Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Di Tengah Pandemi, Audisi Atak Diang Batola Dimulai

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 14:23 WIB

Di Tengah Pandemi, Audisi Atak Diang Batola Dimulai

Peserta audisi Atak Diang Batola menjalani wawancara di Aula Mufalatt Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Berlangsung di tengah pandemi, antusiasme peserta Atak Diang Barito Kuala 2020 tidak menurun.

Pendaftaran dibuka sejak 12 Oktober sampai 13 November secara online. Dari target total 50 pendaftar, diperoleh 44 peserta dengan rincian 18 atak dan 26 diang.

Namun di hari audisi pertama, Selasa (17/11), jumlah diang menyusut menjadi 22 orang lantaran terkendala jadwal kuliah.

“Sedianya antusiasme peserta melebihi ekspektasi, karena Atak Diang 2020 sempat nyaris ditiadakan,” papar Odie, Penasehat Pawadahan Atak Diang Batola.

Memang pelaksanaan pemilihan diliputi keraguan. Terlebih hingga jadwal tetap penyelenggaraan setiap Juni, pandemi belum terlihat melandai.

Imbas lain dari pandemi adalah refocusing anggaran yang membuat Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola sempat tarik-ulur.

“Tidak sekadar berpartisipasi, potensi beberapa peserta sudah lumayan bagus. Mereka juga datang ke audisi tanpa tangan kosong,” papar Odie.

Dalam audisi sesi pertama, setiap peserta menjalani tes tertulis dan wawancara dengan tema kebudayaan, pariwisata, pemerintahan dan pengetahuan umum, serta public speaking.

“Persiapan sudah cukup matang, sekalipun di tengah pandemi. Saya berharap bisa mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ini,” papar Husnul Khatimah, diang perwakilan Tabunganen.

“Sebelumnya sudah dua tahun berturut-turut saya ingin mendaftar. Namun selalu batal, karena terkendala kegiatan kuliah. Akhirnya baru sekarang kesampaian,” imbuh alumni Poltekkes Banjarmasin ini.

Sementara perwakilan Marabahan, Virgie Nurlia Hadi, termotivasi keingintahuan teman-teman kuliah tentang Batola.

“Mereka excited ketika mengetahui Batola juga memiliki beberapa destinasi wisata,” papar mahasiswa semester IX Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Ilmu Hubungan Internasional.

“Di antaranya wisata susur sungai dan Jembatan Rumpiang yang mirip Harbour Bridge di Sydney,” tandasnya.

Selanjutnya semua peserta mengikuti audisi sesi kedua, Rabu (18/11). Dalam sesi ini, peserta mempresentasikan destinasi wisata dan unjuk bakat.

Hanya 6 pasang peserta yang berhak melangkah ke grand final. Dalam edisi-edisi sebelumnya, jumlah finalis berjumlah 10 pasang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Cara Orang Miliki Mobil Diperkirakan Bakal Berubah
apahabar.com

Gaya

Facebook Akui Kesulitan Hapus Video Misinformasi Covid-19, Kok Bisa?
apahabar.com

Gaya

Rahasia Menjaga Kesehatan di Tanah Suci, Intip Tips MUI Kalsel!
apahabar.com

Gaya

Wajib Coba Nih 7 Kuliner Khas Sulawesi Selatan
apahabar.com

Gaya

5 Jenis Minyak Sehat untuk Memasak

Gaya

Toyota Mah Bebas, Apapun Ubahan Avanza #PastiLaku

Gaya

Program Naikkan Berat Badan, 5 Buah Ini Bisa Membantu
apahabar.com

Gaya

Mengenal Gudeg, Masakan yang Usianya Setua Yogyakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com