BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Anak-Anak di Banjarmasin Makin Rentan Penyakit, Imunisasi Tersendat Pandemi

- Apahabar.com Rabu, 11 November 2020 - 15:40 WIB

Anak-Anak di Banjarmasin Makin Rentan Penyakit, Imunisasi Tersendat Pandemi

Sampai September kemarin, meminjam data Dinkes Banjarmasin, imunisasi baru mencapai 51 persen. Foto: Detik.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 membikin imunisasi di Kota Banjarmasin tersendat.

“Kita sadar betul karena pandemi, program imunisasi terkendala,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, Machli Riyadi, Rabu (11/11).

Imunisasi adalah proses untuk membuat seseorang imun atau kebal terhadap suatu penyakit.

Proses ini dilakukan dengan pemberian vaksin yang merangsang sistem kekebalan tubuh agar kebal terhadap pelbagai penyakit.

Akibat imunisasi yang tersendat pandemi, Dinkes kuatir itu berpengaruh signifikan pada sistem kekebalan anak.

Sampai September kemarin, meminjam data Dinkes Banjarmasin, imunisasi baru mencapai 51 persen.

Capaian itu cukup jauh dari target Pemkot Banjarmasin yakni 70 persen.

Kota Banjarmasin masih di bawah Banjarbaru dari 13 kabupaten/Kota terkait realisasi imunisasi.

Selama pandemi, diakui Machli, masyarakat jadi enggan berkunjung ke Puskesmas karena ancaman Covid-19.

“Baru di awal Agustus menggencarkan kembali program imunisasi itu,” ucapnya.

Lantas, bagaimana caranya mengejar target ketinggalan?

Dinkes, kata Machli, akan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan kader Posyandu melakukan sosialisasi.

Terlebih, Machli memastikan para tenaga kesehatan di rumah sakit atau puskesmas juga bakal dilibatkan.

Hal itu mengingat kurva kasus Covid-19 di 52 kelurahan seluruh Banjarmasin mulai melandai.

“Kita fokus ke program seperti imunisasi karena itu hak bagi anak dan kewajiban kita untuk memenuhinya,” ucapnya.

Wajib hukumnya, kata dia, setiap anak mengikuti imunisasi untuk mempercepat proses pertumbuhan.

“Suatu saat apabila ada wabah maka tidak bisa menanganinya dengan cepat,” imbuhnya.

Sampai hari ini Covid-19 masih membayangi aktivitas warga di Banjarmasin.

Adapun kasus terkonfirmasi positif mencapai 3.560 orang. Di antaranya 79 kasus aktif yang pasiennya menjalani karantina dan isolasi mandiri.

Sementara 3242 pasien dilaporkan sembuh dan 167 orang di antaranya meninggal dunia akibat Covid-19.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

hentakan

Kalsel

Dikira Boneka, Penemuan Jasad Bayi Larut di Sungai Hantakan HST Lengkap Tali Pusar
apahabar.com

Kalsel

Potensi Hujan Terlihat, Kalsel Tetap Rawan Karhutla Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Dapat Jatah Bangun 4 Puskesmas Modern
apahabar.com

Kalsel

Kisah Jemaah Kotabaru Melawan Sakit Demi ke Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Orang di Pelaihari Di-Rapid Test, Belasan Reaktif!
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu 52 Orang, Satui Tertinggi 
apahabar.com

Kalsel

Belasan Paket Sabu dan Ineks Siap Edar Disita dari Pemuda Binuang
apahabar.com

Kalsel

Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Pastikan Tiadakan Salat Id
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com