INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang

Booming Tanaman Keladi di Tapin, Pria Ini Rela Berburu Caladium ke Hutan

- Apahabar.com Minggu, 22 November 2020 - 19:20 WIB

Booming Tanaman Keladi di Tapin, Pria Ini Rela Berburu Caladium ke Hutan

Muhammad Badridin (29), salah satu lelaki "penggila" keladi di Tapin. Foto-apahabar.com/Muhamad Fauzi Fadilah

apahabar.com, RANTAU – Di tengah pandemi Covid-19 sekarang, tanaman keladi sedang booming di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Tanaman yang dikenal dengan bahasa latinnya caladium ini banyak tumbuh liar wilayah hutan, dan beragam jenisnya.

Trend caladium di Tapin, tak hanya digandrungi kaum hawa, tapi juga kaum adam.

Mereka pun ikut-ikutan mengoleksi tanaman keladi atau caladium itu.

Muhammad Badridin (29), pemilik Caffe Ruai Rindu di Tapin, termasuk ‘gila’ keladi.

Badridin sampai rela mencari ke hutan di daerah perbukitan untuk sekadar mengisi waktu luang, berburu caladium.

Sejak 3 bulan lalu, selain tanaman lainnya, ada 10 varian kaladi sudah dikumpulankannya. Seperti kaladi putih, kaladi tengkorak, kaladi panah, kaladi darah, kaladi batang hitam.

“Awalnya, karena di Tapin kawan-kawan ramai tanam kaladi, jadi ikutan juga. Dari area persawahan sampai ke hutan di daerah perbukitan aku mencari. Ya, buat koleksi, asyik ternyata. Ya, sekaligus dekor Caffe,” ujarnya.

Untuk hobi barunya itu, jutaan rupiah harus dikeluarkan. Misalnya untuk membeli pot bunga atau pun biaya perburuan. Saking sayangnya dengan kaladi, Ubad, begitu Badridin disapa, tak rela menjual tanaman itu.

“Enggak di jual sayang. Mencarinya susah,” ujarnya sambil tertawa.

Tips dari Ubad untuk pemeliharaan tanaman kaladi agar bisa dilakukan oleh siapa pun. Caranya sangat mudah.

“Cuma berikan tanah yang subur dan rutin untuk di siram, karena sejatinya tanaman itu iklimnya berada di tempat yang lembab,” terangnya.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kasat Polair dan Kapolsek Bati-bati Berganti
apahabar.com

Kalsel

Siap-siap, PDAM Intan Banjar Akan Stop Distribusi Air
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Literasi, Pepusnas RI dan Dispersip Kalsel Adakan Diklat
apahabar.com

Kalsel

Tes Massal di Kotabaru, Belasan Orang Reaktif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Polresta Banjarmasin, Tim RBP Polda Kalsel Bicarakan Inovasi Pelayanan Publik
apahabar.com

Kalsel

Tekan Angka Penderita DBD di 2020, Dinkes Banjarbaru Upayakan Antisipasi Sejak Dini
apahabar.com

Kalsel

Dokter Gadungan Beraksi Lagi, Gadis Bati-Bati Jadi Korban
apahabar.com

Kalsel

Timbangan Pedagang Pasar Marabahan Ditertibkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com