Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Gubernur BI Ingin RI Jadi Pemain Global Ekonomi Syariah

- Apahabar.com Senin, 30 November 2020 - 11:18 WIB

Gubernur BI Ingin RI Jadi Pemain Global Ekonomi Syariah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto-Independensi.com

apahabar.com, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menginginkan Indonesia menjadi pemain global untuk ekonomi dan keuangan syariah.

Hal itu karena Indonesia dinilai memiliki potensi besar dan sudah menjadi tren dunia.

“Pemerintah dan kita semua menginginkan bagaimana Indonesia menjadi player di dunia dalam ekonomi keuangan syariah,” kata Perry Warjiyo pada webinar percepatan pengembangan pasar modal syariah di Jakarta, Senin (30/11).

Menurut dia, sejak 2015, BI, pemerintah dan instansi terkait lainnya meningkatkan langkah pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang banyak fokus di perbankan dan kini semakin diperluas di antaranya pasar modal, mobilisasi zakat dan wakaf produktif.

Selain itu, lanjut dia, juga meningkatkan ekonomi syariah dalam membentuk rantai pasok halal bersinergi dengan pemerintah, BI, dunia usaha termasuk melakukan edukasi dan literasi melalui kampanye dalam Festival Ekonomi Syariah yang beberapa waktu lalu diadakan BI.

Perry mengatakan ekonomi dan keuangan syariah bukanlah terkait agama melainkan menjadi tren di dunia sebagai salah satu pendekatan model bisnis ekonomi dan keuangan.

Bahkan, lanjut dia, negara yang penduduknya bukan mayoritas muslim, menjadi pusat ekonomi syariah di antaranya China sebagai eksportir baju muslim terbesar di dunia.

Begitu juga Korea Selatan menjadi produsen kosmetika halal terbesar dan destinasi wisata halal, Jepang juga merupakan salah satu pusat industri halal dan pariwisata.

Tidak ketinggalan negara tetangga yakni Thailand juga memiliki visi dapur halal dunia.

Mencermati itu, pemerintah sebelumnya sudah membentuk Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS).

Indonesia, kata dia, masih perlu mengejar ekonomi syariah di antaranya dalam industri farmakosmetika, pariwisata, dan keuangan karena saat ini berada di urutan keenam berdasarkan laporan State of Global Islamic 2020-2021.

Meski begitu, beberapa industri dari Indonesia sudah masuk 10 besar di antaranya untuk makanan halal berada di urutan keempat, dan fesyen di urutan ketiga setelah Uni Emirat Arab (UAE) dan Turki.

“Upaya kita sejak 2015 mengembangkan perbankan keuangan syariah, ekonomi syariah dan terus melakukan edukasi dan literasi,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Menhub Tinjau Kesiapan KA Bandara Adi Soemarno
apahabar.com

Ekbis

Kemenpan RB Tinjau Mal Pelayanan Publik Barokah Kabupaten Banjar
apahabar.com

Ekbis

Jelang Pidato Gubernur The Fed, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Masih Lanjut Menguat
apahabar.com

Ekbis

New Normal Bikin Rupiah Menguat Pagi Ini
apahabar.com

Ekbis

BI Kalsel Gelar Video Conference Jelang FESyar KTI 2019
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Burden Sharing, Rupiah Diprediksi Masih Melemah
apahabar.com

Ekbis

Hebatnya Pupuk Baru Petrokimia Gresik, Tingkatkan Panen Padi hingga 3 Ton Per Ha
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com