BREAKING! KPK Geledah Rumah Bupati HSU, Spanduk Panjang Membentang Digeledah KPK, Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Jadi Tontonan Warga Terungkap, Keberadaan Bupati HSU Abdul Wahid Saat Penggeledahan KPK Kronologi Lengkap Penggeledahan KPK di Rumah Bupati HSU Abdul Wahid Rumahnya Digeledah KPK, Bupati HSU Abdul Wahid Menghilang

Anak-Anak di Banjarmasin Makin Rentan Penyakit, Imunisasi Tersendat Pandemi

- Apahabar.com     Rabu, 11 November 2020 - 15:40 WITA

Anak-Anak di Banjarmasin Makin Rentan Penyakit, Imunisasi Tersendat Pandemi

Sampai September kemarin, meminjam data Dinkes Banjarmasin, imunisasi baru mencapai 51 persen. Foto: Detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membikin imunisasi di Kota Banjarmasin tersendat.

“Kita sadar betul karena pandemi, program imunisasi terkendala,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi, Rabu (11/11).

Imunisasi adalah proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap pelbagai penyakit.

Akibat imunisasi yang tersendat pandemi, Dinkes kuatir itu berpengaruh signifikan pada sistem kekebalan anak.

Sampai September kemarin, meminjam data Dinkes Banjarmasin, imunisasi baru mencapai 51 persen.

Capaian itu cukup jauh dari target Pemkot Banjarmasin yakni 70 persen.

Kota Banjarmasin masih di bawah Banjarbaru dari 13 kabupaten/Kota terkait realisasi imunisasi.

Selama pandemi, diakui Machli, masyarakat jadi enggan berkunjung ke Puskesmas karena ancaman Covid-19.

“Baru di awal Agustus menggencarkan kembali program imunisasi itu,” ucapnya.

Lantas, bagaimana caranya mengejar target ketinggalan?

Dinkes, kata Machli, akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan kader Posyandu melakukan sosialisasi.

Terlebih, Machli memastikan para tenaga kesehatan di rumah sakit atau puskesmas juga bakal dilibatkan.

Hal itu mengingat kurva kasus Covid-19 di 52 kelurahan seluruh Banjarmasin mulai melandai.

“Kita fokus ke program seperti imunisasi karena itu hak bagi anak dan kewajiban kita untuk memenuhinya,” ucapnya.

Wajib hukumnya, kata dia, setiap anak mengikuti imunisasi untuk mempercepat proses pertumbuhan.

“Suatu saat apabila ada wabah maka tidak bisa menanganinya dengan cepat,” imbuhnya.

Sampai hari ini Covid-19 masih membayangi aktivitas warga di Banjarmasin.

Adapun kasus terkonfirmasi positif mencapai 3.560 orang. Di antaranya 79 kasus aktif yang pasiennya menjalani karantina dan isolasi mandiri.

Sementara 3242 pasien dilaporkan sembuh dan 167 orang di antaranya meninggal dunia akibat Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Video: Api di Pelambuan, Nenek Syamsiah Cuma Punya Baju di Badan
DPC Demokrat Tala

Kalsel

DPC Demokrat Tala Istikamah Dukung AHY Sesuai Hasil Kongres V
apahabar.com

Kalsel

Peduli Pejuang Informasi, Kajari Kotabaru Sumbang Cairan Hand Sanitizer
apahabar.com

Kalsel

Cuaca Kalsel Hari ini, Warga di Banjarmasin Patut Waspada
apahabar.com

Kalsel

Update 20 Mei: Sehari, Kalsel Tambah 64 Pengidap Baru
Hakim, Penjual Es Dawet Di Tapin yang Rindu Kampung Halaman

Kalsel

Hakim, Penjual Es Dawet di Tapin yang Rindu Kampung Halaman
apahabar.com

Kalsel

Program Hapus Seribu Jamban Terapung Pemkab Banjar Berlanjut
apahabar.com

Kalsel

Bupati Banjar Ingatkan Instansi Terkait Waspada Karhutla
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com