Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Buntut Pernyataan Presiden Perancis, Sejumlah Massa Demo di DPRD Kalsel Siang Ini

- Apahabar.com Jumat, 6 November 2020 - 10:20 WIB

Buntut Pernyataan Presiden Perancis, Sejumlah Massa Demo di DPRD Kalsel Siang Ini

Aksi protes terhadap pernyataan Presiden Perancis Emanuel Macron tentang Islam bakal berlangsung di DPRD Kalsel. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Aksi protes terhadap pernyataan Presiden Perancis Emanuel Macron tentang Islam dan posisinya terkait penerbitan karikatur Nabi Muhammad terus berlangsung di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Di Kalimantan Selatan, sejumlah massa mengatasnamakan Forum Silaturahim Majelis Ta’lim Banjarmasin akan melakukan aksi damai di depan Sekretariat DPRD Kalsel.

Berdasarkan informasi yang dihimpun apahabar.com, aksi damai dengan tema Cinta Nabi Bela Nabi itu akan berlangsung pada hari ini, Jumat (6/11) sekira pukul 13.30 Wita.

Massa akan berkumpul di Halaman Parkir Masjid Raya Sabilal Muhtadin di Jalan Merdeka dan akan melakukan longmarch menuju Sekretariat DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Koordinator Lapangan Aksi Damai Cinta Nabi Bela Nabi, Akhyar mengatakan Nabi tak akan marah ketika pribadinya dihina.

Namun sebagai ummat yang dicintainya dan mencintainya lebih dari apapun di semesta, menurutnya, maka rasa marah ketika Nabi dihina adalah kepastian nyata.

“Andai orang tua kita dihina saja kita menjadi marah, terlebih lagi Nabi Muhammad dihina. Padahal keperluan kita kepadanya, lebih dari keperluan kita pada orang tua kita,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, Perancis perlu diingatkan bahwa kehormatan Nabi bagi Muslim sangat berarti, jauh melebihi nilai nyawa.

“Perancis mungkin lupa, bukan hanya sekali mereka menguji diri mereka dalam hal yang tak mungkin mereka menangkan. Tak ada satupun sebab tak berakhir dengan akibat. Prancis sudah memantik sebabnya,” pungkasnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Macron telah membuat banyak Muslim di dunia marah karena menyebut Islam sebagai ‘agama dalam krisis di seluruh dunia’ dan dengan keras membela kebebasan berbicara yang oleh sebagian orang dianggap menghina dan menyulut kemarahan.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah terjadi dua serangan di Perancis, yang dipicu oleh kartun Nabi Muhammad.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polsek dan Koramil Sungai Loban Jaga Ketat Keamanan Gereja
apahabar.com

Kalsel

Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka
apahabar.com

Kalsel

Insiden di Trans Kalimantan Renggut Nyawa Warga Kelayan
apahabar.com

Kalsel

Dear Warga Tabalong, Adaro Bagi Ribuan Paket Sembako dan Masker
apahabar.com

Kalsel

Satpolairud Polres Tala Sosialisasi Perbup di Desa Asam Asam
apahabar.com

Kalsel

Ops Antik 2019, Polres Tala Tangkap 22 Budak Sabu dan Ekstasi
apahabar.com

Kalsel

Takut Diamuk Orang Keterbelakangan Mental, Warga Minta Polsek Martapura Kota Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Proses Pendaftaran Haji Reguler di Kalsel Tekankan Upaya Pencegahan Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com