Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel Memanas! Aksi #SAVEKPK di Banjarmasin Diwarnai Saling Dorong BREAKING! Banjiri Kamboja Banjarmasin, Massa #SAVEKPK Long March ke DPRD Kalsel Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa”

Gunung Merapi Naik Status, BNPB Siagakan Helikopter Dauphin

- Apahabar.com Jumat, 20 November 2020 - 00:59 WIB

Gunung Merapi Naik Status, BNPB Siagakan Helikopter Dauphin

Sebuah Heli Dauphin Basarnas dititipkan kepada jajaran TNI dan disiagakan di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta untuk mengantisipasi segala aktivitas akibat erupsi Gunung Merapi. Foto: Basarnas via Detik

apahabar.com, JAKARTA – Satu helikopter jenis Dauphin disiagakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah Gunung Merapi naik status. Heli itu guna memantau segala aktivitas erupsi.

“Kami dari BNPB akan menempatkan helikopter di sini, yang bisa mungkin nanti dimanfaatkan oleh Gubernur DI Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah untuk memantau perkembangan Gunung Merapi,” kata Kepala BNPB Doni Monardo, Kamis (19/11) malam, dilansir Antara.

Helikopter itu dapat digunakan oleh pemerintah daerah yang mencakup wilayah administrasi Gunung Merapi untuk penanganan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Helikopter tersebut akan dititipkan kepada jajaran TNI dan disiagakan di Lanud Adi Sucipto Yogyakarta.

Badan Geologi maupun Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) bisa memanfaatkan helikopter itu untuk memberikan informasi yang akurat dan menjadi dasar penanganan.

Menurut Doni, kehadiran helikopter itu menjadi upaya nyata pemerintah dalam hal mitigasi dan penanganan bencana alam serta sebagai bakti pemerintah dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat.

“Solus Populi Suprema Lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Sehingga semua rencana-rencana yang berhubungan dengan antisipasi erupsi Gunung Merapi harus kita lakukan sebaik mungkin, agar mengurangi risiko, terutama korban jiwa, termasuk juga kerugian harta benda,” katanya.

Sebelumnya, status aktivitas Gunung Merapi naik menjadi Level III atau Siaga sejak Kamis (5/11).

Menurut informasi dari BPPTKG, aktivitas Gunung Merapi pada tahun 2020 diprediksi memiliki kesamaan dengan erupsi 2006 silam.

Aktivitas Gunung Merapi tahun 2020 berpotensi memicu terjadinya guguran lahar panas, akan tetapi diperkirakan tidak akan lebih buruk dari erupsi 2010.
Hanya saja, BPPTKG menganggap bahwa hal tersebut tetap perlu diantisipasi oleh berbagai pihak terkait untuk situasi dan kondisi tertentu yang dapat terjadi ke depannya

BPPTKG memberikan rekomendasi untuk wilayah radius 5 kilometer dari puncak kawah merapi agar dikosongkan dari segala jenis aktivitas manusia dan tidak boleh ditinggali oleh penduduk.

Adapun wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Desa Glagaharjo, Desa Kepuharjo dan Desa Umbulharjo di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Kemudian Desa Ngargomulyo, Desa Krinjing dan Desa Paten di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Desa Jrakah di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah.

Desa Tegal Mulyo, Desa Sidorejo dan Desa Balerante di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terduga Pelaku Bom Kartasura Dipindah ke RS Bhayangkara Semarang
apahabar.com

Nasional

Pengamat Nilai 5 Faktor Membuat Jabar Unggul Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

Demokrat Langsung Keluar dari Koalisi Pasca Putusan MK

Nasional

Pengamat Sebut Masalah Layangan Sudah Lama Jadi Perhatian Dunia Penerbangan
apahabar.com

Nasional

Menko Airlangga: New Normal Dilakukan Bertahap
KPK

Nasional

Kasus Benur KKP, KPK Sita Rp 3 Milar dari Saksi Syammy Dusman
apahabar.com

Nasional

Dian Pramana Putra Meninggal Karena Kanker Darah
apahabar.com

Nasional

Lihat Fakta Harta Miliaran Milik Menpora Imam Nahrawi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com