KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut

Iuran BPJS Menunggak, Mawarni Tak Bisa Obati Sakit Jantung: Di Mana Bupati Tanbu?

- Apahabar.com Kamis, 12 November 2020 - 20:32 WIB

Iuran BPJS Menunggak, Mawarni Tak Bisa Obati Sakit Jantung: Di Mana Bupati Tanbu?

Tim dari Mardani H Maming saat menyerahkan bukti pembayaran iuran BPJS Kesehatan kelas 3 milik Mawarni (52). Foto-apahabar.com/Syahriadi

apahabar.com, BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor, mengklaim telah menggratiskan biaya kesehatan untuk seluruh pasien kelas 3.

Menurut politisi PAN itu, Pemkab Tanah Bumbu telah membayarkan biaya berobat pasien kelas 3 melalui BPJS Kesehatan.

Namun, ucapan Sudian Noor itu diragukan sebagian pihak. Tak sedikit yang menyebut Sudian telah melakukan pembohongan publik. Sebab, sejumlah warga mengaku tidak pernah menikmati program kesehatan gratis yang diklaim Sudian.

Faktanya, justru ada warga yang harus menunggak pembayaran iuran BPJS Kesehatan, bahkan tunggakannya lebih tiga bulan.

“Bulan Maret 2020 pihak puskesmas menolak saya untuk berobat secara gratis, karena BPJS kelas 3 milik saya menunggak sejak Februari 2020,” ujar Mawarni (52) warga RT.16, Kelurahan Tungkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat.

Oleh dokter, Mawarni divonis memiliki penyakit jantung dan asam lambung sejak 2019. Sejak peristiwa penolakan itu, ibu empat anak ini akhirnya tidak bisa melanjutkan usahanya untuk mengobati penyakitnya.

Saat berkonsultasi kepada pihak BPJS Kesehatan, ia justru mendapatkan jawaban yang membuatnya makin sedih dan menderita.

Pihak BPJS Kesehatan memberikan jawaban yang tidak solutif, yakni tetap meminta Mawarni membayar iuran agar bisa menerima pengobatan gratis itu.

“Saya kecewa karena saya memang tidak mampu. Katanya pemerintah daerah sudah menanggung semua biaya berobat melalui BPJS kelas 3 yang dibayarkan, ternyata BPJS yang saya gunakan menunggak. Artinya pemerintah daerah tidak membayarkan iuran itu,” katanya.

Apa yang dialami Mawarni jelas bertentangan dengan klaim Sudian Noor yang menyebut semua iuran BPJS Kesehatan untuk kelas 3 sudah menjadi tanggungan pemerintah daerah.

Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, ikut mendengar keluh kesah Mawarni. Dia pun langsung mengutus timnya untuk melihat kondisi ibu malang itu.

Setelahnya, utusan Ketua Umum HIPMI itu langsung membayarkan iuran BPJS Mawarni yang menunggak.

“Katanya berobat gratis dengan KTP atau KK tetap jalan sejak dulu, melalui program jamkesda yang dialihkan ke BPJS kesehatan kelas 3. Buktinya warga tersebut iurannya menunggak dan harus tetap bayar sendiri. Kemana pemerintah daerah?” ucap Mardani H Maming.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Puluhan Kilometer Jalur Mudik di Kalsel Rusak
apahabar.com

Kalsel

DPO Kasus Sabu Ditangkap Satnarkoba Polres Tabalong
apahabar.com

Kalsel

13 ASN Sekretariat DPRD Tala Terpapar Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Jumat Berdarah di Sungai Andai: Sebelum Kabur, AR Titip Pesan ke Istri
apahabar.com

Kalsel

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Meninggalnya Pria di Losmen Murni
apahabar.com

Kalsel

14 Hari Beroperasi, Kabupaten Banjar Tercatat Menjadi ‘Pelanggar’ Lalu Lintas Terbanyak
apahabar.com

Kalsel

Kadis LH Kotabaru: Sebelum Bus Terperosok, Sopir Sudah Diperingatkan Petugas
apahabar.com

Kalsel

Dalam Sekejap, Sebuah Rumah di Jalan Belitung Darat Ludes Dilalap Api
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com