KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut

Fang Xinghai Berharap Hubungan China-AS Lebih Baik di Bawah Pemerintah Joe Biden

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 12:16 WIB

Fang Xinghai Berharap Hubungan China-AS Lebih Baik di Bawah Pemerintah Joe Biden

Dokumentasi - Bendera China dan AS berkibar di dekat The Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu mitra China mereka untuk melakukan pembicaraan di Shanghai, China (30/7/2019). Foto-Reuters/Aly Song via Antara

apahabar.com, BEIJING – Wakil Ketua Komisi Pengaturan Sekuritas China, Fang Xinghai mengatakan dia berharap hubungan Tiongkok-AS akan berada dalam keadaan yang jauh lebih baik di bawah pemerintahan Presiden terpilih AS Joe Biden.

Di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, hubungan antara China dan Amerika Serikat berada pada titik terburuk dalam beberapa dekade karena perselisihan mulai dari teknologi dan perdagangan hingga Hong Kong dan virus corona.

Dilansir Antara, Beijing mengatakan pihaknya mengharapkan pemerintahan Biden untuk bertemu dengan China, mengelola perbedaan dan mendorong kemajuan hubungan Tiongkok-AS di jalur yang benar.

Biden belum menjabarkan strateginya terhadap China secara rinci, tetapi semua indikasi menunjukkan bahwa dia akan melanjutkan pendekatan yang kuat ke Beijing.

Sementara itu, Beijing harus dapat menyelesaikan masalah akuntansi dengan perusahaan China di bawah pemerintahan Biden, kata Fang, yang berbicara dalam sesi Forum Ekonomi Baru Bloomberg.

Pada bulan Agustus, pejabat Komisi Sekuritas dan Bursa AS dan Departemen Keuangan mendesak Trump untuk menghapus perusahaan China yang berdagang di bursa AS dan gagal memenuhi persyaratan auditnya pada Januari 2022.

Ditanya apakah rencana penawaran umum perdana senilai $ 37 miliar Ant Group pada akhirnya akan dilanjutkan, Fang Xinghai, mengatakan itu tergantung pada bagaimana pemerintah merestrukturisasi kerangka peraturan tentang teknologi keuangan, dan bagaimana perusahaan bereaksi terhadap lingkungan peraturan yang berubah.

Ant, dengan model bisnisnya yang unik dan tidak adanya saingan di China atau di tempat lain, telah berkembang pesat sebagai platform teknologi yang jauh dari regulasi sektor perbankan, terlepas dari rangkaian produk keuangannya, kata para analis.

Tetapi Beijing menjadi tidak nyaman dengan bank-bank yang semakin menggunakan pemberi pinjaman mikro atau platform teknologi pihak ketiga seperti Ant untuk penjaminan pinjaman di tengah kekhawatiran meningkatnya gagal bayar dan penurunan kualitas aset dalam ekonomi yang dilanda pandemi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Bersih-bersih Gereja, Pemuda Muslim Mosul Dipuji Pendeta
apahabar.com

Internasional

Tanggapi Vaksin Covid-19 Rusia, Menkes AS: Ini Bukan Siapa Cepat
apahabar.com

Internasional

Jelang Pemilu AS, Twitter Tambah Lebih Banyak Label Peringatan
apahabar.com

Internasional

Oasis Al-Ahsa Arab Saudi Masuk Rekor Dunia
apahabar.com

Internasional

Hasil Pilpres Amerika Serikat 2020, Trump Ingin Perhitungan Suara Dihentikan, Tuding Ada Indikasi Kecurangan!
apahabar.com

Internasional

Covid-19 di AS: 4.601.526 Kasus dan 154.002 Kematian
apahabar.com

Internasional

Tak Terima Dituding Negara Sponsor Terorisme, Iran Sebut Raja Salman Pembunuh Rakyat Yaman
apahabar.com

Internasional

Pelaku Penembakan Keji di Masjid Selandia Baru Terancam Hukuman Seumur Hidup
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com