Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Belum Belajar Tatap Muka, Begini Kiat SMPN 8 Tamban Batola Selama Pandemi

- Apahabar.com Sabtu, 7 November 2020 - 19:46 WIB

Belum Belajar Tatap Muka, Begini Kiat SMPN 8 Tamban Batola Selama Pandemi

Salah seorang guru SMPN 8 Tamban mengunjungi siswa dalam kegiatan guru kunjung selama pelaksanaan belajar dari rumah. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Sejumlah sekolah di Barito Kuala mulai menjajaki pembelajaran tatap muka. Namun sampai semuanya menjadi keputusan tetap otoritas, SMPN 8 Tamban masih bertahan dengan belajar dari rumah.

Banyak alasan yang membuat beberapa sekolah di Batola berencana memberlakukan pembelajaran tatap muka. Salah satunya keterbatasan fasilitas belajar online maupun jarak jauh.

Pun Pemkab Batola tak melarang kegiatan tersebut, terutama kalau orang tua siswa memberikan izin. Kemudian teknis pelaksanaan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Kami juga harus melihat sisi siswa, terutama kalau orang tua mereka belum mampu membeli handphone android dan kuota. Sekalipun tersedia kuota gratis, tapi tidak semua dapat diakses,” sahut Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Sabtu (7/11).

“Akhirnya kami mengambil kebijakan tersebut. Terlebih pembelajaran tatap muka hanya dilakukan beberapa jam, tergantung dari kesepakatan guru dan orang tua,” imbuhnya.

Kendati sudah memperoleh lampu hijau, tak serta-merta semua sekolah di Batola menggelar kembali pembelajaran tatap muka. Salah satunya SMPN 8 Tamban.

Alasannya sistem yang diterapkan selama pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah, dinilai lebih nyaman, murah, dan disukai orang tua.

“Kami menggunakan sistem berbeda untuk setiap kelas. Kelas 8, misalnya. Diberlakukan sistem guru kunjung dan online,” papar Wawan Setiawan, Kepala Sekolah SMPN 8.

“Sementara untuk kelas 7, diberlakukan sistem julungi kertas atau biasa kami sebut juker Lembar Kerja Harian (LKH). Alhamdulillah sampai sekarang, tidak terdapat masalah dalam pembelajaran,” sambungnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran kelas 8, kegiatan guru kunjung sudah dijadwal sedemikian rupa, mengingat mayoritas pengajar SMPN 8 adalah guru terbang. Sedangkan belajar online, digunakan WhatsApp Group dan Google Form.

“Dari 10 guru, kebetulan hanya kepala sekolah yang berstatus PNS di SMPN 8. Kemudian 3 guru tetap dari honor daerah dan sisanya guru terbang,” urai Wawan.

Lembar Kerja Harian (LKH) untuk siswa SMPN 8 Tamban yang sudah diletakkan di masing-masing meja. Foto: Istimewa

 

Agar siswa kelas 8 tidak terbebani, hanya diberikan dua mata pelajaran selama seminggu. Misalnya minggu pertama matematika dan Bahasa Indonesia. Seminggu berselang baru diberikan mata pelajaran lain.

“Sistemnya adalah setiap Senin dan Selasa, guru memberikan pelajaran teori. Selanjutnya penugasan baru diberikan setiap Rabu,” beber Wawan.

“Kemudian setiap Kamis, guru melakukan kunjungan ke rumah siswa. Kunjungan ini terutama kepada siswa yang kurang mengerti dengan materi pelajaran,” jelasnya.

Sementara untuk mengurangi kerumunan siswa kelas 7, pengambilan LKH di sekolah dilakukan terjadwal per kelompok. Pembagian kelompok menggunakan pertimbangan kedekatan rumah antar siswa.

Setiap kelompok mengambil dan mengembalikan LKH seminggu sekali sesuai jadwal. Mereka dilayani guru piket mulai pukul 08.00 sampai 11.00.

“Setiap LKH ditempatkan di atas meja siswa masing-masing, sehingga mereka hanya tinggal mengambil dan langsung pulang. Demikian pula ketika pengembalian LKH,” tegas Wawan.

“Seandainya tidak mengerti dengan materi pelajaran, mereka dapat bertanya langsung kepada guru piket. Peran guru piket ini mirip customer service di bank,” jelasnya.

Selain guru kelas dan bidang studi, SMPN 8 juga mengaktifkan guru Bimbingan Konseling (BK). Setiap Senin dan Kamis, guru BK berkeliling untuk melihat kondisi siswa di rumah.

“Sasaran utama guru BK adalah siswa yang kurang aktif dalam proses belajar dari rumah. Dengan demikian, penyebab kesulitan siswa dapat diketahui dan selanjutnya dicarikan solusi,” tandas Wawan.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diguyur Hujan, BMKG: Tetap Waspadai Karhutla
Siaga Darurat Banjir di Batola Tak Diperpanjang

Kalsel

Siaga Darurat Banjir di Batola Tak Diperpanjang
apahabar.com

Kalsel

P2TP2A Pulihkan Psikis Korban Budak Seks di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Ketika Polisi di Kandangan Tanam Ribuan Pohon
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari, BMKG Prakirakan 6 Daerah di Kalsel Hujan
apahabar.com

Kalsel

Jenguk Syekh Ali Jaber Pasca Penusukan, Menko Polhukam Mahfud Md: Percayakan pada Aparat
apahabar.com

Kalsel

Detik-Detik Penangkapan Pria di Banjarbaru, Kejar Polisi dan TNI dengan Golok
Sabu

Kalsel

Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com