Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Cerita Dokter di Natuna Saat Dinyatakan Positif Covid-19 hingga Berhasil Sembuh

- Apahabar.com Kamis, 26 November 2020 - 14:23 WIB

Cerita Dokter di Natuna Saat Dinyatakan Positif Covid-19 hingga Berhasil Sembuh

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, NATUNA – dr. Muhammad Garidya membagikan pengalamannya saat menjadi pasien Covid-19 hingga dinyatakan sembuh.

Dia adalah dokter yang bertugas di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau.

“Saya terkonfirmasi Covid-19 pada 2 November 2020 setelah dilakukan tes usap. Kemudian dinyatakan sembuh pada 17 November 2020,” kata dokter yang akrab disapa Garid, dilansir dari Antara, Kamis (26/11).

Garid mengaku awalnya melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 dengan nomor kasus 02, yang tidak lain merupakan perawat dan rekan kerjanya di IGD RSUD Natuna.

Satu minggu sebelum dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, Garid memang kerja satu shift dengan kasus 02 tersebut, yang pada saat itu sudah menunjukkan gejala berupa hilangnya indra penciuman.

Terkait hal itu, pihak RSUD Natuna melakukan tes usap massal pada 2 November 2020, terutama pada tenaga kesehatan yang bertugas di IGD.

“Dari tes usap tersebut terjadi penambahan lima kasus positif pada waktu itu,” tuturnya.

Saat telah terjangkit virus corona, Garid yang merupakan pasien tanpa gejala atau OTG tidak mendapatkan penanganan khusus selama diisolasi 15 hari.

Garid hanya diberi vitamin C, mengonsumsi vitamin D, kemudian ada zinc dan dianjurkan untuk berjemur setiap hari sekitar 10-15 menit sebelum jam 9 pagi dan sebelum jam 5 sore.

“Saya tidak diberi obat-obatan khusus karena saya tidak bergejala,” jelasnya.

Garid juga menyinggung terkait disinformasi yang kerap terjadi mengenai Covid-19 di masyarakat.

Ia mengatakan sebagai dokter atau tenaga kesehatan, punya tugas untuk terus mengedukasi masyarakat dan melawan disinformasi yang berkembang di masyarakat.

Termasuk juga dengan isu-isu atau pertanyaan masyarakat mengenai rumah sakit yang sengaja “mengcovidkan” pasien.

Sebagai seorang dokter dan seorang yang pernah terjangkit Covid-19, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar karena setiap diagnosis yang dibuat pihak rumah sakit pasti ada data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Dia juga berpesan khususnya kepada masyarakat Kabupaten Natuna untuk tidak panik dan takut berlebihan. Tetapi harus waspada dan tidak lengah, sebab Covid-19 bisa menyerang siapa saja.

“Siapa saja, apapun profesinya, bisa terinfeksi Covid-19 yang kebanyakan tidak bergejala. Jadi, yang paling penting adalah terus patuhi protokol kesehatan, makan makanan yang bergizi dan rajin berolahraga,” kata Garid.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gisel

Nasional

Gisel Tersangka Video Syur, Roy Marten: Gading Pasti Kepikiran
vaksin covid-19

Nasional

Menkes Akui Distribusi Vaksin Terhambat, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Nasional

Densus 88 Tangkap 6 Orang Terduga Teroris di Cirebon
apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa 6 Orang Terkait Insiden Ratusan Siswa Hanyut di Sungai Sempor
Suntik Vaksin

Nasional

Nyeri Bahu Setelah Suntik Vaksin? Simak Cara Pencegahannya
apahabar.com

Nasional

Di Seluruh Indonesia, Baru Bogor dan Kulon Progo Daerah Terapkan Antirokok
apahabar.com

Nasional

Kabar Gembira! BIN, Kemenkes dan Unair Percepat Uji Coba Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

Terpilih Sebagai Plt Ketua JMSI Sumsel, Agus Harizal Siap Rangkul Semua Media Siber
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com