Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Arab Saudi Beri Indonesia Kuota 1.000 Jemaah Umrah Per Hari

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 10:29 WIB

Arab Saudi Beri Indonesia Kuota 1.000 Jemaah Umrah Per Hari

Ket: Ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, MAKASSAR – Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota umrah 1.000 jemaah per harinya.

Hal itu diungkapkan Ketua Kesatuan Tour Travel Umrah dan Haji (Kesthuri) Provinsi Sulawesi Selatan Usman Jasad usai pertemuan terkait biaya umrah di masa new normal bersama Wakil Gubernur Sulsel dan Kanwil Kemenag Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel Makassar, Senin (2/11).

“Tidak ada kuota khusus Sulsel dari pemerintah pusat, karena itu kan kuota nasional. Tentunya Pemerintah Arab Saudi siapkan kuota 1.000 orang dari Indonesia untuk melaksanakan ibadah umroh,” katanya dilansir irham.id.

Kesthuri Sulsel mencatat terdapat 32.494 orang calon jamaah umrah yang tertunda pemberangkatannya akibat Covid-19. Namun pada pelaksanaan umrah di masa new normal, mereka akan menjadi prioritas untuk diberangkatkan.

Usman mengungkapkan kebanyakan calon jamaah yang telah ditanyai menginginkan pelaksanaan ibadah umroh dilakukan setelah adanya vaksin Covid-19.

“Rata-rata jamaah setelah kami tanya mereka banyak yang bilang tunggu vaksin saja lalu berangkat, karena memang situasinya saat ini masih tahap awal sehingga ketentuan pemberangkatan agak mengalami perubahan dibanding sebelumnya,” ujar dia.

Beberapa persyaratan pemberangkatan umroh seperti calon jamaah harus dilengkapi dokumen kesehatan Covid-19, seperti telah tes PCR terlebih dahulu, hanya diperuntukkan bagi jamaah yang tidak memiliki penyakit penyerta yang berpotensi terinfeksi virus corona. Jamaah yang diizinkan hanya berusia antara 18-50 tahun.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni menyampaikan terkait ibadah umroh, Kementerian Agama ingin memberikan perlindungan secara penuh. “Jadi Kementerian Agama ingin memastikan pelaksanaan umrohberjalan dengan baik. Kami belum bisa memastikan secara konsep pemberangkatan perdana berapa banyak,” katanya.

Kesthuri Sulsel yang telah mencoba memberangkatkan jamaah sebanyak 17 orang saat ini akan dijadikan sebagai referensi untuk pemberangkatan umroh di Sulsel. “Sekarang ada 17 orang yang sedang melaksanakan ibadah umroh dari Sulsel dan ini akan menjadi informasi yang baik bagi kami untuk melaksanakan layanan ibadah umrohberikutnya,” kata Khaeroni.

Selain itu, Amphuri Sulawesi Selatan telah memberikan penjelasan dari jamaah yang disiapkan sebanyak 20 orang dan beberapa tidak bisa berangkat karena hasil tes swabnya terlambat. Belum lagi, ada sekitar 80 orang yang sisanya mengalami keterlambatan. Hal semacam ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi Kemenag Sulsel dan seluruh pihak untuk memberikan layanan terbaik bagi jamaah.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Panitia Masak 250 Belek Beras dan 11 Ekor Sapi
apahabar.com

Habar

Haul Habib Basirih, Jemaah Disambut Makanan Gratis
apahabar

Religi

Haul Abah Guru Sekumpul, Ini Gebrakan Kominfo Banjar
apahabar.com

Religi

Karomah Syekh Ali Berau Nampak Saat Gantikan Syekh Jamaluddin Jadi Mufti Banjar
apahabar.com

Habar

70 Relawan Siap Dokumentasikan Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Religi

Khutbah Terakhir Rasulullah, Sahabat Pun Menangis
apahabar.com

Habar

Susun Regulasi, Kemenag RI Sebut Jemaah Umrah yang Diprioritaskan
apahabar.com

Habar

Pengelola Masjid Al Jihad Banjarmasin Batasi Jumlah Sapi Kurban
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com