Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Anggota DPRD Kalsel Tak Temui Massa Aksi Kecam Presiden Prancis

- Apahabar.com     Senin, 9 November 2020 - 13:06 WITA

Anggota DPRD Kalsel Tak Temui Massa Aksi Kecam Presiden Prancis

Aksi Kecam Presiden Prancis di depan Kantor DPRD Kalsel. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan massa yang terhimpun dalam sejumlah organisasi masyarakat dan keagamaan melakukan aksi unjuk rasa di Depan Sekretariat DPRD Kalsel, Senin (9/10) siang.

Aksi protes ini seiring dengan pernyataan Presiden Perancis Emanuel Macron tentang Islam dan posisinya terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Namun, tak ada satu orang unsur pimpinan maupun anggota DPRD Kalsel yang menemui massa. Walhasil massa hanya ditemui Sekretaris DPRD Kalsel Rozaniansyah.

“Mohon maaf, ketua langsung memberi kabar, masing-masing anggota dewan sudah terdaftar di Badan Musyawarah (BANMUS),” ucap Rozaniansyah kepada awak media, Senin (9/11).

Sebagian anggota DPRD Kalsel, kata dia, juga masih melaksanakan tugas. Dari 4 komisi, hanya ada beberapa anggota dewan yang berada di dalam daerah.

“Tadi kita sudah sambut demo. Nanti akan dilaksanakan lewat audiensi saja. Ini akan disampaikan ke Komisi IV,” pungkasnya.

Sebelumnya, terdapat sejumlah pernyataan sikap yang disuarakan ratusan massa tersebut.

Pertama, mereka mengutuk keras aksi penghinaan Nabi Muhammad SAW melalui pemuatan karikatur nabi di majalah Satire Charlie Hebdo dan pemasangan karikatur secara terbuka di gedung Pemerintahan Perancis.

Kedua, menuntut hukuman mati bagi para penghina Nabi Muhammad SAW sebagaimana ketentuan dalam hukum Syariat Islam.

Ketiga, meminta Indonesia sebagai negara terbesar umat Muslim di dunia untuk bersikap tegas, memutus hubungan diplomatik dengan Perancis serta memboikot produk dari negara tersebut.

Keempat, meminta Indonesia tidak hanya memboikot produk dari Perancis, tetapi juga memboikot demokrasi yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Terakhir, Muslim Kalsel menyerukan kepada seluruh komponen umat Islam untuk mengajarkan Islam Kaffah dalam bingkai Khilafah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tunggakan Gaji Pekerja di Tala dan Batola, Intip Langkah Pemerintah
apahabar.com

Kalsel

LPJK Soal Keamanan Sensus Online di Kalsel: Rentan Disalahgunakan

Kalsel

VIDEO: Dini Hari 54 Orang Terjaring Razia Pekat, Kasus Prostusi Online Hingga Pesta Sabu

Banjarmasin

Anak Muda Banjarmasin Bisa Divaksin Covid-19 Gratis Jika Bawa Dua Lansia
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Kucurkan Dana Rp600 Juta untuk STIE Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Berkat IPS, Identitas Jasad Dikira Bangkai Hewan di Batola Terungkap

Kalsel

VIDEO: Beginilah Sekarang Kondisi Sungai Pekapuran Raya Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Peringati HUT Pramuka ke-58, Kwartir Ranting Paringin Gelar Perjusami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com