Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Disambangi Komisi V DPR RI, Begini Curhatan Warga Dua Desa di Batola

- Apahabar.com Kamis, 26 November 2020 - 19:32 WIB

Disambangi Komisi V DPR RI, Begini Curhatan Warga Dua Desa di Batola

Anggota Komisi V DPR RI, HM Rifqinizamy Karsayuda, berbincang santai dengan Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, di tengah kebun jeruk warga Desa Karang Indah. Foto: apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Kesempatan bertemu anggota Komisi V DPR RI dimanfaatkan sejumlah warga Desa Karang Indah dan Karang Bunga di Kecamatan Mandastana, Barito Kuala, Kamis (26/11).

Kedatangan komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan tersebut dikomandani HM Rifqinizamy Karsayuda, diikuti H Irmadi Lubis, Hamka Baco Kady dan H Sungkono.

Mereka datang bersama sejumlah unsur pelaksana dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Momen itu pun tak disia-siakan warga yang menghadiri pertemuan di GOR Desa Karang Indah. Mereka masing-masing mencurahkan isi hati, terutama yang berhubungan dengan perkembangan desa.

“Kebetulan didatangi wakil-wakil rakyat, kami menginginkan perbaikan jalan poros dan penghubung antar desa,” ungkap Pardi, Kepala Desa Karang Indah.

“Perbaikan itu berarti penting, mengingat jalan-jalan itu digunakan untuk peningkatan ekonomi. Salah satunya digunakan pengangkutan hasil pertanian dan peternakan,” imbuhnya.

Karang Indah dan Karang Buah yang termasuk bagian Kota Terpadu Mandiri (KTM) Cahaya Baru, sudah terkenal sebagai sentra jeruk, padi, dan penggemukan sapi.

“Kami ingin jalan-jalan tersebut diperlebar, sekalipun cuma diuruk tanah atau batu saja. Terpenting jalur pengangkutan lancar dan menghindari kecelakaan,” tegas Pardi.

“Kalau jalan sudah bagus, kami berencana menjadikan lokasi perkebunan jeruk menjadi tujuan wisata petik jeruk,” sambungnya.

Selain jalan poros, Bumdes Karang Bunga juga menginginkan pembangunan jembatan yang permanen.

“Selama musim panen, jeruk yang diangkut keluar mencapai 100 ton per hari. Akibatnya hampir setiap tahun, terdapat jembatan yang runtuh,” beber Agus Saptono, Ketua Bumdes Karang Bunga.

Di sisi lain, mereka juga membutuhkan mobil freezer untuk menopang pengangkutan es krim jeruk. Tanpa mobil pendingin, dikhawatirkan es krim sudah mencair sebelum tiba di tempat tujuan.

“Dibantu Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Batola, produksi es krim jeruk sudah bagus. Namun untuk menggelegarkan produksi, kami belum memiliki mobil freezer,” sahut Agus.

“Selanjutnya kami memohon dukungan untuk rencana pembuatan rumah jeruk yang berisi workshop dan produksi es krim jeruk,” sambungnya.

Tidak hanya sarana dan prasarana, warga Karang Indah yang membudidayakan jamur tiram menginginkan program peningkatan sumber daya manusia.

Setelah sukses memproduksi jamur segar sebanyak 7.000 hingga 10.000 log, mereka berencana mengolah tepung jamur.

“Kapasitas produksi jamur tiram kami sudah melebihi, karena mencapai sekitar 1 kuintal per hari. Setelah mengolah jamur menjadi krispi, kami juga berencana membuat tepung jamur,” papar Supriyadi, salah seorang petani jamur tiram.

“Untuk menunjang rencana itu, kami berharap bisa diikutkan dalam pelatihan atau pelatih yang datang langsung,” tambahnya.

Terkait keinginan masyarakat dari kedua desa, Komisi V DPR RI memberikan lampu hijau. Bahkan terdapat sejumlah rencana pengembangan yang sudah disiapkan.

Rencana itu terbilang sepadan, mengingat Karang Indah dan Karang Bunga cukup layak dijadikan percontohan kawasan transmigrasi mandiri.

“Faktanya mayoritas warga transmigran mampu bertahan turun-temurun di kedua desa tersebut. Sementara di daerah lain, transmigran hanya mampu bertahan satu hingga dua tahun,” papar Rifqinizamy.

“Artinya potensi Kalimantan Selatan sebagai destinasi transmigran sudah bagus, baik dari sisi ekonomi maupun kebersamaan antara penduduk lokal dan pendatang,” tambah politisi dari PDIP ini.

Salah satu rencana yang disiapkan adalah mengembangkan Karang Indah menjadi destinasi wisata agropolitan. Bahkan disebut-sebut anggaran sudah disiapkan Kemendes PDTT.

“Terlebih posisi desa cukup strategis, karena berhimpitan dengan food estate di Kalimantan Tengah,” urai Rifqinizamy.

“Kami juga meminta Kemendes PDTT untuk menjadikan kawasan ini menjadi bagian integral dari food estate, sehingga Kalsel juga mendapatkan benefit,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rutin Berkurban Tiap Tahun, Kapolres HST: Merekatkan Ikatan Polri dan Warga
Resmi, Banjarmasin Siaga Darurat Corona

Kalsel

Resmi, Banjarmasin Siaga Darurat Corona
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Sembuh Bertambah 33 Orang, Simpang Empat Terbanyak
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Aturan Wajib Swab Penumpang DKI Jakarta ke Banjarmasin Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Apresiasi Sinergitas Masyarakat Bangun Kampung Tangguh Banua di Angsana
apahabar.com

Kalsel

Peta Sebaran Covid-19, Banjarmasin Utara Mendominasi!
apahabar.com

Kalsel

Fazlur Rahman: Dualisme Organisasi Jadi PR DPP KNPI
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Jatuh Korban, Sukarelawan Batola Tambal Lubang Jembatan Simpang Lima
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com