Polisi Daerah Kalimantan Selatan menurunkan sebanyak 750 personel dalam pengamanan Aksi Damai Cinta Nabi Bela Nabi di depan Sekretariat DPRD Kalsel, siang ini.

Di mana, aksi demonstrasi ini merupakan buntut dari pernyataan Presiden Perancis Emanuel Macron tentang Islam dan posisinya terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW.

“Kita sudah melakukan antisipasi dengan menurunkan 750 personel,” ucap Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Moch Noor Subchan kepada apahabar.com via WhatsApp, Jumat (6/11) siang.

Seluruh personel tersebut, kata dia, merupakan gabungan dari Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin.

Dalam menjalankan tugas, aparat keamanan di lapangan dilengkapi dengan peralatan kegiatan antisipasi unjuk rasa.

“Sebelum Salat Jumat tadi kita sudah apel pasukan. Untuk peralatan sama seperti biasa,” katanya.

Ia mengimbau agar massa yang menyampaikan aspirasi tetap tertib dan menjaga kondusifitas masyarakat di Kalsel.

“Intinya polisi tidak pernah melarang untuk melakukan demo,” pungkas.

Sekedar diketahui, aksi protes terhadap pernyataan Presiden Perancis Emanuel Macron tentang Islam dan posisinya terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad terus berlangsung di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Di Kalimantan Selatan, sejumlah massa mengatasnamakan Forum Silaturahim Majelis Ta’lim Banjarmasin akan melakukan aksi damai di depan Sekretariat DPRD Kalsel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun apahabar.com, aksi damai dengan tema Cinta Nabi Bela Nabi itu akan berlangsung pada hari ini, Jumat (6/11) sekira pukul 13.30 Wita.

Massa akan berkumpul di Halaman Parkir Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Jalan Merdeka dan akan melakukan longmarch menuju Sekretariat DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Aksi kecam Presiden Perancis di Kalsel, ratusan pendemo disambut Kesenian Sinoman Hadrah. Foto-apahabar.com/M Robby

Koordinator Lapangan Aksi Damai Cinta Nabi Bela Nabi, Akhyar mengatakan Nabi tak akan marah ketika pribadinya dihina.

Namun sebagai ummat yang dicintainya dan mencintainya lebih dari apapun di semesta, menurutnya, maka rasa marah ketika Nabi dihina adalah kepastian nyata.

“Andai orang tua kita dihina saja kita menjadi marah, terlebih lagi Nabi Muhammad dihina. Padahal keperluan kita kepadanya, lebih dari keperluan kita pada orang tua kita,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Perancis perlu diingatkan bahwa kehormatan Nabi bagi Muslim sangat berarti, jauh melebihi nilai nyawa.

“Perancis mungkin lupa, bukan hanya sekali mereka menguji diri mereka dalam hal yang tak mungkin mereka menangkan. Tak ada satupun sebab tak berakhir dengan akibat. Prancis sudah memantik sebabnya,” pungkasnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Macron telah membuat banyak Muslim di dunia marah karena menyebut Islam sebagai ‘agama dalam krisis di seluruh dunia’ dan dengan keras membela kebebasan berbicara yang oleh sebagian orang dianggap menghina dan menyulut kemarahan.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah terjadi dua serangan di Perancis, yang dipicu oleh kartun Nabi Muhammad.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mengintip Kehusyukan Idul Adha Warga Meratus
apahabar.com

Kalsel

2000 Bibit Pohon Hijaukan Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Kalsel

4 Kolektor, Perampas Mobil di Banjarmasin Memelas Minta Keringanan
apahabar.com

Kalsel

2020 Jalan Bebas Hambatan Banjarbaru-Batulicin Bisa Dilewati, Dewan Pesimistis Gunakan APBN
apahabar.com

Kalsel

1 Positif Covid-19, Puluhan Pegawai BKPSDM Kotabaru Diswab
apahabar.com

Kalsel

Libur Lebaran, Pemko Banjarmasin Targetkan Kenaikan 10 Persen Wisatawan
apahabar.com

Kalsel

Dibuka Bupati Tapin, Musik Dayak Meratus Ramaikan Tapin Art Festival
apahabar.com

Kalsel

Kisruh Plasma Sawit Tak Dibayar, DPRD Tapin Panggil PT KIU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com