Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

BMKG Kalsel Prediksi Puncak Musim Hujan Hingga La Nina di Awal 2021

- Apahabar.com Sabtu, 14 November 2020 - 11:40 WIB

BMKG Kalsel Prediksi Puncak Musim Hujan Hingga La Nina di Awal 2021

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan memprediksi puncak musim hujan terjadi pada Januari hingga Februari 2021 mendatang. Selain itu, fenomena La Nina juga terindikasi pada waktu yang sama.

“Fenomena La Nina mulai terindikasi dari September lalu dan diperkirakan masih berlangsung hingga Februari 2021. Namun perlu diperhatikan La Nina tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan musim penghujan,” ungkap Staff Operasional Forecaster BMKG Kalsel, Rizqi Nur Fitriani, kepada apahabar.com, Sabtu (14/11).

Hingga seminggu ke depan, sebagian wilayah Kalsel diperkirakan berawan dan berpotensi hujan. Data klimatologi menunjukkan peningkatan curah hujan pada bulan ini terjadi di sebagian wilayah Barat dan Utara Kalsel yaitu Tanah Laut, Banjar, Banjarbaru, Banjarmasin, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah Balangan dan Tabalong.
“Bencana banjir harus tetap diwaspadai setiap musim penghujan datang,” imbaunya

Dari prediksi tersebut, warga Kalsel harus waspada akan fenomena cuaca ekstrem hingga Februari 2021 mendatang. La Nina sendiri pernah terjadi pada 2010 dan 2011 lalu.
“Selalu berhati-hati saat bepergian selama musim penghujan. Terutama daerah bukit, gunung dan sekitar sungai,” pesannya

Sebagai informasi, fenomena La Nina merupakan anomali suhu permukaan laut yang terjadi di wilayah Samudera Pasifik bagian Ekuator. Ditandai dengan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.
“Pada saat terjadi La Nina, angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudra Pasifik menguat. Sehingga massa air hangat yang terbawa semakin banyak ke arah Pasifik Barat,” jelasnya

Akibatnya, massa air dingin di Pasifik Timur bergerak ke atas dan menggantikan massa air hangat yang berpindah tersebut. Atau biasa disebut Upwelling. Dengan pergantian massa air itulah, suhu permukaan laut mengalami penurunan dari nilai normalnya.
“Selalu waspada dan hati-hati. Pantau informasi cuaca terupdate di website kami stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id dan instagram @cuacakalsel,” tutupnya

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ribuan Petani Terdampak Covid-19 di Kalsel Diusulkan Terima Bantuan
apahabar.com

Kalsel

Bus Trans Banjarmasin Minim Peminat, Pemkot Dinilai Kurang Sosialisasi
apahabar.com

Kalsel

Era Pemerintahan Jokowi, Dana Bansos Terus Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Sekelumit Kisah Guru Terpapar Covid-19 di Tapin; Ini Bukan Aib
apahabar.com

Kalsel

Kantor Imigrasi Banjarmasin Blacklist Satu Perusahaan Umrah dan Empat Pemegang Paspor
apahabar.com

Kalsel

Letkol Bagus Budi Adrianto Pindah ke Makassar
apahabar.com

Kalsel

Ansharuddin Siap Lanjutkan Jabatan Bupati Balangan

Kalsel

6 Bulan 19 Hari Menjabat Polda Kalsel, Nico Afinta Pamit di Apel Polda Kalsel Terakhir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com