Biang Prostitusi Anak di Banjarmasin, Takut Diantar ke Panti karena Utang Kreditan Belasan Mahasiswa-Polisi Luka-Luka, Polres Ungkap Biang Ricuh #SaveKPK II di Banjarmasin #SAVEKPK Bergaung di Banjarmasin: Ratusan Mahasiswa Ultimatum Ketua DPRD Kalsel di Tengah Guyuran Hujan Tagih Janji Reklamasi, Dewan Tabalong Ngotot Panggil Bos Adaro UPDATE! Tunggu Supian HK, Massa #SaveKPK di Banjarmasin Ngotot Bertahan

Hanya ‘Lampu Hijau’, Disdik Kalsel Belum Rekomendasikan Belajar Tatap Muka

- Apahabar.com Senin, 2 November 2020 - 15:54 WIB

Hanya ‘Lampu Hijau’, Disdik Kalsel Belum Rekomendasikan Belajar Tatap Muka

Ilustrasi sekolah tatap muka. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah telah memberikan izin belajar tatap muka bagi satuan pendidikan yang memenuhi persyaratan. Meski ada pelonggaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan belum memberikan rekomendasi resmi, guna mengantisipasi penularan Covid-19 lebih meluas.

“Kita secara jelas mengacu pada SK Menteri. Kendati ada perluasan zona, tapi Kalsel lebih mementingkan kesehatan dan keselamatan peserta didik juga warga sekolah, ” ucap Kepala Disdikbud Kalsel, Yusuf Effendi ditemui apahabar.com di ruang rapat PM Noor Kantor Sekdaprov Kalsel, Senin (2/11) siang.

Seperti diketahui, sejumlah sekolah mulai mereposisi pembelajaran secara langsung, di antaranya SMP di Banjarmasin.

Sementara, satuan pendidikan di bawah naungan Disdikbud Kalsel seperti SMA, SMK dan SLB, tidak melaksanakannya. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan pembelajaran tatap muka kembali, di antaranya izin dari pemerintah daerah dan Gugus Tugas Covid-19

“Kita mengambil kebijakan hanya untuk zona hijau, sementara mayoritas masih orange. Kita tidak mengenal zona secara parsial, tetapi harus secara utuh satu kabupaten/kota,” terangnya
Untuk itu, Disdikbud menghimbau seluruh sekolah untuk mengacu pada edaran Gubernur yaitu pembelajaran daring atau jarak jauh hingga akhir tahun nanti. Dia juga meminta sekolah agar melakukan persiapan terkait protokol kesehatan yang ketat menjelang masa tatanan baru nanti.

“Saat ini kita ikuti saja ekspose gugus tugas. Apakah masing-masing kabupaten/kota itu hijau atau belum. Tunggu saja perkembangannya,” lanjut Yusuf

Berdasarkan catatan Disdikbud, sampai saat ini tidak ada sekolah yang mengajukan izin pembelajaran secara langsung. Sementara itu, informasi dihimpun, sejumlah SMK di Banjarmasin pada hari ini melaksanakan kegiatan praktek bagi siswa didiknya.

“Belum ada. Itu praktek saja dan dibenarkan. Kalau belajar teoritis (SMA) tidak ada, ” sebutnya

Dari ketetapan Mendikbud, kegiatan praktek pada SMK diperbolehkan untuk semua zona. Menurut Yusuf, pelaksanannya harus tetap menerapkan protokol Covid-19.

“Praktek diperkenankan kalau memakai peralatan mesin dan satu rombel setidaknya 5 siswa secara bergantian. Kalau tidak, dilakukan secara daring saja,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

2 Pasien Sembuh Covid-19 di Kalsel Jalani Perawatan Selama 19 Hari
apahabar.com

Kalsel

Absen Ujian SBMPTN, 3 Calon Mahasiswa ULM Dilaporkan Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Ingin Bertemu Nabi, Keluarga Sebut Korban Miliki Gangguan Jiwa

Kalsel

Refleksi Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf di Banjarmasin: Massa Aksi Terus Mengalir
apahabar.com

Kalsel

Arahan Tim Asistensi dan Supervisi Mabes Polri Cegah Karhutla: Jangan Tunggu Api Besar!
apahabar.com

Kalsel

BI Kalsel Guyur Bantuan Empat Masjid dan Panti Asuhan di Banjarmasin

Kalsel

Tentukan Prioritas Pembangunan, Bupati Balangan Buka Musrenbang Tingkat Kabupaten
apahabar.com

Kalsel

Haul Sekumpul, Makam Bakal Ditutup Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com