3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Indonesia Resmi Masuk Jurang Resesi Ekonomi Mulai Hari Ini, BPS Sebut Faktor Penyebabnya

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 15:40 WIB

Indonesia Resmi Masuk Jurang Resesi Ekonomi Mulai Hari Ini, BPS Sebut Faktor Penyebabnya

Resesi ekonomi diprediksi akan terjadi di Indonesia pada Oktober 2020 mendatang. Foto-Ilustrasi/Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan Indonesia resmi masuk jurang resesi ekonomi, Kamis (5/11/20).

Kepastian tersebut terjadi setelah BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 3,49 persen pada kuartal III 2020 kemarin.

Dengan pertumbuhan itu berarti ekonomi Indonesia minus dalam dua kuartal terakhir. Pasalnya, pada kuartal II 2020 kemarin ekonomi Indonesia minus 5,32 persen.

BACA JUGA : Kemenkeu: Resesi Harus Dihadapi dan Dimanfaatkan

Sebagai informasi, resesi merupakan suatu keadaan di mana ekonomi negara negatif dalam dua kuartal atau lebih secara berturut-turut.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi berbanding terbalik dibandingkan kuartal III 2019 sebesar 5,02 persen.

“Dengan posisi ini kalau kita bandingkan posisi kuartal III 2019 maka posisi pertumbuhan Indonesia secara tahunan masih mengalami kontraksi sebesar 3,49 persen,” ujar Suhariyanto dalam paparan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2020, Kamis (5/11/2020), sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com.

Suhariyanto mengatakan ekonomi di sejumlah negara membaik pada kuartal III 2020 dibandingkan kuartal II 2020. Namun, perbaikan tersebut mengalami kendala kenaikan kasus pandemi covid-19 di sejumlah negara.

Di beberapa negara di Eropa sedang melakukan lockdown kembali, Jerman, Prancis, Inggris, dan Austria karena kasus covid yang terus meningkat,” ucapnya.

apahabar.com

Masyarakat Indonesia diminta tak menahan konsumsi sebagai siasat menahan laju resesi ekonomi akibat pandemi Covid -19. Foto: Antara

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada sejumlah negara mitra dagang masih mengalami kontraksi, kecuali China yang sudah berhasil tumbuh positif sebesar 4,9 persen pada kuartal III 2020. Namun, kontraksi tersebut tidak sedalam pada kuartal II 2020.

Pertumbuhan ekonomi pada Juli-September ini ditopang realisasi belanja pemerintah. Tercatat, realisasi belanja pemerintah mencapai Rp771,37 triliun, setara 28,16 persen dari pagu anggaran 2020 sebesar Rp2.739,17 triliun.

Editor: elpian ahmad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

25 Pasutri Nikah Massal
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kenaikan Gaji PNS Bulan Depan
apahabar.com

Nasional

Menristekdikti akan Resmikan Gedung Proyek IDB di ULM
apahabar.com

Nasional

Jokowi Blusukan di Balikpapan, 1.401 Personel Gabungan TNI-Polri Diterjunkan
apahabar.com

Nasional

Vaksin Varicella Proteksi Tubuh Manusia 80% dari Cacar Monyet
apahabar.com

Nasional

Wapres: Bawaslu Harus Lebih Pintar dari yang Diawasi
apahabar.com

Nasional

Lewat Youtube, Presiden Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Rupiah Terdampar ke Dasar Klasemen Mata Uang Asia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com