“Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik Sodorkan 28 Alat Bukti, Korban Banjir Kalsel Mau Gotong Kulkas Rusak ke Pengadilan

Catat Sejarah, Yandi Miliki Kelotok Pertama di Bendungan Tapin Perbukitan Dayak Meratus

- Apahabar.com     Kamis, 5 November 2020 - 22:16 WITA

Catat Sejarah, Yandi Miliki Kelotok Pertama di Bendungan Tapin Perbukitan Dayak Meratus

Kelotok pertama milik Yandi di Bendungan Tapin perbukitan perkampungan Dayak Meratus, Kamis (5/11). Foto-apahabar.com/Muhammad Fauzi Fadilah.

apahabar.com, RANTAU – Siapa sangka, di area perbukitan meratus masyarakat dayak tepatnya di Bendungan Tapin bisa menggunakan kelotok untuk transportasi.

Selesainya pembangunan Bendungan Tapin yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dan sejak 9 Oktober 2020 sudah mulai dilakukan perendaman.

26 hari sejak saat itu, perlahan air mengisi waduk dan berangsur tenggelamkan serba serbi eks kampung adat warga Desa Pipitak Jaya dan Harakit.

Terendamnya eks kampung sudah seperti danau, salah satu warga di Desa Pipitak Jaya, Yandi pun membeli kelotok untuk transportasi angkut hasil bumi.

Sudah dapat dipastikan Yandi adalah orang pertama yang mencatat sejarah memiliki kelotok di area perbukitan Dayak Meratus Tapin itu. Soalnya tidak ada terlihat kelotok lain yang ada di Bendungan Tapin itu.

Otomatis kelotok milik Yandi jadi tontonan warga lainnya.

Yandi yang masih kaku dengan alat transportasi air itu, berulang kali gagal mengendalikan laju kelotok, sontak mengundang tawa lucu warga di sana pecah.

“Perahu naik gunung. Ternyata luar biasa pemandangan di sini indah sekali. Jikalau nanti dibuka jadi tempat wisata akan rugi kalau tidak berkunjung ke sini,” ujar Yandi sembari senyum senyum senang, usai keliling susur bendungan dengan klotok.

Menurut Yandi, kelotok akan dimanfaatkan untuk mengangkut kemiri di seberang sungai yang kini sudah seperti danau itu.

“Ke depan, sangat berpotensi sebagai wisata unggulan. Tidak hanya panorama alam namun wisata seni budaya juga jadi nilai tambah daya tarik pengunjung nantinya. Sementara untuk cari keminting ok juga,” kata Ogun pemuda setempat, kerabat Yandi menambahkan.

Dari pantauan apahabar.com, waduk yang diperkirakan sekitar 4 bulan lagi akan terisi air dengan maksimal.

Terlihat juga Bendungan Tapin itu menawarkan pemandangan alam dan mungkin nantinya akan menghadirkan pulau-pulau dari puncak perbukitan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Latih Kesiapan Personel, Polresta Banjarmasin Ikuti Lomba Sispamkota
apahabar.com

Kalsel

Dua Rumah Rusak Parah, Begini Kronologis Tongkang Tabrak Perumahan Warga di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Pemkot Diminta Jalankan Edaran Kemenkes Soal Biaya Rapid Tes
Avanza

Kalsel

Pesepeda Tewas Ditabrak Avanza di Tabalong, Pengemudi Diduga Lalai
apahabar.com

Kalsel

Kecamatan Pulau Laut Utara Rawan Pelanggaran Pilkada
apahabar.com

Kalsel

5 Ribu Warga Terdampak Banjir di Pelaihari, Jalan hingga Jembatan Terputus
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Pelaihari dan Lima Wilayah di Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

SBC Kumpulkan Dana Donatur ke Keluarga Balita Penderita Tumor di Balangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com