Target 1 Juta Barel, Pemerintah Siap Danai Penuh Survei Seismik 3D Positif Covid-19, Cepat Sembuh Ketum PBNU Said Aqil Rupiah Jaya, Dolar Jatuh ke Level Terendah Mobil Terbelah dan Terbakar di Grand Prix Bahrain, Pebalap Prancis Ini Lolos dari Maut Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024

Gunung Merapi Naik Status, BNPB Siagakan Helikopter Dauphin

- Apahabar.com Jumat, 20 November 2020 - 00:59 WIB

Gunung Merapi Naik Status, BNPB Siagakan Helikopter Dauphin

Sebuah Heli Dauphin Basarnas dititipkan kepada jajaran TNI dan disiagakan di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta untuk mengantisipasi segala aktivitas akibat erupsi Gunung Merapi. Foto: Basarnas via Detik

apahabar.com, JAKARTA – Satu helikopter jenis Dauphin disiagakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah Gunung Merapi naik status. Heli itu guna memantau segala aktivitas erupsi.

“Kami dari BNPB akan menempatkan helikopter di sini, yang bisa mungkin nanti dimanfaatkan oleh Gubernur DI Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah untuk memantau perkembangan Gunung Merapi,” kata Kepala BNPB Doni Monardo, Kamis (19/11) malam, dilansir Antara.

Helikopter itu dapat digunakan oleh pemerintah daerah yang mencakup wilayah administrasi Gunung Merapi untuk penanganan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Helikopter tersebut akan dititipkan kepada jajaran TNI dan disiagakan di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta.

Badan Geologi maupun Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) bisa memanfaatkan helikopter itu untuk memberikan informasi yang akurat dan menjadi dasar penanganan.

Menurut Doni, kehadiran helikopter itu menjadi upaya nyata pemerintah dalam hal mitigasi dan penanganan bencana alam serta sebagai bakti pemerintah dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat.

“Solus Populi Suprema Lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Sehingga semua rencana-rencana yang berhubungan dengan antisipasi erupsi Gunung Merapi harus kita lakukan sebaik mungkin, agar mengurangi risiko, terutama korban jiwa, termasuk juga kerugian harta benda,” katanya.

Sebelumnya, status aktivitas Gunung Merapi naik menjadi Level III atau Siaga sejak Kamis (5/11).

Menurut informasi dari BPPTKG, aktivitas Gunung Merapi pada tahun 2020 diprediksi memiliki kesamaan dengan erupsi 2006 silam.

Aktivitas Gunung Merapi tahun 2020 berpotensi memicu terjadinya guguran lahar panas, akan tetapi diperkirakan tidak akan lebih buruk dari erupsi 2010.
Hanya saja, BPPTKG menganggap bahwa hal tersebut tetap perlu diantisipasi oleh berbagai pihak terkait untuk situasi dan kondisi tertentu yang dapat terjadi ke depannya

BPPTKG memberikan rekomendasi untuk wilayah radius 5 kilometer dari puncak kawah merapi agar dikosongkan dari segala jenis aktivitas manusia dan tidak boleh ditinggali oleh penduduk.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo dan Desa Umbulharjo di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Kemudian Desa Ngargomulyo, Desa Krinjing dan Desa Paten di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Desa Jrakah di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Desa Tegal Mulyo, Desa Sidorejo dan Desa Balerante di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Soal Pemindahan Ibu Kota, Gubernur Kaltim: Jangan Ada Kepentingan Politik
apahabar.com

Nasional

Belum Hilang Corona, China Malah Dilanda Wabah Flu Burung

Nasional

VIDEO: Kebakaran Kapal Penumpang KM Gerbang Samudra I
apahabar.com

Nasional

KSAD Jelaskan Kronologi Munculnya Klaster Secapa AD
apahabar.com

Nasional

Diduga Makar, Aktivis KNPB Diperiksa Polisi
apahabar.com

Nasional

GEMPA TEKTONIK M=4,9 GUNCANG SUMBA BARAT DAYA
apahabar.com

Nasional

Jelang Lebaran, Jasa Marga Catat 430 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
apahabar.com

Nasional

Aksi Heroik Polwan Cantik Selain Aiptu Leni Mariani di Banjarmasin, Eh Malah Dapat Komentar Begini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com