Tambah Ratusan Personel, PLN Percepat Pemulihan Listrik Terdampak Banjir Kalsel Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal

Duh, Baliho Tolak Politik Uang di Kotabaru Dirusak

- Apahabar.com Rabu, 25 November 2020 - 13:17 WIB

Duh, Baliho Tolak Politik Uang di Kotabaru Dirusak

Baliho tolak politik uang di Bakau, Pamukan Utara Kotabaru dicabut dan dirusak oknum misterius. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Kreativitas masyarakat Kotabaru yang membuat narasi anti politik uang melalui baliho dirusak oknum tak bertanggung jawab.

Perusakan baliho tolak politik uang itu terjadi di kawasan Bakau, Kecamatan Pamukan Utara, Selasa (24/11) sekira pukul 20.07 Wita.

Perusakan itu pun menjadi perbincangan warga. Bagi warga keberadaan baliho tolak politik uang hanya sebagai sarana pembelajaran agar Pilkada berjalan bersih tanpa money politic.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Zainal, Rabu (25/11) pagi.

Zainal menilai apa yang tertera di baliho merupakan suatu pembelajaran atau ajakan kepada masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih pemimpin.

“Kami ingin Pilkada berjalan damai, jujur dan jauh dari politik uang,” tegasnya, kecewa.

Sebelumnya, Ketua KPU Kotabaru, Zainal Abidin menilai keberadaan baliho tersebut justru sebagai bentuk respons masyarakat terhadap dugaan maraknya money politic.

“Kita sebagai warga memiliki hak. Hak memilih dilindungi dan dijamin undang-undang,” ujar Zainal.

Sementara Ketua Bawaslu Kotabaru, M Erfan mengatakan baliho tolak politik uang tersebut sah-sah saja dipasang oleh siapapun.

Menurunya, narasi yang tertulis di baliho merupakan pesan moral, sebagai bentuk pencegahan politik uang.

“Ini sebagai bentuk penyampaian aspirasi yang dilindungi undang-undang,” ujar Erfan, eks Ketua KPU Kotabaru itu.

Erfan menegaskan Bawaslu tidak memiliki kewenangan untuk melepas atau menurunkan baliho tersebut.

“Itu bisa dilepas, ketika pembersihan Alat Peraga Kampanye (APK), atau menghadapi masa minggu tenang,” pungkasnya mengakhiri.

Sekadar informasi, di Kecamatan Kelumpang Hilir, sejumlah warga pun terang-terangan menolak adanya politik uang di Pilkada Serentak 2020.

Mereka rela patungan menggunakan uang sendiri untuk mencetak belasan baliho lalu dipasang di beberapa titik tepi jalan raya.

Baleho itu bertuliskan “Rakyat cerdas, jangan golput. Politik uang, ambil duinya. Jangan coblos orangnya. Biar dia jera”.

“Tujuan kami membuat baleho itu agar Pilbub di Kotabaru bersih, dan tidak ada pemilih yang mau dibeli dengan uang,” ujar Samsir, warga Kelumpang Hilir, saat dihubungi apahabar.com Minggu, (22/11) malam.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kota Baru

Dana Ratusan Juta Terkumpul untuk Korban Kebakaran di Patmaraga Kotabaru

Kota Baru

Di Bumi Saijaan, UU Cipta Kerja Justru Disambut Baik, Kenapa?
apahabar.com

Kota Baru

Karang Taruna Tunas Muda Salino Bantu Korban Kebakaran di Patmaraga Kotabaru
Covid-19

Kota Baru

Kabar Baik, Tak Ada Tambahan Positif Corona di Kotabaru Hari ini
apahabar.com

Kota Baru

Update Covid-19 Kotabaru: 2 Meninggal, 28 Sembuh
apahabar.com

Kota Baru

Kasus Positif Covid-19 di Kotabaru Bertambah, Sekda Minta Warga Jangan Lengah
Covid-19

Kota Baru

Covid-19 Masih Mengancam, Jajaran Polsek Hampang Kotabaru Bagi-Bagi Masker
Covid-19 Kotabaru

Kota Baru

Update Covid-19 Kotabaru: Sembuh 4, Positif Nihil
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com