Sidang Kasus Sabu 300 Kg di Banjarmasin, 4 Terdakwa Terancam Hukuman Mati! Tipu-Tipu Oknum DLH Banjarmasin, Sekantoran Diutangi Ratusan Juta Tipu Belasan Penyapu Jalan, Oknum ASN di Banjarmasin Akhirnya Mengaku! Berstatus Waspada, PVMBG Sebut Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif Kejari Banjarbaru Musnahkan Ratusan Gram Narkotika dan Barbuk Tindak Pidana Tetap Lainnya

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Suara Guguran dari Gunung Merapi Terdengar 7 Kali

- Apahabar.com Sabtu, 21 November 2020 - 00:06 WIB

Berstatus Siaga, BPPTKG Sebut Suara Guguran dari Gunung Merapi Terdengar 7 Kali

Gunung Merapi. Foto-Antara/Hendra Nurdiyansyah/foc

apahabar.com, YOGKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan suara guguran terdengar 7 kali dari Gunung Merapi.

Suara guguran itu berdasarkan periode pengamatan BPPTKG pada Kamis (19/11) mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

“Suara guguran yang terdengar itu merupakan guguran material lama atau lava sisa erupsi terdahulu,” kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Jumat (20/11) dilansir Antara.

Menurut dia, berdasarkan laporan pada periode itu tujuh kali suara guguran di gunung api aktif itu terdengar dengan intensitas lemah hingga keras dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan.

Pada periode itu, BPPTKG juga mencatat 52 kali gempa guguran, 312 kali gempa fase banyak, 29 gempa vulkanik dangkal, serta 44 kali gempa hembusan.

Berdasarkan pengamatan visual, tampak asap berwarna putih keluar dari Gunung Merapi dengan intensitas sedang dengan ketinggian 75 meter di atas puncak.

Laju deformasi Gunung Merapi diukur menggunakan electronic distance measurement (EDM) Babadan rata-rata 12 cm per hari.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dirawat di RSD Wisma Atlet, 3.035 Pasien Covid-19 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Kebijakan Distribusi Subsidi Elpiji 3 Kg Dikaji
apahabar.com

Nasional

Pesawat Milik MAF Jatuh di Danau Sentani, Pilot Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Kapal Rute Surabaya-Balikpapan Terbakar, Ratusan Penumpang Berhasil Dievakuasi

Nasional

Pertemuan Wapres–HRS Digagas, Kiai Ma’ruf Menyambut Baik
apahabar.com

Nasional

Harga Minyak Turun, BBM Masih Dipertimbangkan
apahabar.com

Nasional

Mahasiswi Hubei asal Kalsel Resah dengan Kelanjutan Studi di China
apahabar.com

Nasional

Moeldoko Kutuk Teror yang Menewaskan Pekerja Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com