Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Digandeng Diskoperindag Batola, Pekerja Bengkel Las Bikin Alat Cuci Tangan Portabel

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 17:13 WIB

Digandeng Diskoperindag Batola, Pekerja Bengkel Las Bikin Alat Cuci Tangan Portabel

Proses pengerjaan alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang dilakukan pengrajin las di Barito Kuala. Foto: Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia, termasuk di Barito Kuala, ternyata dapat memunculkan produk-produk kreatif.

Salah satunya alat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) portabel yang diproduksi sejumlah pekerja bengkel las di Bumi Selidah.

Alat CTPS itu merupakan hasil bimbingan teknis yang diinisiasi Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian.

Untuk pelaksanaan di lapangan, bimbingan diselenggarakan Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan, bersama Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Batola.

“Peserta bimbingan teknis adalah pekerja bengkel las di Batola yang terdampak pandemi Covid-19,” papar Kabid Perindustrian Diskoperindag Batola, Wahyu Adibawono, Kamis (5/11).

Tanpa perlu memegang kran maupun wadah sabun cair, penggunaan alat CTPS diyakini lebih aman. apahabar.com/Bastian Alkaf

Alat CTPS yang diproduksi pekerja bengkel las Batola terbuat dari mayoritas plat besi, kemudian selang plastik untuk mengalirkan air bekas cuci tangan, kran dan tong berkapasitas 30 liter.

“Alat tersebut menggunakan mekanisme yang membuat orang tidak perlu menyentuh kran untuk mengeluarkan air maupun sabun,” jelas Wahyu.

“Tersedia dua pedal di bagian bawah dengan fungsi berbeda. Menginjak pedal sebelah kanan berarti mengeluarkan air. Sedangkan pedal kedua berfungsi mengeluarkan sabun cair,” imbuhnya.

Hanya selama lima hari sejak 22 Oktober 2020, mereka memproduksi 20 alat CPTS. Selanjutnya peralatan itu ke semua kantor kecamatan dan sejumlah mesjid di Batola.

“Semestinya fasilitas cuci tangan harus menggunakan sistem mekanis. Orang tak perlu lagi menyentuh kran air setelah mencuci tangan. Akhirnya risiko penularan Covid-19 dapat dikurangi,” komentar Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

“Makanya lebih bagus kalau alat CTPS tersebut diletakkan di kawasan umum seperti tempat-tempat ibadah,” tandasnya.

Alat CTPS sendiri merupakan produk kesekian yang diprogramkan Dirjen IKMA selama pandemi. Sebelumnya pelaku industri kecil menengah didorong memproduksi masker, hazmat dan face shield.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Bersih-bersih Ala Satresnarkoba Batola, Tangkap Dua Pengedar Sabu di Anjir Pasar
apahabar.com

Batola

Tahun Ajaran Baru, Berikut Protokol Kesehatan Sekolah di Batola
apahabar.com

Batola

Uji Publik DPS, KPU Barito Kuala Tindaklanjuti Analisis Bawaslu
apahabar.com

Batola

Hasil Integrasi SKD/SKB Diumumkan, 2 Formasi CPNS di Barito Kuala Tetap Kosong
apahabar.com

Batola

Berlangsung Serentak, Pemilihan BPD di Batola Pakai Mekanisme Baru
Tata Ruang

Batola

Langgar Aturan Tata Ruang, Bangunan Milik Dua Perusahaan di Batola Dibongkar
apahabar.com

Batola

Senangnya Fadillah Menerima Kursi Roda dari Bupati Batola
apahabar.com

Batola

Dipengaruhi Kemarau Basah, Kebakaran Lahan di Barito Kuala Jauh Menurun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com