Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan Jenderal Lapangan Aksi #SaveKPK di Banjarmasin Terluka, Tangan-Kepala Berdarah

Bidang Tanah Diduga Dirusak, Warga Desa Sepakat Tanbu Melapor ke Polda Kalsel

- Apahabar.com Sabtu, 14 November 2020 - 16:56 WIB

Bidang Tanah Diduga Dirusak, Warga Desa Sepakat Tanbu Melapor ke Polda Kalsel

Hotman Naek Simangunsong dari Kantor Advokat Bujino A. Salan selaku Kuasa Hukum Warga Desa Sepakat, Kecamatan Manteweh, Kabupaten Tanah Bumbu. Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Warga Desa Sepakat, Kecamatan Manteweh, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel mengadu ke Kantor Advokat Bujino A. Salan.

Pengaduan tersebut terkait dugaan perusakan bidang tanah dan kebun warga setempat.

Mereka meminta pendampingan hukum atas dugaan perusakan bidang tanah dan kebun warga di Desa Sepakat.

Kuasa Hukum dari Kantor Advokat Bujino A. Salan, Hotman Naek Simangunsong mengatakan Desa Sepakat saat ini masuk dalam wilayah Kecamatan Manteweh, Kabupaten Tanah Bumbu.

Di mana sebelumnya, desa ini berbatasan dengan Dusun Batukemudi, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Kotabaru.

Namun sekarang Desa Sepakat berbatasan dengan Desa Sela Selilau, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu.

Pembagian batas desa tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tanah Bumbu Nomor 188.45/42/PEM/2013 tertanggal 15 Juli 2013 tentang Penetapan Batas Desa Sela Selilau dengan Desa Maju Sejahtera Kecamatan Karang Bintang dan Desa Sepakat, Kecamatan Manteweh, Kabupaten Tanah Bumbu.

Permalasahan ini, kata Hotman, diawali dengan adanya surat pemberitahuan dari oknum Kepala Desa Sela Selilau bernomor 10/SP/DSS/V/2020, tertanggal 4 Mei 2020 tentang Kegiatan Pembatasan Tanah Masyarakat dalam Wilayah Desa Sela Selilau dengan Desa Sepakat.

“Sesuai batas patok BPN yang telah disepakati,” ucap Hotman saat ditemui apahabar.com di Kantor Advokat Bujino A. Salan, Sabtu (14/11) siang.

Kemudian pada 21 Juli 2020, sambung dia, Pemerintah Desa Sepakat bersama Babinsa dan Babinkamtibmas setempat meninjau ke lapangan.

Khususnya terhadap objek lahan atau tanah warga Desa Sepakat yang diduga dirusak oleh oknum Kepala Desa Sela Selilau bersama orang tak dikenal.

“Kebun itu diduga dirusak menggunakan alat berat milik salah seorang warga Desa Karang Bintang. Dengan cara menggali parit yang lebarnya kurang lebih 2 meter dan panjang lebih 2.000 meter,” kata Hotman.

Setelah meninjau lahan atau tanah kebun, perangkat desa serta masyarakat melakukan inventarisir kepemilikan atas tanah atau lahan kebun warga yang diduga dirusak tersebut.

Ternyata lahan atau tanah dan kebun yang diduga dirusak itu keseluruhan milik warga Desa Sepakat, Kecamatan Manteweh, Kabupaten Tanah Bumbu.

Hal itu dibuktikan kepemilikan sertifikat hak milik yang diperoleh dari Program Transmigrasi tahun 1990 dan Sertifikat Program Transmigrasi Swakarsa Mandiri tahun 1994 serta beberapa surat keterangan tanah (Sporadik).

Melihat situasi di lapangan yang mana dugaan perusakan tersebut sangat merugikan warga masyarakat Desa Sepakat, maka kepala desa melayangkan surat kepada pemerintah Desa Sela Selilau dengan nomor surat P/140/544/DS-VII/PEM/2020, tertanggal 22 Juli 2020 tentang Penghentian Kegiatan Penggalian Parit Tapal Desa antara Desa Sela Selilau Kecamatan Karang Bintang dengan Desa Sepakat Kecamatan Manteweh.

Selanjutnya Oknum Kepala Desa Sela Selilau mengirimkan surat kepada Pemerintah Desa Sepakat bernomor P/140/122/SP-DSS/VII/2020 tertanggal 7 Agustus 2020 yang mana tujuannya menahan dan menghentikan seluruh aktivitas apapun warga Desa Sepakat di wilayah Desa Sela Selilau.

“Akibat peristiwa itu, warga Desa Sepakat tidak dapat melakukan panen atas hasil kebun sawit dan karet terhitung sejak Agustus tahun 2020. Masyarakat diduga dihalang-halangi, dilarang beraktivitas memanen oleh oknum Kepala Desa Sela Selilau,” bebernya.

Sehingga kerugian yang diderita warga Desa Sepakat atas tindakan oknum kepala desa yang diduga melakukan perbuatan melawan hukum tersebut mencapai Rp 1,3 miliar.

Pihaknya sudah melaporkan dugaan perusakan bidang tanah dan kebun warga Desa Sepakat ini ke Mapolda Kalsel.

“Atas peristiwa tersebut dapat disimpulkan sementara perbuatan oknum Kepala Desa Sela Selilau beserta oknum-oknum yang tidak dikenal, masuk dalam perbuatan tindak pidana perusakan seperti diatur dalam Pasal 406 KUHP. Berhubung dilakukan bersama-sama, maka masuk juga dalam kualifikasi tindak pidana yang dilakukan bersama-sama sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHP,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Miliki Sabu, Honorer Desa dan Pedagang Soto Digelandang Polsek Anjir Pasar
apahabar.com

Hukum

Duh, Ibu Muda Tega Bayinya Disantap Anjing
apahabar.com

Hukum

Mengejutkan, Pemasukan Komplotan Pengedar Konten Pornografi di Tamban Batola
apahabar.com

Hukum

Polisi Buru Pelaku Penusukan Sopir Pribadi Keluarga Bupati Barito Utara
apahabar.com

Hukum

Dugaan Korupsi Balittra Banjarbaru, Jaksa Kunci Tiga Tersangka
apahabar.com

Hukum

Sudah Bau Tanah, Pria di Amuntai Masih Edar Sabu
apahabar.com

Hukum

Tragis, Pegawai Kampus di Banjarbaru Dianiaya Wakar hingga Tewas
apahabar.com

Hukum

Berniat Mencuri, Mantan Napi Masuk Bui Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com