3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Fakta Sejarah: Masyarakat Tanbu Lebih Suka Dipimpin Tokoh Muda

- Apahabar.com Minggu, 1 November 2020 - 17:10 WIB

Fakta Sejarah: Masyarakat Tanbu Lebih Suka Dipimpin Tokoh Muda

Burhansyah saat berkampanye untuk pasangan SHM - MAR. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Juru Kampanye SHM-MAR, H Burhansyah, menilai masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu memiliki kecenderungan untuk memilih tokoh muda untuk memimpin daerah.

“Selera masyarakat Tanah Bumbu pemimpin yang muda. Ini fakta,” kata Burhan saat berkampanye di Desa Muara Pagatan Tengah, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (1/11).

Dia mencontohkan saat Zairullah melawan Murad Baso pada 2005, pemenangnya adalah Zairullah yang berusia lebih muda.

Kemudian, pada 2010 saat MHM – Difriadi Darjat berhadapan dengan Hamsyuri – Sartono, yang menjadi pemenang adalah MHM – Difriadi.

Lalu pada 2015, saat MHM berpasangan dengan Sudian Noor dan berhadapan dengan Abdul Hakim Gusti Hafizi, pemenangnya adalah MHM – Sudian Noor.

“Sudah tiga kali tokoh yang berusia lebih muda menang Pilkada. 9 Desember nanti kita bikin yang keempat kali. Pokoknya jangan pilih pemimpin yang sudah memberikan pengalaman buruk pada generasi muda,” katanya.

Burhansyah pun mengajak masyarakat untuk memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanbu secara cerdas.

“Jangan pilih yang ngaku berpengalaman, tapi laporan keuangannya dapat rapor merah terus,” kata Burhansyah.

Menurut dia pasangan SHM-MAR sebagai pasangan termuda di Pilkada Tanah Bumbu dinilai bisa membawa harapan bagi kemajuan Tanah Bumbu.

“Jadi sudah tidak diragukan lagi, pasangan nomor 1 adalah pasangan yang diinginkan masyarakat,” ujar Burhan.

Burhansyah yang pernah tercatat sebagai anggota DPRD Tanah Bumbu dua periode itu mengaku sangat memahami kondisi luar dan dalam pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu sejak berdiri pada 2003 silam.

Dia mengatakan pada era sebelum Mardani, laporan keuangannya selalu mendapat nilai merah. Itu berbeda dengan era MHM yang selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

“Saya ini pernah jadi orang luar, juga pernah jadi orang dalam. Jadi saya sangat paham situasinya,” kata Burhansyah.

Data diperoleh media ini, pada era Zairullah Azhar, Pemkab Tanah Bumbu dua kali tanpa ada audit dari Badan Pemeriksa Keuangan, satu kali disclaimer, dua kali berstatus tidak wajar, dan tiga kali Wajar Dengan Pengecualian.

Sementara di era MHM, Pemkab Tanah Bumbu berhasil mendapat status Wajar Tanpa Pengecualian dari 2013 sampai 2017.

Polling Pilkada 2020
Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Respons Cuncung Saat Didorong Maju di Pilkada Tanah Bumbu
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel, Denny Indrayana Optimis Gerindra Tak Berpaling!
apahabar.com

Politik

Meski Hujan Deras, Warga Tetap Berdatangan Hadiri Kampanye Ustadz Mushaffa Zakir
apahabar.com

Politik

Via Zoom, Denny-Difri Hadirkan Sandiaga Uno di Bincau Martapura
apahabar.com

Politik

Kubu Jokowi Yakin Elektabilitas Masih Tinggi
apahabar.com

Politik

MHM: Bersatu Lawan Kesewenangan terhadap Petani Karet dan Sawit
apahabar.com

Politik

Diusung 6 Parpol, Duet Rusli-Fadhlan Juga Didukung Puluhan Habib
apahabar.com

Politik

Terima SK PKS, Nadjmi-Jaya Mantap Melaju di Pilkada Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com