Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

BPKAD Tapin Menanti SKPD Serap 64 Persen Sisa Anggaran Covid-19

- Apahabar.com Jumat, 20 November 2020 - 17:37 WIB

BPKAD Tapin Menanti SKPD Serap 64 Persen Sisa Anggaran Covid-19

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Sufiansyah. Foto-apahabar.com/Fauzi

apahabar.com, RANTAU – Dana refucosing anggaran dana Covid-19 di Kabupaten Tapin lambat, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menanti hingga Desember.

Tercatat, penyerapan anggaran Covid-19 sampai bulan Agustus 2020 lalu sebesar 30.490.281.900 atau 35,62% dari angka Rp 85,5 miliar itu.

“Sampai ini baru antara 35-36 persen terserap. Wajib terserap kalau tidak terserap jadi silva. Kita tunggu sampai Desember,” ujar Kepala BPKAD, Sufiansyah. Kamis (20/11).

“Tugas kita cuma mengalirkan berdasarkan ketentuan, ketika ada permintaan kita salurkan,” tambah Kepala Dinas yang baru menjabat itu.

Catatan apahabar.com dari BPKAD Tapin, anggaran Rp 85,5 miliar itu prioritas untuk Belanja Pencegahan dan Penangan Coivd-19: Pada Bidang Kesehatan sebesar Rp 44.359.467.800 (51,82%) dari Alokasi Dana Covid-19 yang dianggar. Sisanya dialokasikan untuk penanganan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Jabaran dana refucosing yang didapat dianggarkan untuk beberapa SKPD yaitu: Dinas Kesehatan Rp 7.167.614.550 beserta seluruh puskesmas, RSUD Datu Sanggul: Rp 6.831.585.050, BPBD: Rp 1.748.268.200, Dinas Tenaga Kerja: Rp 112.000.000, Dinas Sosial: Rp 206.323.400 tambah 4.500.000.000, Bagian Umum Setda Tapin : 7.031.250.000.

“Selanjutnya untuk BPKAD melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 58.000.000.000 alokasinya untuk penanganan: Bidang Kesehatan Rp 28.500.000.000, Penanganan Dampak Ekonomi Rp.15.500.000.000, Penyediaan Social Safety atau Jaring Pengaman Sosial Rp. 14.000.000.000,” jelas Kepala BPKAD sebelumnya, Samsi, Kamis, (24/9) lalu.

Pelaksanaan penanganannya dilaksanakan oleh SKPD terkait: Dinas Kesehatan, RSUD Datu Sanggul, BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Satpol PP dan Damkar, Dinas Perdagangan, Bagian Perlengkapan, dan Kesra Setda Tapin.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ciptakan Suasana Aman, Bhabinkamtibmas Amankan Penyaluran BLT Tahap 3
Untuk Para CPNS di Banjarmasin, SKB Resmi Ditunda

Kalsel

Untuk Para CPNS di Banjarmasin, SKB Resmi Ditunda

Batola

Covid-19 di Batola, Tersisa 17 Pasien Aktif
apahabar.com

Kalsel

Korban Amukan Si Jago Merah di Sutoyo Dapat Uluran Tangan
apahabar.com

Kalsel

Lebih Ringkas, Motor Pemadam dari Polsek Cerbon Langsung Tarik Perhatian
apahabar.com

Kalsel

Lelang Jabatan di Tabalong, 2 ASN Gagal Lanjut ke Seleksi Kompetensi
apahabar.com

Kalsel

Relawan Pengusaha Muda SHM Bagikan Sembako untuk Korban Banjir di Satui Tanbu
apahabar.com

Kalsel

Rawan PTS Kedaluwarsa, LLDIKTI Kalimantan: Pilih yang Terakreditasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com