Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

BPPTKG: Gunung Merapi di Perbatasan Jateng dan Yogyakarta Mengalami 19 Kali Gempa Guguran

- Apahabar.com Jumat, 13 November 2020 - 10:07 WIB

BPPTKG: Gunung Merapi di Perbatasan Jateng dan Yogyakarta Mengalami 19 Kali Gempa Guguran

Ilustrasi puncak Gunung Merapi. Foto: Antara via Tempo

apahabar.com, YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami 19 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Jumat (13/11) mulai pukul 00:00-06:00 WIB.

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, melalui keterangan resminya di Yogyakarta seperti dilansir Antara, Jumat, menyebutkan 19 gempa guguran itu memiliki amplitudo 5-80 mm dan berlangsung selama 13.6-62.2 detik.

Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga mengalami 18 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-20 mm selama 14.1-30.2 detik, 64 kali gempa hybrid dengan amplitudo 3-30 mm selama 5.41-11 detik, serta 14 gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 40-75 mm selama 11.2-54.6 detik.

Berdasarkan pengamatan visual di puncak Gunung Merapi, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 75 meter di atas puncak kawah.

Cuaca di gunung itu cerah. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 15-20.8 derajat selsius, kelembaban udara 66-89 persen, dan tekanan udara 626.77-687.9 mmHg.

BPPTKG telah menaikkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. Untuk penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata di KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah juga diminta mempersiapkan segala sesuatu yang terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi setiap saat.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Busyro Artikan Sujud Syukur Prabowo Bukan Rayakan Kemenangan
apahabar.com

Nasional

DPD GMNI Kalsel Tolak Revisi UU KPK; Ini Sarat Kepentingan!
apahabar.com

Nasional

Ini Prediksi Harga Mobil Esemka Garuda 1 dan Bima
apahabar.com

Nasional

Nia Ramadhani dan Ola Ramlan bakal Diperiksa Tekait Kosmetik Palsu
7 Siswa Setukpa Lemdik Polri Sukabumi Positif Covid-19

Nasional

7 Siswa Setukpa Lemdik Polri Sukabumi Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

UU KPK Berlaku Hari Ini, Ekonom Bersurat ke Jokowi
apahabar.com

Nasional

Diduga karena Covid-19, Seorang Dokter asal Barito Utara Meninggal di Surabaya
apahabar.com

Nasional

Terkait Instruksi Kapolres Garut, AKP Sulman Mengaku Salah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com