Putus Gegara Banjir, Jembatan Mataraman Ditarget Bisa Dilewati Sore Ini Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin

Hari Natal, Belasan Napi Beragama Nasrani di Banjarmasin Dapat Remisi

- Apahabar.com Kamis, 26 November 2020 - 09:15 WIB

Hari Natal, Belasan Napi Beragama Nasrani di Banjarmasin Dapat Remisi

Kasubsi Registrasi Lapas Kelas II A Banjarmasin, Septyawan. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dalam rangka Hari Raya Natal 2020, belasan narapidana di Lapas Kelas II A Banjarmasin akan mendapatkan pengurangan masa hukuman.

“Sebanyak 12 penghuni Lembaga Permasyarakatan yang kami usulakan dapat remisi hari besar keagamaan,” kata Kasubsi Registrasi Lapas Kelas II A Banjarmasin, Septyawan, beberapa waktu lalu.

Namun pada hari Natal ini, mereka yang mendapatkan remisi hanya-lah narapidana yang beragama nasrani.

Selain itu, puluhan narapidana yang mendapatkan remisi itu adalah mereka yang sudah menjalani masa tahanan minimal 6 bulan.

Dengan catatan, tidak melakukan pelanggaran. Kalau melakukan hal yang melanggar, seperti berkelahi, maka remisinya dicabut.

“Mendapatkan remisi dari 15 hari hingga kelipatannya tergantung berapa lama ia menjalani masa hukuman,” jelas pria yang akrab disapa Septa itu.

Septa mengatakan, remisi merupakan hak semua warga binaan, sehingga siapapun dan kasus apapun yang sudah menjalani masa tahanan selama minimal 6 bulan, berhak untuk mendapatkan remisi.

Terkecuali untuk narapidana kasus korupsi dan PP 99 Tahun 2012, diantaranya kasus terorisme, ilegal logging, korupsi dan kejahatan seksual anak, maka ada persyaratan lain yang mesti dipenuhi.

“Kalau untuk pidana korupsi maka ia harus membayarkan denda terlebih dahulu. Sementara untuk yang tersangkut PP 99 Tahun 2012, harus ada dulu surat dari penyidik, yakni Justice Collaborator,” paparnya.

Berbeda halnya dengan PP 99 Tahun 2012 terkait kasus narkoba. Meski tak mendapatkan Justice Collaborator, apabila si napi sudah menjalani 1/3 masa tahanan, maka akan mendapatkan remisi.

“Dari 12 orang, 6 diantaranya merupakan napi PP 99 Tahun 2012 terkait narkoba. Mereka sudah menjalani 1/3 masa tahanan, maka kita ajukan untuk mendapatkan remisi,” jelasnya.

Septa pun berharap, agar semua narapidana bisa berprilaku dengan baik selama menjalani masa tahanan, agar tidak menggugurkan persyaratan remisi. “Apapun kasusnya, selama memenuhi syarat akan kami ajukan. Diterima atau tidak otu wewenang kantor wilayah Kemenkumham nantinya,” tutupnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kisruh PT RTP dan Karyawannya, Mediasi Disnaker Tabalong Belum Ada Titik Temu
apahabar.com

Kalsel

Kisah Korban Kebakaran Alalak, Pergi Jaga Bandsaw Rumah Warisan Ludes
apahabar.com

Kalsel

Calon Jemaah Haji Batola Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Dirut RSUD Badaruddin Positif Covid-19, Dewan Kalsel Minta Segera Tracking Tenaga Medis
apahabar.com

Kalsel

Kesaksian Pasien Pertama Covid-19 yang Sembuh di Ambulung
apahabar.com

Kalsel

Terkuak, Motif Perampokan Brutal di Kelumpang Hulu Kotabaru
Hujan

Kalsel

Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Mantap Jadi Calon Bupati, Ternyata Andin Disarankan KH Hasanuddin untuk Mengabdi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com