Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

Istana Akui Ada Kekeliruan, Pengamat: Sudah Diteken Presiden Jokowi, UU Cipta Kerja Tak Bisa Diperbaiki

and - Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 17:51 WIB
and - Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 17:51 WIB

Istana Akui Ada Kekeliruan, Pengamat: Sudah Diteken Presiden Jokowi, UU Cipta Kerja Tak Bisa Diperbaiki

Elemen mahasiswa Kalimantan Selatan akan kembali menggelar aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law di Banjarmasin, besok. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, JAKARTA – UU Cipta Kerja atau UU No 11 Tahun 2020 yang telah diteken Presiden Joko Widodo, Senin (2/11/2020) ternyata masih ada sejumlah kesalahan.

Pakar hukum tata negara, Bivitri Susanti mengatakan, jika ada masih adanya kesalahan redaksional dalam UU Cipta Kerja, membuat pasal tersebut tak berlaku.

Menurut dia, perbaikan pun tak bisa kembali dilakukan, karena presiden juga telah menekennya menjadi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

“Dalam hukum, tidak boleh suatu pasal dijalankan sesuai dengan imajinasi penerapan pasal saja. Harus persis seperti yang tertulis,” ujar Bivitri.

BACA JUGA : Mensesneg Akui Kekeliruan UU Ciptaker yang Diteken Presiden Jokowi

Sebelumnya Pasal 6 UU No 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja mendapat sorotan publik di media sosial karena merujuk Pasal 5 ayat (1) a, padahal Pasal 5 tak memiliki ayat satu pun.

Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengakui terdapat kesalahan teknis dalam penulisan Undang-undang nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Mensesneg pun mengatakan kekeliruan tersebut tidak berpengaruh terhadap implementasi UU Cipta Kerja.

“Hari ini kita menemukan kekeliruan teknis penulisan dalam UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Namun kekeliruan tersebut bersifat teknis administratif sehingga tidak berpengaruh terhadap implementasi UU Cipta Kerja,” kata Pratikno dalam pesan singkat, Selasa (3/11/2020).

Berdasarkan dokumen salinan UU Nomor 11 tahun 2020 yang diunduh dari laman jdih.setneg.go.id, Pasal 6 Bab III itu berbunyi:

“Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a meliputi…..”

Bunyi pasal 6 tersebut merujuk pada Pasal 5 ayat (1) huruf a. Padahal, dalam dokumen UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja itu, dalam Pasal 5, tidak terdapat huruf a maupun ayat 1. Pasal 5 UU 11/2020 hanya berbunyi:

“Ruang lingkup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 meliputi bidang hukum yang diatur dalam undang-undang terkait.” demikian bunyi pasal tersebut tanpa adanya angka dan huruf di bawahnya.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Corona, China Rogoh Kocek Hampir Rp 2 Triliun
apahabar.com

Nasional

Diduga Nistakan Agama, Sukmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
apahabar.com

Nasional

Jokowi Mau Tambah Menteri, Ketua KPK: Sudah Terlalu Banyak
apahabar.com

Nasional

Malam Valentine, Puluhan Remaja di Banjarmasin ‘Ngamar’ Bareng
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Semua Orang Wajib Pakai Masker Saat Berada di Luar Rumah

Nasional

Gagalkan Peredaran Narkoba Jaringan Timur Tengah, Polda Metro Sita 1,129 Ton Sabu
apahabar.com

Nasional

Natal, Wilayah Jakarta Diguyur Hujan
apahabar.com

Nasional

Menkes: 2 WNI Positif Virus Corona Diisolasi di RS Sulianti Saroso
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com