Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

Anggota DPRD Kotabaru Kritik UU Ciptaker, Cederai Hak Buruh

- Apahabar.com Sabtu, 7 November 2020 - 18:52 WIB

Anggota DPRD Kotabaru Kritik UU Ciptaker, Cederai Hak Buruh

Rabbiansyah, anggota DPRD Kotabaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Disahkannya Omnibus Law Undang-Undang Ciptakerja (UU Ciptaker) mendapat kritik oleh salah satu anggota DPRD Kotabaru, Rabbiansyah atau Roby.

Roby menilai, UU Ciptaker memang menguntungkan bagi kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) karena di dalamnya memangkas birokrasi memudahkan proses perizinan.

Namun di sisi lain, anggota dewan ini menyebut UU Ciptaker justru merugikan atau mencederai hak-hak kalangan buruh.

“UU Ciptaker ini kan ada beberapa klaster. Memang menguntungkan bagi para UMKM, tapi justru di klaster lainnya mencederai hak para buruh,” ujar Roby kepada apahabar.com, Sabtu (07/11).

Dikatakannya, dalam klaster ketenagakerjaan, ada beberapa poin yang turun dari ketentuan yang telah diatur dalam Undang-Undang lama.

Misalnya, yang pertama soal pengupahan. Pengupahan, tidak lagi berdasarkan PP nomor 78 tahun 2015 sesuai dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

Selanjutnya, berkenaan persoalan pesangon. Pesangon tidak ada lagi perhitungan bagi karyawan yang telah bekerja di atas 24 tahun, yang semula akan mendapatkan sepuluh kali bulan upah.

Dalam klaster ketenagakerjaan, bagi pekerja sudah tidak ada lagi terkait dengan syarat PKWT yang dibatasi selama tiga tahun.

“Jadi, pekerja itu dikontrak seumur hidup, dan itu bahasanya juga dibenarkan dalam UU bagi pengusaha,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakanya, khusus untuk di Kotabaru ada sebanyak 50 ribu buruh, atau pekerja. Sehingga, dalam UU Ciptaker, ada tiga poin yang perlu menjadi catatan penting.

“Jadi, di sini, saya perlu luruskan. Sebelumnya ada pemberitaan bahwa pelaku UMKM menyambut baik UU Ciptaker, tapi tidak bagi kalangan buruh,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Sukseskan Program ‘Merdeka Belajar’, Belasan Sekolah di Banjarmasin Bakal Jadi Penggerak
Pilkada

Kalsel

Catat! Warning Kapolda Kalsel Bagi Polisi yang Tak Netral
Vivi Zubedi

Kalsel

Segudang Program Vivi Zubedi untuk Banjarbaru dengan Kocek Pribadi!

Kalsel

Minibus Terbakar di Balangan, Pemilik Nyaris Terpanggang
apahabar.com

Kalsel

Jam Kerja, ASN Pemkot Banjarmasin Malah Keluyuran
apahabar.com

Kalsel

Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Banjarmasin Siapkan Jurus Jitu
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 Bertambah Lagi, Simak Laporan Gugus Tugas Tanbu

Kalsel

Siang Bolong, 4 Rumah Warga Kecamatan Binuang Tapin Terbakar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com