Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Debat Pertama Pilgub Kalteng Dinilai Tidak Memuaskan, Berikut Masukan Pengamat

- Apahabar.com     Senin, 9 November 2020 - 22:02 WITA

Debat Pertama Pilgub Kalteng Dinilai Tidak Memuaskan, Berikut Masukan Pengamat

Pengamat Kebijakan Publik Suprayitno. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Debat perdana gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) telah digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan disiarkan langsung di TVRI pada Sabtu (9/11) malam.

Dengan mengusung tema memperkokoh persatuan dan kesatuan, penanganan kebijakan Covid-19 serta pemerataan pembangunan.

Namun Pengamat Kebijakan Publik asal Kota Palangka Raya Suprayitno, menilai debat yang menghadirkan pasangan calon (paslon) Ben Brahim dan H Ujang Iskandar serta H Sugianto Sabran dan H Edy Pratowo, tidak memuaskan.

Sebab kedua paslon lebih banyak menyerang satu sama lain ataupun mengorek kebobrokan, dibanding menonjolkan visi dan misi secara gamblang. Ditambah lagi, moderator yang terlihat hanya seperti pembawa acara.

Walaupun dari beberapa materi yang disampaikan, petahana masih sedikit menguasai panggung dan agak nyambung dengan materi, karena diuntungkan masih menjabat sebagai gubernur Kalteng.

“Bagi masyarakat akhirnya tidak dapat apa yang mau dilakukan 5 tahun ke depan oleh mereka, karena adanya serangan-serangan begitu, akhirnya tidak dapat poin yang ingin disampaikan,” kata Suprayitno yang juga Dosen Universitas Palangka Raya ini kepada apahabar.com, Senin (9/11).

Untuk itu, kata Suprayitno hendaknya pada pelaksanaan debat kedua nanti, agar para paslon lebih mempertajam apa yang akan dilakukan ke depan, bukan lagi untuk mengulik kesalahan.

Selain itu, moderator harus lebih greget, mengatur jalannya debat. Jika ada poin debat keluar dari konteks, hendaknya moderator harus berani mengingatkan ataupun menyetop debat.

Tak dipungkiri, tingkat kepopuleran tentu saja petahana masih unggul, karena menjabat sebagai kepala daerah. Ini artinya, potensi petahana masih besar.

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, ada pembatasan akses melakukan kampanye secara langsung bertemu banyak masyarakat. Tentu saja ini lebih menguntungkan bagi petahana.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kasus Covid-19

Kalteng

Hari Ini Kasus Covid-19 di Kapuas Bertambah 21 Orang

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Positif Bertambah 4 Orang, 2 Sembuh
Pilgub Kalteng

Kalteng

Gugatan Ben-Ujang Ditolak MK, Harmain: Bukti KPU Kalteng Bekerja Sesuai Aturan
apahabar.com

Kalteng

Hasil Rapid Test ABK KM Pancar Mas, 1 Dinyatakan Reaktif
Golkar

Kalteng

Golkar Kalteng Gandeng AMPG Bantu Korban Banjir Kalsel
Misteri 10 Karung Piton di Sampit, Penyidik Turun Tangan

Kalteng

Misteri 10 Karung Piton di Sampit, Penyidik Turun Tangan

Kalteng

Kapuas Jadi Lokasi Penelitian Percontohan Speectra
apahabar.com

Kalteng

30 Calon Wartawan se-Kalteng Ikuti Orientasi Keanggotaan PWI di Palangka Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com