Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas Hilang Beberapa Hari, Warga Gang Jemaah Banjarmasin Ditemukan Sudah Jadi Mayat Asyik! PNS Banjarmasin Pulang Lebih Cepat Saat Ramadan

Biang Kematian Pria Jorong di Kebun Sawit, Keluarga Yakin Yani Tewas Dibunuh

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 18:25 WIB

Biang Kematian Pria Jorong di Kebun Sawit, Keluarga Yakin Yani Tewas Dibunuh

Penemuan jasad di Jalan Perkebunan Sawit, Desa Sabuhur di Kecamatan Jorong bikin geger warga Kabupaten Tanah Laut (Tala). Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Hingga kini penyebab tewasnya Anang Yani (38), warga Jorong Kabupaten Tanah Laut masih misterius.

Jasad Yani sebelumnya ditemukan tergeletak tak bernyawa di RT 1 Dusun Cempaka Baru, Desa Sabuhur, Minggu (08/12).

Sampai kini penyebab kematiannya tak kunjung menemui titik terang. Lantas, apa kendalanya?

Yani ditemukan tergeletak bersimbah darah oleh seorang karyawan kepala sawit yang melintas.

Awalnya ia diduga sebagai korban kecelakaan lalu lintas. Selain itu telepon genggamnya turut raib.

Kapolsek Jorong Ipda Samsudi menuturkan sehari pasca-kematian Yani, pihaknya sudah menerima laporan dari orang tuanya.

Usai membuat laporan, polisi langsung melakukan visum. Itu untuk mengetahui penyebab luka menganga di dada dan sekujur tubuhnya.

“Hingga kini hasil visum belum kami terima dari rumah sakit Hadji Boejasin Pelaihari,” kata Samsudi kepada apahabar.com, Selasa (17/11).

Visum sendiri guna mengetahui benda apa yang melukai dada korban hingga meninggal dunia.

Sebelumnya jasad Samudi memang direncanakan diautopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin.

Berhubung kondisi covid -19, maka urung terlaksana.

Memang diakui kapolsek pihaknya kesulitan mengungkap kematian Yani.

Terlebih di TKP, kata dia, minim sekali barang bukti yang didapat.

“Saat kejadian tidak ada yang menyaksikan,” ujarnya.

Saat ini polisi baru bisa mengumpulkan barang bukti, seperti baju yang dipakai dan kendaraan korban.

“Melakukan olah TKP, sesuai keterangan para saksi,” ujarnya.

Terpisah, Rusmani kerabat korban masih merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian Yani.

Menurutnya, kematian Yani tidak wajar mengingat luka menganga di dada korban yang cukup dalam.

“Hari ini lebih sepekan menuju hari kepergian almarhum. Tentu keluarga sangat sedih dan menyisakan duka,” katanya.

Namun begitu ia tetap mengapresiasi upaya kepolisian yang terus berupaya mengungkap kematian Yani.

“Tadi malam saya berkomunikasi dengan Polsek Jorong, Ia meyakinkan akan terus berusaha mendalami dan mengumpulkan bukti-bukti atas kasus ini,” papar Rusmani.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PDAM Bersujud Serahkan Dana untuk Korban Kebakaran Pulau Sebuku  
apahabar.com

Kalsel

Berantas DBD, Usaha Dinkes HSS Belum Maksimal
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarmasin Ajak Warga Dukung Agseisa di Indonesia Idol 2019
apahabar.com

Kalsel

Sertifikasi Ratusan Guru Macet, DPRD Kalsel Panggil Dinas Pendidikan
apahabar.com

Kalsel

Pasca Pengesahan RUU Omnibus Law, Perwakilan Buruh Kalsel Konsolidasi Penolakan ke Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Sekda Tala ‘Dicopot’, Sukamta Merasa Berat
apahabar.com

Kalsel

Air Mancur, Pemandangan Baru di Tengah Kota Martapura
apahabar.com

Kalsel

Ini Alasan Penjualan Daging Beku Sulit Berkembang di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com