Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan

Aktivitas Manufaktur Mulai Menggeliat, Rupiah Menguat

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 11:36 WIB

Aktivitas Manufaktur Mulai Menggeliat, Rupiah Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto: CNBC Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (3/11) pagi menguat.

Penguatan rupiah seiring mulai menggeliatnya aktivitas manufaktur di negara-negara besar.

Pada pukul 9.18 WIB, rupiah bergerak menguat 37 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp14.603 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.640 per dolar AS.

“Sentimen pasar terlihat cukup positif pagi ini. Indeks saham Korea dan Australia terlihat menguat, nilai tukar emerging market di Asia juga terlihat menguat terhadap dolar AS,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa (3/11) dilansir Antara.

Menurut Ariston, pasar menanggapi positif data survei indeks aktivitas manufaktur negara besar yang positif seperti, Amerika Serikat, Eropa, China, dan Jepang, yang dirilis kemarin.

Data ekonomi AS kian membaik dimana markit manufacturing PMI final Oktober 53,4 dari sebelumnya 53,3, Dari Eropa, markit manufacturing PMI Oktober berbagai negara juga meningkat antara lain Italy 53,8 dari sebelumnya 53,2, Prancis 51,3 dari sebelumnya 51, Jerman 58,2 dari sebelumnya 58 dan Euro Area 54,8 dari sebelumnya 54,4.

“Sentimen positif ini bisa mendorong penguatan rupiah hari ini terhadap dolar AS,” ujar Ariston.

Sementara itu, lanjut Ariston, pemilu AS kelihatannya belum mempengaruhi arah harga karena kedua kandidat menunjukkan perbedaan polling yang ketat.

Dari polling, pasar lebih mendukung Biden untuk menang. Namun demikian ini berdampak pada pergerakan harga yang terlihat berkonsolidasi dalam kisaran yang sempit.

“Dari dalam negeri, situasi juga masih terkendali pasca demo dan UU Cipta Kerja sudah disahkan kemarin. Kedua hal tersebut memberikan sentimen positif ke rupiah,” kata Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.550 per dolar AS hingga Rp14.700 per dolar AS.

Pada Senin (2/11) lalu, rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.640 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

UC Browser – Alibaba Cloud Berdayakan UKM Hadapi Transformasi Digital
apahabar.com

Ekbis

Biaya Transfer Uang Turun, Ini Paparan BI
apahabar.com

Ekbis

Arus Peti Kemas Turun, Pelindo III Banjarmasin Bantah Imbas Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Mencari Jawara Dunia Games Campus League di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Keringanan Pembayaran Pajak Bermotor, Daerah Raup Rp5 Miliar
Bjb

Ekbis

Tingkatkan Transaksi Digitalmu, Siap-Siap Dapat Hadiah dari Bank Bjb
apahabar.com

Ekbis

HUT Ke-2, KDM Sehati Rayakan dengan Sharing Peningkatan Kualitas Diri
apahabar.com

Ekbis

Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com