OTT KPK di Amuntai HSU: Kadis PU hingga Eks Ajudan Bupati Diamankan, Modusnya Fee Proyek BREAKING! Polisi HSU Bekuk Pembunuh Brutal di Amuntai Tengah Terbongkar! Pembunuh Paman Es Kandangan Pura-Pura Anak di Bawah Umur Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang

Eijkman Perkirakan Vaksin Hanya Mampu Memenuhi Setengah dari Penduduk Dunia

- Apahabar.com     Jumat, 6 November 2020 - 00:20 WITA

Eijkman Perkirakan Vaksin Hanya Mampu Memenuhi Setengah dari Penduduk Dunia

Ilustrasi vaksin Covid-19. Foto-Getty Images/iStockphoto/kiattisakch via Detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan kapasitas produksi vaksin dunia diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan setengah atau 50 persen dari total penduduk dunia.

“Kapasitas produksi vaksin dunia hanya kurang lebih separuh dari jumlah penduduk dunia jadi banyak negara yang tidak mampu atau mau memproduksi vaksin sendiri karena pertimbangan ekonomi dan sebagainya,” kata Amin dalam seminar virtual Harmonisasi Triple Helix: Kemandirian dan Kedaulatan Produk Inovasi Nasional, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (5/11).

Dengan kondisi kapasitas produksi vaksin dunia seperti itu, maka perlu ada kemandirian bangsa Indonesia untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksin dalam negeri.

Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta tentu akan menghadapi masalah jika hanya mengandalkan vaksin dari luar.

Untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity terhadap Covid-19 saja maka perlu sekitar 70 persen dari penduduk Indonesia harus diberikan vaksin.

Jika 70 persen penduduk Indonesia adalah 175 juta jiwa, maka diperlukan sebanyak 350 juta vaksin karena perlu dua kali suntikan dosis vaksin.

Apalagi jika seluruh penduduk Indonesia yang 260 juta jiwa itu diberikan vaksin, maka diperlukan sekitar 520 juta dosis vaksin.

Jika hanya mengandalkan vaksin dari luar negeri, maka yang terjadi adalah perebutan vaksin.

Oleh karena itu, Indonesia harus memiliki kemandirian vaksin dengan menghasilkan vaksin Merah Putih yang saat ini sedang dikembangkan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan lembaga penelitian atau perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Kita harus punya kemampuan membuat vaksin sendiri,” ujarnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Hore, Pasien Sembuh dari Covid-19 Indonesia Jadi 5.402 Orang 
Nikita Mirzani

Nasional

Nikita Mirzani Sumbang Rp 100 Juta untuk Korban Banjir Kalsel
apahabar.com

Nasional

 Selamat Jalan Jemaah, Sampai Jumpa Haul Guru Sekumpul Tahun Depan
apahabar.com

Nasional

Kenali Sosok Penjual Tanah yang Dapat Bonus Istri
apahabar.com

Nasional

Artis VS Pasang Tarif Rp30 Juta
VIVA

Nasional

Bayar Utang, VIVA Jual 39% Saham Pengelola ANTV Rp 2,43 T
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: Covid-19 Berakhir Jika Masyarakat Patuh dan Disiplin
apahabar.com

Nasional

Bupati Tanah Laut Bantah Masuk Pengurus Golkar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com