Kadinkes Positif, Wali Kota Banjarmasin Kembali Divaksin Covid-19 Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan

Ini Daftar Barang Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo dan Istri di Honolulu AS

- Apahabar.com Kamis, 26 November 2020 - 09:12 WIB

Ini Daftar Barang Mewah yang Dibeli Edhy Prabowo dan Istri di Honolulu AS

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo (tengah) digiring petugas sesaat sebelum rilis penetapan tersangka kasus dugaan suap penetapan calon eksportir benih lobster di Gedung KPK Jakarta, Rabu (25/11/2020). Edhy ditahan KPK bersama empat orang lainnya. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – KPK mengungkap Menteri Edhy Prabowo dan istri, Iis Rosyati Dewi telah menggunakan uang panas yang diduga hasil dari suap untuk berbelanja barang mewah di Honolulu, Amerika Serikat.

Edhy Prabowo ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan perizinan ekspor benih lobster atau benur tahun anggaran 2020 di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, pada 5 November 2020, diduga terdapat transfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhi Prabowo sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukan bagi keperluan Edhy Prabowo, istrinya Iis Rosita Dewi, Syafri, dan Andreu Pribadi Misata.

“Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh EP (Edhy Prabowo) dan IRW (Iis Rosita Dewi) di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp 750 juta. Uang itu dibelanjakan jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy,” ujar Nawawi kutip apahabar.com dari Liputan6.

Selain itu, Nawawi menyebut, sekitar Mei 2020, Menteri Edhy juga diduga menerima sejumlah uang sebesar USD 100 ribu dari Direktur PT DPP Suharjito melalui Syafri dan Amiril Mukminin.

Selain itu, Syafri dan Andreu pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang dengan total sebesar Rp 436 juta dari Ainul Faqih.

Jerat 6 Tersangka

Selain Menteri Edhy, dalam kasus ini KPK juga menjerat enam tersangka lainnya. Mereka adalah Safri (SAF) selaku Stafsus Menteri KKP, Siswadi (SWD) selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih (AF) selaku Staf istri Menteri KKP, dan Suharjito (SJT) selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP).

Mereka turut diamankan dalam operasi senyap dan langsung ditahan selama 20 hari pertama di Rutan KPK cabang Gedung Merah Putih.

Sementara dua tersangka lainnya masih belum ditangkap, yakni Andreau Pribadi Misanta (APM) selaku Stafsus Menteri KKP, dan Amiril Mukminin (AM) selaku swasta.

Atas perbuatannya, para penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) Huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sebagai pemberi suap, disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Heboh Klaim Kemenangan Prabowo, Simak Instruksi SBY ke Kader PD
apahabar.com

Nasional

Pasutri Diduga Gantung Diri, Polisi Masih Menyelidiki

Nasional

Kematian Akibat Corona di China Capai 490 Jiwa
apahabar.com

Nasional

Survei IPO: Dari 10 Menteri, Terawan dan Yasonna Paling Diharapkan Direshuffle
apahabar.com

Nasional

Gelar Event Internasional, Pemerintah Anggarkan Rp6,5 Miliar
apahabar.com

Nasional

Polda Papua Bertekad Kejar KKB Nduga
apahabar.com

Nasional

93 Kematian Baru di Hubei Akibat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

42 Tahun Perjuangan Mencari Patok Indonesia-Malaysia, Ini Hasilnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com