Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Facebook Hapus 22,1 Juta Konten Ujaran Kebencian

- Apahabar.com Selasa, 24 November 2020 - 08:56 WIB

Facebook Hapus 22,1 Juta Konten Ujaran Kebencian

Ilustrasi. Foto-detiknet

apahabar.com, BANJARMASIN – Sepanjang Juli hingga September 2020, Facebook telah menghapus 22,1 juta konten ujaran kebencian.

Sekira 95 persen di antaranya diidentifikasi secara proaktif lewat sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Tingkat proaktif terhadap ujaran kebencian ini naik dari Juli-September 2019 yang sebesar 80,6 persen. Juga meningkat dari periode sama tahun 2018 yang sebesar 52 persen.

Sementara di platform Instagram sebanyak 6,5 juta konten ujaran kebencian sepanjang kuartal ketiga tahun ini sudah ditindak. Jumlah ini naik 3,2 juta konten dari kuartal sebelumnya.

Facebook mengatakan naiknya tingkat deteksi proaktif atas ujaran kebencian di Instagram mayoritas didorong oleh peningkatan teknologi deteksi proaktif untuk bahasa Inggris, Arab, dan Spanyol, serta perluasan teknologi otomatisasi.

Karena ujaran kebencian sangat kontekstual, deteksi AI memerlukan kemampuan untuk meninjau posting secara holistik, dengan konteks, dan dalam berbagai bahasa.

“Kemajuan teknologi AI memungkinkan kami menghapus lebih banyak ujaran kebencian di Facebook dari waktu ke waktu, dan menemukannya lebih banyak sebelum pengguna melaporkannya kepada kami,” tulis Facebook dikutip dari Kompas.com, Kamis (19/11).

Facebook mengatakan saat kali pertama melaporkan metrik ujaran kebencian pada kuartal keempat 2017, tingkat deteksi proaktif hanya 23,6 persen.

Artinya, dari jumlah ujaran pendorong kebencian yang dihapus, sebanyak 23,6 persen di antaranya ditemukan sebelum pengguna melaporkannya ke Facebook. Sisanya dihapus setelah pengguna mengadu.

“Saat ini kami secara proaktif mendeteksi sekitar 95 persen konten ujaran kebencian yang kami hapus,” sebut Facebook.

Terlepas dari apakah konten secara proaktif terdeteksi atau dilaporkan oleh pengguna, Facebook sering menggunakan AI untuk mengambil tindakan dan memprioritaskan kasus yang butuh pertimbangan konteks.

Secara global, prevalensi ujaran kebencian di Facebook pada kuartal ketiga 2020 sebesar 0,10-0,11 persen atau 10 hingga 11 penayangan ujaran kebencian untuk setiap 10.000 penayangan konten.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Janda Bolong Jenis Tanaman Monstera yang Lagi Naik Daun
apahabar.com

Gaya

Apakah Kuning Telur Pucat dan Pekat Berbeda Nutrisinya?
apahabar.com

Gaya

5 Fakta Menarik yang Tak Banyak Orang Tahu tentang Kopi
apahabar.com

Gaya

Ramadan, Novotel Banjarmasin Airport Sediakan Kuliner Nusantara
apahabar.com

Gaya

Twitter Tunjuk Hacker Terbaik Dunia Sebagai Kepala Keamanan
apahabar.com

Gaya

Tutup Instagram Lite, FB Siapkan Pengganti
apahabar.com

Gaya

Arloji Pintar OPPO Segera Masuk Indonesia
apahabar.com

Gaya

Asyik, iPhone SE 2020 Sudah Bisa Dipesan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com