Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Fakta Sejarah: Masyarakat Tanbu Lebih Suka Dipimpin Tokoh Muda

- Apahabar.com     Minggu, 1 November 2020 - 17:10 WITA

Fakta Sejarah: Masyarakat Tanbu Lebih Suka Dipimpin Tokoh Muda

Burhansyah saat berkampanye untuk pasangan SHM - MAR. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Juru Kampanye SHM-MAR, H Burhansyah, menilai masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu memiliki kecenderungan untuk memilih tokoh muda untuk memimpin daerah.

“Selera masyarakat Tanah Bumbu pemimpin yang muda. Ini fakta,” kata Burhan saat berkampanye di Desa Muara Pagatan Tengah, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (1/11).

Dia mencontohkan saat Zairullah melawan Murad Baso pada 2005, pemenangnya adalah Zairullah yang berusia lebih muda.

Kemudian, pada 2010 saat MHM – Difriadi Darjat berhadapan dengan Hamsyuri – Sartono, yang menjadi pemenang adalah MHM – Difriadi.

Lalu pada 2015, saat MHM berpasangan dengan Sudian Noor dan berhadapan dengan Abdul Hakim Gusti Hafizi, pemenangnya adalah MHM – Sudian Noor.

“Sudah tiga kali tokoh yang berusia lebih muda menang Pilkada. 9 Desember nanti kita bikin yang keempat kali. Pokoknya jangan pilih pemimpin yang sudah memberikan pengalaman buruk pada generasi muda,” katanya.

Burhansyah pun mengajak masyarakat untuk memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanbu secara cerdas.

“Jangan pilih yang ngaku berpengalaman, tapi laporan keuangannya dapat rapor merah terus,” kata Burhansyah.

Menurut dia pasangan SHM-MAR sebagai pasangan termuda di Pilkada Tanah Bumbu dinilai bisa membawa harapan bagi kemajuan Tanah Bumbu.

“Jadi sudah tidak diragukan lagi, pasangan nomor 1 adalah pasangan yang diinginkan masyarakat,” ujar Burhan.

Burhansyah yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Tanah Bumbu dua periode itu mengaku sangat memahami kondisi luar dan dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu sejak berdiri pada 2003 silam.

Dia mengatakan pada era sebelum Mardani, laporan keuangannya selalu mendapat nilai merah. Itu berbeda dengan era MHM yang selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Saya ini pernah jadi orang luar, juga pernah jadi orang dalam. Jadi saya sangat paham situasinya,” kata Burhansyah.

Data diperoleh media ini, pada era Zairullah Azhar, Pemkab Tanah Bumbu dua kali tanpa ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan, satu kali disclaimer, dua kali berstatus tidak wajar, dan tiga kali Wajar Dengan Pengecualian.

Sementara di era MHM, Pemkab Tanah Bumbu berhasil mendapat status Wajar Tanpa Pengecualian dari 2013 sampai 2017.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Pemerataan Pembangunan, H Rusli-Guru Fadhlan Komitmen Membangun Desa, Menata Kota

Politik

Hadapi Gugatan Marzuki Ali CS, Demokrat Utus 11 Pengacara

Politik

Jelang PSU Pilgub Kalsel, Safrizal Ingatkan Disiplin Prokes Covid-19
apahabar.com

Politik

Nadjmi Adhani Pimpin SOKSI Kalsel
apahabar.com

Politik

Debat Pilwali Banjarmasin 2020 Digelar Malam Ini, Empat Paslon Siapkan Visi Misi
apahabar.com

Politik

Pindah Domisili Tetap Diakomodir Memilih
apahabar.com

Politik

Blusukan ke Pasar, Gusti Iskandar – Iwansyah Serap Aspirasi Masyarakat Banjarbaru
apahabar.com

Politik

Ulama, Habaib, dan Masyarakat Ramai-Ramai Dukung H Rusli – Guru Fadhlan di Pilbup Banjar 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com