BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Ibnu Sina Akui Sudah Buktikan Program Baiman Sejahterakan ASN

- Apahabar.com Selasa, 10 November 2020 - 15:19 WIB

Ibnu Sina Akui Sudah Buktikan Program Baiman Sejahterakan ASN

Calon Wali kota Banjarmasin nomor urut 2, Ibnu Sina. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ibnu Sina mengakui telah membuktikan program Banjarmasin Barasih Wan Nyaman (Baiman) mampu meningkatkan reformasi birokrasi khususnya tentang kepastian jenjang karir ASN dan kesejahteraan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Sejak Ibnu Sina dilantik menjadi Wali Kota Banjarmasin tahun 2016 lalu, program Baiman mulai dijalankan, tepatnya pada tahun 2017. Kota Banjarmasin menjadi kota pertama yang melakukan lelang jabatan.

“Yang melelang Sekda pertama kali di Kalsel adalah Kota Banjarmasin,” ujar Ibnu.

Sejalan dengan itu, Komisi ASN memberikan apresiasi dan menyetujui untuk dilaksanakan lelang jabatan atau seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama Eselon II a, yaitu Setdakot Banjarmasin.

Selain menjadi kota pertama yang melelang jabatan, di masa kepemimpinan Ibnu Sina ASN Pemkot bisa menjabat menjadi Sekretaris Daerah (Sekda). Ibnu Sina mampu mematahkan anggapan saat itu bahwa pegawai ASN Pemkot tidak ada yang layak menjadi Sekda.
“Kita membuktikan asumsi tersebut tidaklah benar. Orang-orang Pemko pun layak menjadi Sekda di Pemkot Banjarmasin sendiri,” terang dia.

Reformasi birokrasi kedua terkait dengan kesejahteraan ASN yang sangat diperhatikan di masa kepemimpinan Ibnu, di mana untuk pertama kalinya Pemkot Banjarmasin menerapkan tunjangan kinerja atau Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Sebelum kabupaten/kota dan Pemprov menerapkan, Kota Banjarmasin sudah menerapkan terlebih dahulu sejak 2019 lalu. Tunjangan berbasis kinerja ini bertujuan untuk menyamaratakan dan memberi keadilan, sehingga tidak ada Dinas basah atau kering termasuk di ujung-ujung pelayanan publik kita,” urai dia.

Dirinya pun tak menampik keraguan datang dari ASN Pemko sendiri, mereka berasumsi apakah mungkin seorang Wali Kota Ibnu Sina berani menerapkan tunjangan kinerja, menghapuskan honorarium, kemudian menghimpun seluruh pendapatan tersebut dan dikembalikan kepada ASN dalam bentuk Tukin. Namun Ibnu telah memastikan dan membuktikan program ini dapat berjalan.

“Di situ kita akan fair yang bekerja lebih banyak mendapatkan hasil yang lebih banyak juga. Sehingga standar pendapatan ASN Kota Banjarmasin lebih tinggi dibanding yang lain,” jelas dia.

Lebih lanjut Ibnu menjelaskan, dengan adanya tunjangan kinerja ini, tingkat kesejahteraan ASN di Pemkot Banjarmasin relatif lebih dibanding daerah yang lain. Saat ini saja, kata dia, sekian banyak ASN dari daerah lain, bahkan di luar Kalimantan, yang ingin pindah ke Banjarmasin. Alasannya karena sudah berada di kota, pendapatan tukin yang diterima juga lebih besar.

Sebagai bayangan lanjutnya, pejabat Eselon II, Kepala Dinas mendapatkan tukin kurang lebih Rp 25 juta setiap bulannya. Sedangkan tukin untuk Sekda Kota Banjarmasin Rp 54 juta, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan Sekda Provinsi Kalsel sekalipun.

“Kesejahteraan ASN itu meningkat diharapkan mereka dapat melayani warga dengan sepenuh hati. Rajin melayani, cepat, murah, dan tidak menyulitkan,” tandasnya.

Tiga prinsip dalam pelayanan publik yang selalu disampaikan Ibnu secara resmi dan berulang-ulang sejak awal menjabat. Pertama, jika bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Kedua, jika bisa dipercepat kenapa harus diperlambat. Ketiga, jika bisa selesai hari ini kenapa harus menunda sampai besok.

“Tiga prinsip ini ulun (saya) ingatkan terus dan diminta dipasang di semua ruang SKPD bahwa sebagai abdi masyarakat itulah visi jangka panjang, maju ke depan terkait dengan profesionalisme ASN di Pemko Banjarmasin,” ujarnya.

Itu di antaranya reformasi birokrasi dan upaya-upaya perbaikan sumber daya manusia (SDM) dan tata kelola pemerintahan di Pemkot Banjarmasin selama kepemimpinan Ibnu Sina. Ia pun menampik bahwa tidak ada istilah lelang jabatan tidak dipakai.

“Saya bisa bantah itu, tidak ada istilah lelang jabatan tidak dipakai. Semua dijadikan referensi ketika dari pansel memutuskan tiga besar itu menjadi pertimbangan. Tetapi ketika tiga orang sudah masuk ke dalam meja pimpinan salah satu yang paling terbaik maka dia yang kami pilih,” terangnya.

Dirinya pun memberi keadilan terhadap ASN terkait loyalitas dan profesionalisme. “Kita berikan reward dan punishment kepada ASN tergantung kinerjanya. Itu fair,” katanya.

Menurutnya aturan tentang kepegawaian itu sudah baku kecuali sifatnya inovasi dalam reformasi birokrasi seperti keberanian menerapkan tukin.
“Itu murni inisiatif Wali Kota untuk memberikan kesejahteraan kepada ASN agar murni berpikir bagaimana melayani masyarakat sepenuh hati,” paparnya.

Saat ini pun, lanjut Ibnu, pejabat-pejabat di tingkat kelurahan sekalipun telah diperhatikan kesejahteraannya, mereka mendapatkan penghasilan, bahkan tunjangannya tiga kali lipat dari pada sebelumnya.

“Tetap bersemangat, Banjarmasin Bisa, Banjarmasin Baiman, lanjutkan,” tutupnya.

Polling Pilkada 2020
Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Seruan Ketua DPRD Kotabaru Pasca-Putusan MK
apahabar.com

Kalsel

Ketersediaan Hewan Kurban di Kabupaten Banjar Terpenuhi, 3 Persen Dinyatakan Cacingan
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Warga di Lapangan Murjani dan Taman Van Der Pijl, Sabhara Polres Banjarbaru Imbau Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Pol PP Banjarbaru Amankan Ratusan Liter Miras Lagi
apahabar.com

Kalsel

Penulis Amerika Serikat Sampaikan Kuliah Umum di ULM Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Dicurigai Informan, Pria Habisi Rekan di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Kenang Jasa Pahlawan di Momentum Hut Bhayangkara ke-74, Kapolda Kalsel Ziarah ke Makam Pahlawan
apahabar.com

Kalsel

Kerap Berdebu dan Becek, Warga Keluhkan Proyek Taman Nol Kilometer
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com