BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Eijkman Perkirakan Vaksin Hanya Mampu Memenuhi Setengah dari Penduduk Dunia

- Apahabar.com Jumat, 6 November 2020 - 00:20 WIB

Eijkman Perkirakan Vaksin Hanya Mampu Memenuhi Setengah dari Penduduk Dunia

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto-Getty Images/iStockphoto/kiattisakch via Detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan kapasitas produksi vaksin dunia diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan setengah atau 50 persen dari total penduduk dunia.

“Kapasitas produksi vaksin dunia hanya kurang lebih separuh dari jumlah penduduk dunia jadi banyak negara yang tidak mampu atau mau memproduksi vaksin sendiri karena pertimbangan ekonomi dan sebagainya,” kata Amin dalam seminar virtual Harmonisasi Triple Helix: Kemandirian dan Kedaulatan Produk Inovasi Nasional, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (5/11).

Dengan kondisi kapasitas produksi vaksin dunia seperti itu, maka perlu ada kemandirian bangsa Indonesia untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksin dalam negeri.

Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta tentu akan menghadapi masalah jika hanya mengandalkan vaksin dari luar.

Untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap Covid-19 saja maka perlu sekitar 70 persen dari penduduk Indonesia harus diberikan vaksin.

Jika 70 persen penduduk Indonesia adalah 175 juta jiwa, maka diperlukan sebanyak 350 juta vaksin karena perlu dua kali suntikan dosis vaksin.

Apalagi jika seluruh penduduk Indonesia yang 260 juta jiwa itu diberikan vaksin, maka diperlukan sekitar 520 juta dosis vaksin.

Jika hanya mengandalkan vaksin dari luar negeri, maka yang terjadi adalah perebutan vaksin.

Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki kemandirian vaksin dengan menghasilkan vaksin Merah Putih yang saat ini sedang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan lembaga penelitian atau perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Kita harus punya kemampuan membuat vaksin sendiri,” ujarnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ini Penjelasan BMKG Terkait Dampak Badai Matahari Terhadap Cuaca di Indonesia
apahabar.com

Nasional

IPW Pertanyakan Jabatan Baru Suami Jaksa Pinangki
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: 7 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus Baru Covid-19
Cegah Longsor, Jokowi Tanam Akar Wangi di Sukajaya Bogor

Nasional

Cegah Longsor, Jokowi Tanam Akar Wangi di Sukajaya Bogor
Menanti Janji Pemerintah Hapus Tenaga Honorer

Nasional

Menanti Janji Pemerintah Hapus Tenaga Honorer
apahabar.com

Nasional

Jembatan Suramadu Ditutup, 350 Polisi Diturunkan
apahabar.com

Nasional

Tindaklanjuti Pemindahan Ibu Kota, Watimpres Datangi Polda Kalteng
apahabar.com

Nasional

126 WNA Ditolak Masuk Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com