Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu

Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD

- Apahabar.com Selasa, 24 November 2020 - 15:30 WIB

Bangun Insinerator di TPA Banjarbakula, Kalsel Optimis Tingkatkan PAD

Kalimantan Selatan kembali mengusulkan izin pembangunan insinerator pada 2021 mendatang. Lokasinya di TPA Banjarbakula. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Sempat tertunda akibat pandemi, Kalimantan Selatan kembali mengusulkan izin pembangunan insinerator pada 2021 mendatang.

Tak hanya sampah medis, insinerator ini juga dapat digunakan untuk membakar limbah konvensional dan infeksius.

“Kita berharap insinerator ini akan menyelesaikan masalah ekologi. Sudah ada TPA dan terbit retribusinya, tahun depan bisa melakukan pengutipan mudahan bisa menjadi sumber pendapatan daerah,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/11) siang.

Pemprov Kalsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar dalam pembangunan insinerator ini.

Bangun Insinerator

Kepala Dinas LH Kalsel Hanifah Dwi Nirwana

Termasuk juga penyusunan analisis dampak lingkungan (Amdal). Sementara, penyusunan detail engineering design (DED) sudah dilakukan pada tahun ini.

“Kenapa mahal, karena kita mencari spesifikasi yang berdaya guna dan punya umur panjang sekitar 10-15 tahun,” sebutnya

insinerator yang dibangun nanti diharapkan dapat melayani banyak jenis limbah. Tidak hanya yang tergolong limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) saja, tetapi juga menyasar limbah perindustrian.

“Kita berharap mereka jadi customer. Sehingga dipilih yang spesifikasinya mix campuran, memuat volume sekitar 300 kilogram,” terangnya

Berdasarkan data DLH Kalsel 2020, tercatat timbulan sampah sebanyak 605.848 ton/tahun yang dikumpulkan dari 11 kota/kabupaten di Kalsel.

0,26 persen di antaranya adalah sampah plastik. Dalam sehari jumlah plastik yang didaur ulang berkisar 179,25 ton.

“Sebenarnya insinerator ada di fasyankes, seperti rumah sakit. Tetapi kapasitas terbatas saat pandemi Covid-19. Itu yang membuat kita berpikir ini penting dan mendesak untuk dibangun,” jelasnya

Hanifah memastikan proses pembakaran limbah pada insinerator tidak akan mencemari udara atau lingkungan sekitar.

Limbah yang dibakar dengan suhu sekitar 800 derajat, secara teknis telah diatur berdasarkan ambang batas dan baku mutu udara ambien.

“Insyaallah tidak (bahaya),” pungkasnya

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Operasi Lilin Intan, Polres Balangan Periksa Urine Supir
apahabar.com

Kalsel

Triwulan I 2019, Korban Kriminalitas Dominasi RSUD Ulin

Kalsel

Dua Kali Dijebol, Portal Jejangkit Diperbaiki Lagi
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kebakaran, Bupati Banjar: Petani Jangan Bakar Jerami Setelah Panen
apahabar.com

Kalsel

S-BAT Kembali Gelar Antasari One Day Trail Adventure
apahabar.com

Kalsel

Pasca Edaran MUI Batola, Belum Semua Mesjid Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

Ukur Kemampuan Prajurit, Kodim 1008 Tanjung Gelar Tes Kesamaptaan
apahabar.com

Kalsel

XXI Banjarmasin Buka, Legislator Kalsel: Keputusan Duta Mall Tidak Tepat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com