Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

Cegah Stunting Sejak Dini, Simak Pesan Istri Pjs Wali Kota Banjarbaru

- Apahabar.com     Jumat, 6 November 2020 - 13:30 WITA

Cegah Stunting Sejak Dini, Simak Pesan Istri Pjs Wali Kota Banjarbaru

Istri Pjs Wali Kota Banjarbaru saat mengikuti Webinar Parenting. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARBARU – Bunda PAUD Kota Banjarbaru Vonny Rompas Bernhard E Rondonuwu, mengingatkan betapa pentingnya mencegah stunting sejak dini.

Hal itu disampaikanya dalam kegiatan Webinar Parenting melalui Google Meet dalam rangka sosialisasi dan edukasi orangtua terhadap pencegahan stunting.

Kegiatan Webinar Parenting ini merupakan kerja sama Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru dan HIMPAUDI Kota Banjarbaru.

Dengan mengangkat tema Peningkatan Gizi Bagi Ibu dan Balita untuk Pencegahan Stunting.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua HIMPAUDI Kota Banjarbaru Yulia Mawarni.

Bunda PAUD yang juga istri Pjs Wali Kota Banjarbaru, Vonny Rompas Bernhard E Rondonuwu mengatakan bahwa sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Salah satunya adalah stunting, stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang bisa dialami oleh anak-anak yang mendapatkan gizi buruk, terkena infeksi berulang, dan stimulasi psikososialnya tidak memadai,” ujar Vonny beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan perkembangan seorang anak atau balita yang kurang gizi tentunya akan mengalami hambatan kognitif dan kegagalan pendidikan sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas di masa dewasa.

Melihat situasi tersebut, lanjutnya, sebagai orangtua tentunya penting untuk dapat mendeteksi gejala-gejala stunting pada balita sedari dini hingga pencegahannya.

Dijelaskannya, cara mendeteksi anak terkena stunting salah satunya dengan pemantauan berat badan terutama pada usianya 2 tahun.

“Penurunan berat badan terus menerus merupakan salah satu risiko terjadinya stunting,” jelas Vonny.

Selain itu, lanjutnya gejala paling mudah dikenali adalah tinggi badan anak kurang dari 85 cm pada usia 2 tahun.

Deteksi anak mengalami stunting atau tidak juga dapat dilihat dari pertumbuhan yang dipantau secara berkala, biasanya sebulan sekali saat imunisasi.

“Bila anak di masa awal kehidupannya mengalami penurunan berat badan serta gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebabnya,” imbau Vonny.

Sebab menurutnya bisa jadi ada masalah dalam jumlah asupan nutrisi anak dan hal lainnya.

Untuk diketahui, stunting sebenarnya dapat dicegah, hanya saja dalam 1000 hari pertama atau sebelum anak berusia 2 tahun.

Untuk itu, asupan gizi yang terbaik harus diberikan pada anak sejak masih dalam kandungan.

Untuk itu kecukupan gizi sebelum dan selama kehamilan sangatlah diperlukan. Kejadian stunting tidak hanya bersifat antar generasi, tetapi bersifat transgenerasi (dari nenek ke cucunya), sehingga diperkirakan dampaknya mempunyai kurun waktu 100 tahun.

“Melalui Webinar ini saya berharap dapat meningkatkan kesadaran kita bersama sebagai orang tua mengenai betapa
pentingnya perbaikan gizi pada balita, kecukupan gizi sebelum dan selama kehamilan,” terangnya.

Kemudian orangtua paham bagaimana mendeteksi secara dini terhadap bayi atau ibu hamil yang kekurangan gizi.

Karena masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan sumber daya manusianya dengan optimal.

“Untuk itu anak-anak kita sebagai penerus bangsa diharapkan dapat tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya untuk kemajuan bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Dan terakhir, ia mengingatkan pemberantasan stunting merupakan tugas bagi semua orang.

“Mari kita bersama-sama terlibat secara langsung dalam penanganan stunting untuk mempersiapkan generasi penerus yang lebih unggul,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pemko Banjarbaru

Iduladha 1442 H, Harga Sapi-Kambing di Banjarbaru Berangsur Naik
Banjarbaru

Pemko Banjarbaru

Bersilaturrahmi dengan Pemkot Banjarbaru, Pengurus Baru PGRI Sampaikan Ini
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

27 Ribu KK di Banjarbaru Terima Bansos, Berikut Rinciannya
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Wawali Minta Pelajar Miliki Etika Berlalu Lintas
Palestina

Pemko Banjarbaru

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Donasi untuk Palestina
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Walikota Hadiri Verifikasi Lomba Posyandu
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Kabar Gembira, Ayah-Bayi Sembuh dari Covid-19 di Banjarbaru
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Wawali Sambut Peserta Rally dan Wisata Merah Putih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com