Ibnu Sina Soal PPKM Banjarmasin Turun ke Level 2: Hasil Jerih Payah! Komandan Macan Kalsel ke Pembunuh Brutal Gambah HST: Serahkan Diri! Keselamatan Dijamin Cek ke Lokasi, Ketum BPP HIPMI Mardani H Maming Ingin Vaksinasi di Tanbu Percepat Herd Immunity Kalsel Kebut Herd Immunity Banua, Kadinkes Kalsel Apresiasi Vaksinasi Massal BPP HIPMI Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi

Diminati Pecinta Tanaman Hias, Berikut 4 Fakta Menarik Janda Bolong

- Apahabar.com     Minggu, 8 November 2020 - 14:53 WITA

Diminati Pecinta Tanaman Hias, Berikut 4 Fakta Menarik Janda Bolong

Tanaman hias janda bolong atau Monstera andasonii. Foto-Youtube via Viva.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Tanaman hias kini tengah digemari masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Seperti halnya janda bolong yang kini menjadi tren di kalangan pecinta pecinta tanaman hias di Tanah Air.

Bahkan, harga tanaman hias bernama ilmiah Monstera adansonii ini memiliki nilai hingga ratusan juta Rupiah.

Janda bolong atau Monstera adansonii memiliki daun dengan berbentuk oval yang tidak beraturan dan daun hias bertepi penuh. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Ada 4 fakta menarik dari tanaman hias janda bolong seperti dilansir apahabar.com dari Okezone.com, Minggu (8/11/2020).

1. Asal Usul Janda Bolong

Kepala Bagian Manajemen Lanskap Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof Dr Hadi Susilo Arifin, mengatakan nama tanaman hias sejatinya bermacam-macam, seperti janda bolong yang sudah terkenal sejak dahulu.

Dirinya pun pertama kali mengenal tanaman janda bolong pada masa kuliah strata 1 pada 80-an. Dirinya menemukan banyak sekali janda bolong di tempat tinggalnya.

Ketika itu nama tanaman tersebut sudah disebut janda bolong. Selain karena bentuk daunya yang berlubang, faktor kegemaran masyarakat Indonesia yang memberikan nama sensasional menjadi salah satu penyebab kenapa diberi nama janda bolong.

Sementara itu, lanjut Hadi Susilo, baru-baru ini menemukan hal baru dari nama janda bolong. Berdasarkan isu yang dia dengar, nama janda bolong berasal dari bahasa jawa yakni rondo bolong.

Adapun arti dari nama tersebut yakni daun yang banyak lubangnya. Di mana ron memiliki arti daun, dan do bolong memiliki arti pada bolong.

“Katanya sih kalau dari bahasa Jawa itu bukan janda bolong tapi rondo bolong. Ron itu daun, do bolong itu pada bolong jadi daun yang banyak berlubang,” jelasnya.

2. Harga Janda Bolong Dibandrol Puluhan Juta Rupiah

Saat ini, harga jual janda bolong mencapai puluhan juta rupiah.Tingginya nilai harga jual tanaman hias janda bolong menjadi berkah tersendiri bagi para petani tanaman hias.

Jenis bunga ini memiliki nama latin monstera adansoni varlegata. Janda bolong berukuran kecil yang memiliki tiga daun hingga lima daun.

3. Janda Bolong Miliki Corak Unik

Ketika pandemi, janda bolong menjadi primadona di kalangan masyarakat pecinta tanaman hias. Siapa sangka, tanaman yang biasanya menjadi penghias halaman rumah ini harganya sangat mahal.

Janda bolong memiliki corak yang unik, mulai dari corak sembur, separuh daunnya berwana kuning atau putih dan separuh daunnya lagi berwarna hijau. Tak heran petani mendapat keuntungan dari janda bolong.

4. Harga Pot Hias Laris Manis

Pandemi Covid-19 membawa dampak besar di berbagai sektor. Pariwisata termasuk salah satu sektor yang dinilai paling parah terdampak Covid-19.

Sebagaimana dialami oleh Henry Johanis (35) pekerja sektor ekowisata di Manado yang terpaksa kehilangan pekerjaan akibat dampak dari pandemi ini.

Dengan banyaknya waktu lowong di rumah karena bisnis pariwisata lagi sepi, Henry bersama istrinya Elis Purede (34) kembali fokus ke usaha pembuatan pot bunga tempurung yang sudah digeluti sejak tahun 2017.

Booming tanaman hias pun dimanfaatkannya untuk meraup untung dari penjualan pot bunga berbahan tempurung kelapa.

Bermodalkan alat seadanya, Henry melanjutkan usaha kerajinan pot bunga dari tempurung kelapa di rumahnya, Kelurahan Tongkaina Lingkungan 2, Kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

Dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa, di tangan Henry diolah dengan berbagai ukiran dan model sehingga menjadi barang yang bernilai tinggi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Upaya Penanganan Adiksi Online Game
apahabar.com

Gaya

7 Rekomendasi Aplikasi Edit Foto dan Video
apahabar.com

Gaya

Ternyata Buah Semangka Berkhasiat untuk Kecantikan Kulit dan Rambut
apahabar.com

Gaya

Makan Kimchi Diklaim Turunkan Risiko Tertular Covid-19, Benarkah?
apahabar.com

Gaya

Canggih! Samsung Kembangkan Ponsel yang Bisa Digulung
apahabar.com

Gaya

Makan Durian Saat Perut Kosong Bahayakan Lambung?
apahabar.com

Gaya

4 Cara Agar Aroma Minyak Wangi Awet di Tubuh
apahabar.com

Gaya

Gara-gara Mobil Ini, Menteri Keuangan Orde Baru “Dipermasalahkan” Masuk Istana
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com