Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Ekonomi Dalam Negeri Membaik, Rupiah Ditutup Menguat

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 19:12 WIB

Ekonomi Dalam Negeri Membaik, Rupiah Ditutup Menguat

Ilustrasi rupiah dolar AS. Foto: IDXChannel

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (5/11) sore ditutup menguat.

Penguatan rupiah sejalan dengan mulai membaiknya ekonomi dalam negeri.

Rupiah ditutup menguat 185 poin atau 1,27 persen ke posisi Rp14.380 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.565 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah didukung data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2020 yang meski terkontraksi tapi masih menunjukkan perbaikan.

“Indonesia sah masuk jurang resesi mengikuti jejak negara-nagara lainnya yang lebih awal terkena dampak akibat pandemi Covid-19. Informasi resesi ini sudah diketahui sebelumnya, sehingga pelaku pasar tidak terlalu kaget mendengarnya bahkan siap untuk menghadapinya,” ujar Ibrahim di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Kamis (5/11).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi 3,49 persen (yoy). Dengan demikian, maka Indonesia resmi mengalami resesi seperti yang sudah dialami berbagai negara yang terdampak Covid-19, karena selama 2 triwulan berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif.

Meski mengalami pertumbuhan negatif, namun secara kuartal (qtq) ekonomi mengalami kenaikan sebesar 5,05 persen pada triwulan III-2020, yang memperlihatkan adanya tanda-tanda pemulihan yang signifikan.

“Bukan tidak mungkin ekonomi akan berbalik positif jika performa ini bisa dipertahankan dan pemerintah provinsi tidak menerapkan PSBB total,” kata Ibrahim.

Dari eksternal, kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden memiliki 264 dari 270 suara elektoral yang diperlukan untuk menyatakan kemenangan, dibandingkan dengan 214 suara petahana Donald Trump.

Pemilu AS sekarang bergantung pada penghitungan suara dari beberapa negara bagian yang tersisa dan Trump sudah mengajukan tuntutan hukum dan penghitungan ulang di Pennsylvania dan Michigan.

Dalam pemilu AS kali ini, Partai Republik menguasai mayoritas atas senat sehingga dalam pelaksanaan nanti program-program pemerintah diperkirakan akan mendapatkan tantangan apalagi Joe Biden akan menaikkan pajak perusahaan.

Sementara itu pasar juga akan menunggu keputusan kebijakan moneter dari bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) dan Bank of England (BoE) yang kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuannya.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.385 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.375 per dolar AS hingga Rp 14.440 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.439 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.557 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Meski Sentimen Negatif Membayangi, Rupiah Tetap Menguat
apahabar.com

Ekbis

Inilah Daftar Smartphone Samsung yang Mendapatkan Android 9 Pie
apahabar.com

Ekbis

Awal September, Harga Emas Antam Turun Rp10.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Proteksi Kesehatan, Asuransi Ini Bakal Jadi Tren
apahabar.com

Ekbis

Dua Bulan Pasca Gempa, Pasokan LPG di Palu Berangsur Normal
apahabar.com

Ekbis

6 Tahun, Tunggakan Retribusi Pasar Sentuh Ratusan Juta
apahabar.com

Ekbis

Atasi Krisis di Masa Kenormalan Baru, Simak Saran Sandiaga Uno
apahabar.com

Ekbis

Natal dan Tahun Baru: Kiat BI Jaga Inflasi Kalimantan Selatan Aman Terkendali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com