Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan

Erick Thohir Optimis Datangkan Vaksin Covid-19 di Akhir Tahun

- Apahabar.com Sabtu, 21 November 2020 - 22:48 WIB

Erick Thohir Optimis Datangkan Vaksin Covid-19 di Akhir Tahun

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, pemerintah optimis kedatangan vaksin Covid-19 akan didatangkan pada tahun ini. Vaksin yang didatangkan tersebut adalah vaksin yang sudah diproduksi dan masih berupa bahan baku.

Meski demikian, pemerintah tidak serta merta langsung melakukan proses penyuntikan atau vaksinasi.

Vaksinasi dilakukan usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin dan prosedurnya.

Dengan kata lain, pemerintah membutuhkan waktu satu bulan untuk memastikan keamanan vaksin dalam prinsip kehati-hatian. Maka, vaksin diproyeksikan pemerintah akan didistribusikan pada 2021 mendatang.

“Konteksnya gini, datang (vaksin) sama disuntik itu beda lho. Kalau datang, saya optimis di akhir November atau awal Desember (2020), tetapi itu bukan divaksin, datang dulu barangnya karena ada dua macam vaksin, ada yang jadi ada yang berupa bahan baku yang perlu diproduksi dan perlu waktu satu bulan. Bersama dengan itu, proses BPOM harus dilalui dan standar WHO,” ujar Erick dalam acara Indonesia Townhall, Jumat malam, dikutip okezone, Sabtu (21/11/2020).

Pemerintah, kata dia, belum memberikan waktu yang tepat untuk dilakukannya distribusi dan penyuntikan vaksin kepada masyarakat. Namun, pemerintah berupaya agar proses itu secepatnya dilakukan.

Erick menyebut, pemerintah hadir untuk rakyat. Apalagi dalam catatannya, saat ini setiap hari ada korban kematian akibat infeksi Covid-19. Karena itu, vaksin menjadi salah satu program Indonesia sehat. Tapi, dia menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil langkah menghalalkan segala cara untuk menekan angka korban tersebut.

“Presiden (Jokowi) sudah bicara beberapa kali bahwa vaksin yang ada di Indonesia ini pasti sesuai dengan standar WHO, uji klinisnya dilalui, harus ada kehati-hatian, nah tapi kan begini, tentu kita sebagai bangsa kalau itu lebih cepatkan lebih baik, bukan berarti menghalalkan segala cara,” katanya.

“Nah, ini vaksin program Indonesia sehat. Dengan vaksin ini kita harapkan menekan daripada jumlah kematian, kita harapkan juga menekan yang sakit, dan kita selalu bilang bukan divaksin protokol kesehatan Covid-19 dilanggar, ini konteksnya harus dilihat secara menyeluruh dan bukan parsial,” tambahnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Mardani

Nasional

Mardani Kenang 16 Tahun Tsunami Aceh, Kok Ada Foto Habieb Rizieq Shihab?
apahabar.com

Nasional

Mereka yang Menjunjung Tinggi Kode Etik Jurnalistik, Nyawa Pun Dipertaruhkan
Demokrat

Nasional

Viral! Potret Moeldoko Cium Tangan SBY di Tengah Isu Kudeta Demokrat
Sadis

Nasional

Lebih Sadis dari Peristiwa di Benawa HST, Geger Ibu Gorok Leher 3 Anak Kandung
Covid-19

Nasional

Terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber Mohon Doa
apahabar.com

Nasional

Pengumuman Hasil SBMPN 2020 Sudah Bisa Dicek
apahabar.com

Nasional

Mundur dari Menpora, Imam Nahrawi Ingatkan Koleganya Tetap Lanjutkan Kerja

Nasional

Pemindahan Ibu Kota, Pengamat Sebut Tanbu Lebih Berpeluang dari Penajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com