Breaking News! Tabrakan Horor di Kotabaru, Motor vs Mobil Honda BRV Di Mubes WAPDA ke-IV, Gubernur Kalsel Ungkap Proyek Siring Ponpes Darussalam Jembatan Ambruk, Warga Pingaran Ilir Terpaksa Menyeberang Pakai Perahu Tali Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel

Di Aceh, Merokok Sembarangan Terancam Dipenjara

- Apahabar.com     Kamis, 26 November 2020 - 13:18 WITA

Di Aceh, Merokok Sembarangan Terancam Dipenjara

Ilustrasi merokok sembarangan di Aceh terancam dipenjara. Foto-net

apahabar.com, BANDA ACEH – DPR Aceh akan mengesahkan rancangan qanun (aturan pemimpin muslim) kawasan tanpa rokok (KTR) dalam waktu dekat.

Jika sudah demikian, maka jangan harap bisa merokok sembarangan di tempat umum. Sebab, ancamannya tak tangung-tanggung, yakni dikump penjara atau denda duit.

“Jika kedapatan merokok di lokasi tersebut, bisa dipidana dengan hukuman penjara maksimal tiga hari atau denda sebesar Rp 500 ribu,” ujar Ketua Pansus KTR DPR Aceh dr Purnama Setia Budi dilansir Antara, Kamis (26/11).

Ada pun lokasi yang dilarang merokok sesuai qanun KTR tersebut antara lain seperti di fasilitas kesehatan, institusi pendidikan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah, angkutan umum, arena olahraga, kerja, serta tempat umum lainnya.

Purnama menyampaikan, rancangan qanun KTR itu juga mengatur tentang larangan memproduksi rokok, menjual atau membeli rokok, bahkan penyelenggaraan iklan rokok hingga promosi di lokasi KTR.

“Apabila itu dilanggar akan dipidana kurungan paling lama tujuh hari dan juga membayar denda maksimal Rp 500 ribu,” ucap dia.

Purnama menambahkan, pihaknya telah menerima banyak masukan melalui rapat dengar pendapat umum (RDPU), semua itu menjadi pertimbangan pansus guna penyempurnaan qanun.

Purnama menyebutkan pengesahan qanun ini merupakan sebuah tantangan, pasalnya DPRA sudah tiga kali mengajukan, namun selalu gagal dalam perjalanannya.

“Rancangan qanun KTR sudah beberapa kali direncanakan, ini yang keempat, maka menjadi tantangan buat kita supaya ini bisa diparipurnakan,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bireuen, Aceh itu.

Ia berharap tahun ini segera disahkan. “Kita menargetkan rancangan qanun tentang kawasan tanpa rokok ini dapat disahkan paling telat sampai 23 Desember 2020,” tandasnya.

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Perangi Corona di Indonesia, Orang Kaya di Hongkong Bantu Rp3,9 Miliar
apahabar.com

Nasional

Ketum JMSI Soroti Praktik Jurnalisme yang Gunakan Combative Lens

Nasional

Ratusan Anak Indonesia Meninggal karena Covid-19, Balita Tertinggi
apahabar.com

Nasional

Penusuk Ustaz Zaid Maulana di Aceh Ternyata Pecatan Polisi
apahabar.com

Nasional

Hipmi Minta Pimpinan BUMN Diisi Generasi Milenial
Harga Tes PCR

Nasional

Ternyata, Harga Tes PCR Rp 300 Ribu Diklaim Sudah Untung
Jokowi

Nasional

Strategi Jitu Jokowi Turunkan Indeks Persepsi Korupsi di Indonesia

Nasional

Kisah Getir Sukarno Kecil: Miskin dan Sakit-sakitan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com