Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Gantikan Posisi Kapolri Idham Azis, 3 Jenderal Berikut Berpeluang Besar

- Apahabar.com Sabtu, 28 November 2020 - 14:55 WIB

Gantikan Posisi Kapolri Idham Azis, 3 Jenderal Berikut Berpeluang Besar

Kapolri Idham Azis. Foto: JPNN.com

apahabar.com, JAKARTA – Tak lama lagi pucuk pimpinan Polri akan segera berganti, menyusul akan pensiunnya Jenderal Idham Aziz, akhir Januari 2021.

Rumor mengenai siapa jederal yang bakal menggantikan Kapolri Idham Azis sebagai orang nomor satu di Polri semakin berputar dengan kencang.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai ada 3 nama jenderal yang berpeluang kuat menggantikan Idham Aziz.

“Dari info yang ada di sekitar istana yang dianggap kuat ada tiga calon Kapolri, yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, dan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar,” kata Ujang seperti dilansir Okezone, Sabtu (28/11).

Menurut Ujang, ketiga nama tersebut hanya tinggal menunggu pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hanya tinggal tingkat kenyamanan dan chemistry dengan Jokowi saja. Ketiganya memenuhi syarat dan ketiganya memiliki kedekatan dengan Jokowi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti membeberkan sejumlah persoalan yang harus dibenahi Polri. Ray mengatakan, ada dua hal yang harus dibenahi. Pertama persoalan reformasi struktur.

“Struktur itu berkaitan dengan jabatan-jataban yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan penegakan hukum dan ketertiban masyarakat,” kata Ray Rangkuti dilansir Okezone, Sabtu.

Kedua berkaitan dengan kultur sikap profesionalisme kepolisian. Menurutnya persoalan kultur harus benar-benar menjadi perhatian kapolri baru. Pasalnya, kemampuan polisi dalam mengayomi, penegakan hukum dan ketertiban semakin ditantang.

“Berbagai penanganan polisi, khususnya terkait dengan aksi-aksi massa yang berhubungan dengan kebijakan pejabat politik cenderung kurang profesional, begitu juga dengan penegakan hukum atas sikap kritis masyarakat,” ujar Ray.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menteri Tjahjo Kumolo Minta ASN Jadi Pionir Perangi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Bawaslu ‘Buntuti” Langkah Prabowo di Haul Guru Sekumpul

Nasional

Nyalon Jadi Ketum HIPMI, Mardani Maming: Pemda Harus Beri Kesempatan Pengusaha Muda

Nasional

Kadin Sambut Positif Penundaaan Pelonggaran Modal Asing

Nasional

Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Indonesia Butuh Pahlawan Pemberantas Kemiskinan
apahabar.com

Nasional

Kelanjutan RKUHP dan RUU Pas, Yasona Tunggu Instruksi Jokowi
apahabar.com

Nasional

KLHK Gebuk Perusak Hutan Total Rp18,3 Triliun!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com