Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden

Debat Wagub Kalsel Singgung Nasib Pesantren, Difriadi Klaim Sudah Beri Bukti

- Apahabar.com Rabu, 18 November 2020 - 21:15 WIB

Debat Wagub Kalsel Singgung Nasib Pesantren, Difriadi Klaim Sudah Beri Bukti

Debat segmen kedua paslon pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel, Rabu malam (18/11). Foto-apahabar.com/Bahaudin

apahabar.com, BANJARMASIN – Persoalan pesantren mencuat dalam debat putaran kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel, Rabu malam (18/11).

Hal itu sesuai dengan tema debat kedua. Yakni pendidikan, ekonomi, sosial, keagamaan, dan kebudayaan.

Calon wakil gubernur Kalsel nomor urut 01 H Muhidin menuturkan masalah lembaga pendidikan berupa pesantren sangat dibutuhkan di Banua.

“Hidup di Kalsel tanpa ada agama yang baik hidup takkan sempurna,” ucapnya.

Untuk itu, Muhidin mengatakan calon pasangannya yakni Sahbirin Noor telah bekeliling ke pelosok Kalsel untuk memperhatikan serta meningkatkan pendidikan keagamaan pesantren.

“Kami jika terpilih akan lebih memperhatikan nasib pesantren ke depan,” ucapnya.

Sementara, Calon Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 02 Difriadi Darjat menerangkan telah memperjuangkan keagamaan di pesantren ketika di Tanah Bumbu (Tanbu).

“Kita sudah lakukan dan buktikan,” tegas mantan wakil bupati Tanah Bumbu itu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Selatan kembali menggelat debat kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel, Rabu (18/11) malam.

Debat kali ini hanya mempertemukan masing-masing calon wakil gubernur Kalsel.

Pantauan apahabar.com, pertama tiba di lokasi adalah paslon nomor urut 02 Denny Indrayana-Difriadi Darjat.

Kemudian disusul, paslon nomor urut 01 H Sahbirin Noor dan H Muhidin. Muhidin adalah eks wali kota Banjarmasin.

Adapun untuk tema debat kedua, yakni pendidikan, ekonomi, sosial, keagamaan, dan kebudayaan.

Teknis debat kedua juga sedikit berbeda dengan sebelumnya. Di mana terdapat 7 segmen.

“Debat kali ini mencoba memperbanyak segmen, namun waktunya dipersingkat. Paling lama 1 segmen itu 15 menit,” ujar Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah.

Pada segmen pertama mereka akan menjabarkan visi-misi program yang berkaitan dengan tema tersebut.

Segmen kedua sampai dengan kelima mereka akan menjawab pertanyaan yang dibacakan moderator.

“Segmen keenam akan diisi debat terbuka dari masing-masing calon dan dijawab calon lain. Kemudian ditanggapi kembali dan disanggah kembali.”

“Segmen ketujuh, pernyataan penutup,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: Total 467 Kasus Positif, 327 Pasien Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Melawan, Rampok Sarang Walet di Tala Dihujani Timah Panas
apahabar.com

Kalsel

Update 4 April di Kalsel: PDP Covid-19 Berkurang 1 Orang
apahabar.com

Kalsel

Kecelakaan Maut di U-Turn Guntung Manggis Banjarbaru, Pengendara Supra Tewas Seketika
apahabar.com

Kalsel

Pejuang Medis Batola Digoyang Isu Insentif Rp5 Juta
apahabar.com

Kalsel

Reses Dewan Banjarmasin, Serap Aspirasi Masyarakat Terkait Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Penginapan Gratis Haul Guru Sekumpul ke 15; ‘Pasar Sekumpul’ Sediakan 50 Toko
apahabar.com

Kalsel

Program Perumahan Nelayan Tanbu, Arkani: Layak Jadi Percontohan di Tala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com