3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Catat Sejarah, Yandi Miliki Kelotok Pertama di Bendungan Tapin Perbukitan Dayak Meratus

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 22:16 WIB

Catat Sejarah, Yandi Miliki Kelotok Pertama di Bendungan Tapin Perbukitan Dayak Meratus

Kelotok pertama milik Yandi di Bendungan Tapin perbukitan perkampungan Dayak Meratus, Kamis (5/11). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah.

apahabar.com, RANTAU – Siapa sangka, di area perbukitan meratus masyarakat dayak tepatnya di Bendungan Tapin bisa menggunakan kelotok untuk transportasi.

Selesainya pembangunan Bendungan Tapin yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dan sejak 9 Oktober 2020 sudah mulai dilakukan perendaman.

26 hari sejak saat itu, perlahan air mengisi waduk dan berangsur tenggelamkan serba serbi eks kampung adat warga Desa Pipitak Jaya dan Harakit.

Terendamnya eks kampung sudah seperti danau, salah satu warga di Desa Pipitak Jaya, Yandi pun membeli kelotok untuk transportasi angkut hasil bumi.

Sudah dapat dipastikan Yandi adalah orang pertama yang mencatat sejarah memiliki kelotok di area perbukitan Dayak Meratus Tapin itu. Soalnya tidak ada terlihat kelotok lain yang ada di Bendungan Tapin itu.

Otomatis kelotok milik Yandi jadi tontonan warga lainnya.

Yandi yang masih kaku dengan alat transportasi air itu, berulang kali gagal mengendalikan laju kelotok, sontak mengundang tawa lucu warga di sana pecah.

“Perahu naik gunung. Ternyata luar biasa pemandangan di sini indah sekali. Jikalau nanti dibuka jadi tempat wisata akan rugi kalau tidak berkunjung ke sini,” ujar Yandi sembari senyum senyum senang, usai keliling susur bendungan dengan klotok.

Menurut Yandi, kelotok akan dimanfaatkan untuk mengangkut kemiri di seberang sungai yang kini sudah seperti danau itu.

“Ke depan, sangat berpotensi sebagai wisata unggulan. Tidak hanya panorama alam namun wisata seni budaya juga jadi nilai tambah daya tarik pengunjung nantinya. Sementara untuk cari keminting ok juga,” kata Ogun pemuda setempat, kerabat Yandi menambahkan.

Dari pantauan apahabar.com, waduk yang diperkirakan sekitar 4 bulan lagi akan terisi air dengan maksimal.

Terlihat juga Bendungan Tapin itu menawarkan pemandangan alam dan mungkin nantinya akan menghadirkan pulau-pulau dari puncak perbukitan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

DJP Kalseteng Optimis Penerimaan Pajak Pribadi dan Badan Rp15,85 T Terpenuhi
Dewan Kota Banjarmasin Minta Kasus Narkoba 2 Ons Diberantas

Kalsel

Dewan Kota Banjarmasin Minta Kasus Narkoba 2 Ons Diberantas
apahabar.com

Kalsel

Situs SKPD Marak Diretas Hacker, Diskominfo Banjarbaru: Mungkin Mereka Kecewa
apahabar.com

Kalsel

Wajar Padi Tak Bisa Tumbuh, Dewan Sebut Lahan HPS Bermasalah
apahabar.com

Kalsel

Rizky Febian Sebut Lagu di Album Jejak adalah ‘Mukjizat’
apahabar.com

Kalsel

Catatan Penting Disdik Kota Banjarmasin di Hardiknas 2019
apahabar.com

Kalsel

Bagi Ratusan Masker, Aksi Nyata PDIP Banjarbaru Cegah Covid-19
apahabar.com

Kalsel

KPU RI Disebut Tunjuk Sarmuji sebagai Ketua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com