Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Badai Vamco Terjang Filipina, Ribuan Warga Dievakuasi

- Apahabar.com Sabtu, 14 November 2020 - 16:36 WIB

Badai Vamco Terjang Filipina, Ribuan Warga Dievakuasi

Ribuan warga Filipina dievakuasi setelah badai Vamco menerjang wilayah ini. Foto-Net

apahabar.com, MANILA – Badai Vamco disebut badai paling mematikan yang menghantam Filipina tahun ini. Ribuan warga di provinsi-provinsi yang terdampak badai tersebut segera dievakuasi penjaga pantai dan lembaga penanggulangan bencana setempat.

Dilansir Republika, puluhan kota di wilayah Cagayan, utara kota Manila masih terendam banjir. Pemerintah mengatakan sebagian dari ribuan keluarga yang terdampak bencana terpaksa bertahan di atas atap untuk menghindari banjir yang mencapai lantai dua.

Komandan pasukan penjaga pantai Filipina George Ursabia mengatakan ia telah mengerahkan pasukannya untuk melakukan operasi penyelamatan. Pasukan penjaga pantai juga membawa kendaraan dan perahu karet ke Tuguegarao dan melakukan penyelamatan di daerah sekitarnya.

Badan penanggulangan bencana Filipina melaporkan banjir yang menggenangi provinsi Cagayan disebabkan akumulasi bencana alam, meluapnya air di bendungan dan dataran yang lebih tinggi. Data pemerintah menunjukkan air yang meluap dari Bendungan Magat pada Jumat (13/11) mencapai dua kolam renang ukuran Olimpiade per detik.

Lembah Cagayan yang berpopulasi 1,2 juta orang terdiri dari lima provinsi agrikultural. Badan penanggulangan bencana mengatakan banjir berdampak pada 343 ribu orang dan sekitar 14 ribu orang masih berada di pemukiman sementara.

“Kami yakin butuh waktu lebih dari satu pekan hingga banjir surut, itu pun bila tidak ada hujan susulan,” kata Walikota Tuguegarao Jefferson Soriano pada stasiun radio DZMM, Sabtu (14/11).

Ia menambahkan akses kota yang berpopulasi 163 ribu orang itu terputus oleh banjir. Warga mengunggah foto dan alamat di media sosial untuk meminta pertolongan. Tagar #CagayanNeedsHelp menjadi trending topic di Twitter.

“Kami sudah tiga hari berada di atas atap, kami membutuhkan bantuan dan pakaian karena kami tidak menyimpang apa pun,” kata warga kota Tuguegarao, Ramilo Lagundi pada stasiun radio DZBB.

Lagundi mengatakan ia berada di atas atap rumah seperti ratusan tetangganya yang lain. Badai ke-21 yang menghantam Filipina, Vamco menewaskan 42 orang. Badai tersebut menghancurkan pulau Luzon pada Rabu (11/11) malam.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Duh, Akun Twitter Sejumlah Tokoh Dunia Diretas
apahabar.com

Internasional

Laporan China Ungkap Awal Wabah Corona di Wuhan
apahabar.com

Internasional

Update Covid-19 di AS: 1.761.503 Kasus, 103.700 Kematian
apahabar.com

Internasional

Down, Facebook Pastikan Bukan Akibat Serangan DDoS
apahabar.com

Internasional

Pfizer-BioNTech Mulai Studi Tahap Akhir Kandidat Vaksin Covid-19
joe Biden

Internasional

Jika Electoral College Pilih Joe Biden, Trump Akan Tinggalkan Gedung Putih
apahabar.com

Internasional

Di Tengah Pandemi, 6.000 Warga Rusia di Bali Ingin Dipulangkan
apahabar.com

Internasional

Bank Sentral Eropa Perkenalkan Mata Uang Digital ke 19 Negara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com