Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Awal Pekan Cerah, Rupiah Melesat 45 Poin

- Apahabar.com Senin, 16 November 2020 - 10:55 WIB

Awal Pekan Cerah, Rupiah Melesat 45 Poin

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melesat 45 poin. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Awal pekan kedua November, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin (16/11) pagi, melesat 45 poin.

Hari ini rupiah dibuka Rp 14.100 per dolar AS. Angka itu naik 0,32 persen jika dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya rupiah berada pada posisi 14.170 per dolar AS.

Sepanjang minggu kemarin, rupiah menguat 0,28% di hadapan dolar AS secara point-to-point meski sempat merah tiga hari beruntun. Namun mata uang Negeri Paman Sam masih berada di atas Rp 14.100.

Hari ini, sentimen positif buat rupiah datang dari dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data kinerja perdagangan internasional Indonesia periode Oktober 2020 pada pukul 11:00 WIB nanti.

Konsensus pasar seperti dilansir CNBC Indonesia memperkirakan ekspor mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 4,5% pada Oktober 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Sementara impor diperkirakan ambles lebih dalam dengan kontraksi 18,6% YoY. Ini membuat neraca perdagangan surplus US$ 2,22 miliar.

Kali terakhir Indonesia membukukan defisit neraca perdagangan adalah pada April 2020. Selepas itu, surplus neraca perdagangan selalu dalam hitungan miliar dolar AS.

Surplus neraca perdagangan menandakan pasokan devisa dari ekspor-impor aman terkendali. Ini bisa menjadi pijakan bagi rupiah untuk lebih kuat lagi. Ditambah dengan arus modal asing di pasar keuangan yang begitu kencang, rupiah niscaya bakal semakin perkasa.

Sementara dari sisi eksternal, investor menyambut gembira kabar dari Jepang. Pada kuartal III-2020, ekonomi Jepang tumbuh 5% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/QtQ).

Jauh membaik ketimbang kuartal II-2020 yang -8,2% QtQ dan di atas konsensus pasar yang dihimpun Reuters dengan perkiraan 4,4% QtQ.

Sedangkan secara kuartalan yang disetahunkan (annualized), Produk Domestik Bruto (PDB) Negeri Matahari Terbit melonjak 21,4%. Ini adalah rekor tertinggi dalam sejarah modern Jepang.

Lalu dibandingkan kuartal III-2019, ekonomi Jepang masih -5,89% YoY. Namun jauh lebih baik ketimbang kuartal sebelumnya yang -10,29% YoY meski Jepang belumbisa keluar dari jerat resesi.

“Aktivitas ekonomi belum kembali ke level sebelum pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Namun data ini menunjukkan bahwa ekonomi Jepang mampu pulih setelah mencapai dasarnya pada April-Mei,” kata Yasutoshi Nishimura, Menteri Ekonomi Jepang, sebagaimana diwartakan Reuters.

“Kita masih mesti waspada dengan berbagai risiko seperti tren peningkatan kasus positif corona baik di dalam negeri, Eropa, atau AS. Ekonomi memang membaik, tetapi boleh dibilang baru setengah jalan menuju pulih sepenuhnya,” jelas Yasutoshi.

Kabar kebangkitan Jepang mendapat respons positif dari pasar. Keberanian untuk mengoleksi aset-aset berisiko meningkat, sehingga arus modal asing kembali mengalir ke pasar keuangan negara berkembang Asia, termasuk Indonesia.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dilantik MA, Doni Joewono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI
apahabar.com

Ekbis

Covid-19 Melanda, Perusahaan di Kalsel Jangan PHK Pekerja!
apahabar.com

Ekbis

Tsunami PHK, Berikut Daftar Bank yang Kurangi Jumlah Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Antisipasi Tekanan Ekonomi Berlanjut Sampai 2021
apahabar.com

Ekbis

Bongkar Mafia Migas, Ahok: Ada Oknum di Dalam
apahabar.com

Ekbis

Membanggakan, Kopi Kalsel Dilirik di Finlandia
apahabar.com

Ekbis

Tanggapi Pajak Ekonomi Digital, AFPI Berharap Ada Tarif Khusus
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpeluang Menguat Imbas Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com